Tampilkan postingan dengan label kredit usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kredit usaha. Tampilkan semua postingan

3/18/2010

Tips Memilih Peluang Usaha Cth Konsultan Pajak



Pembaca "iso 9001 forum" yg budiman, kenapa saya punya gagasan untuk memberi tips memilih konsultan pajak iso 9001 yg bisa diandalkan ini? Jawaban saya adalah, agar jangan sampai "pengalaman buruk" yg kami alami menimpa anda juga. Yang akhirnya hanya membuang-buang waktu, biaya, tenaga dan sumber daya lainnya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Jawaban saya: karena "salah pilih" konsultan pajak. Setidak-tidaknya itu menurut pendapat saya.
Di sini saya tidak ingin menjelaskan ciri-ciri "konsultan salah pilih" itu. Sebaliknya, saya akan men-sharingkan bagaimana ciri-ciri "konsultan iso 9001 yg bisa diandalkan". Ini sesuai dengan "ajaran" positive thinking, di mana jika yang ada di pikiran kita adalah hal-hal negatif, hal-hal yg buruk, kegagalan, kesalahan, dsb, maka akan mengarahkan kita kepada hal-2 negatif tsb. Maka hal-hal buruklah yg akan menimpa kita.
Tetapi, pembaca iso 9001 forum yg budiman, jika pikiran kita diisi dengan hal-hal positif, kebaikan, kesuksesan, kebenaran, dsb, maka hal-hal positif, dan kesuksesanlah yg akan terjadi pada diri kita. Setidaknya saya sudah membuktikannya (maaf sudah agak ngelantur...). Itu pulalah yg saya harapkan terjadi pada diri anda. Hal-hal positif, kesuksesan, dsb.
Kembali ke soal "jasa konsultan pajak iso 9001 yg bisa diandalkan". Ciri-cirinya adalah sbb (sekali lagi ini berdasarkan pengalaman lapangan. Bukan teori):
- menguasai materi konsultan. Yakni memahami betul dan bisa menjelaskan secara jelas dan mudah dipahami klausul-klausul yang ada di standard internasional iso 9001. Ini terutama harus bisa menjawab pertanyaan 5w+1h berikut, yakni:
1. What? Apa itu system manajemen mutu iso 9001 ( - quality management system iso 9001 - qms iso 9001)? Dalam hal ini konsultan iso 9001 yg bisa diandalkan akan mampu menjelaskan secara gamblang kenapa system manajemen ini menggunakan nama iso 9001:2000, atau iso 9001:2008, dst. Apa arti kata iso, dan apa pula makna angka-angka tsb. Di samping itu, ia juga bisa menjelaskan perbedaan qms iso 9001 dengan system manajemen lainnya, selain juga mampu menjelaskan tentang pendekatan system, pendekatan proses, siklus pdca dalam qms iso 9001, apa itu mutu atau quality, persyaratan pelanggan, pelanggan, dsb, dsb. Coba sekali-kali ditanyakan: "sebenarnya mutu atau quality itu apa, sich, pak/bu?. Atau mencakup apa saja?"
Di samping mampu menjelaskan, konsultan iso 9001 yg bisa diandalkan biasanya juga mampu memberi contoh. Dia tidak sekedar mengatakan: "persyaratannya berbunyi seperti itu!". Misalnya contoh kebijakan mutu (quality policy), manual / pedoman mutu, (quality manual), prosedur mutu (quality procedure), instruksi kerja (work instruction), dsb, termasuk struktur dan penomoran dokumen. Kalau kita tidak mendapatkan konsultan pajak online iso 9001 yg bisa diandalkan, bukan tidak mungkin proses sertifikasinya akan terhambat. Terutama jika kebetulan auditor dari badan sertifikasinya sangat teliti sekali.
2. Why? Mengapa organisasi perlu menerapkan system manajemen mutu iso 9001 (quality management system iso 9001 - qms iso 9001)?
3. When? Kapan organisasi perlu menerapkan system manajemen mutu iso 9001 (quality management system iso 9001 - qms iso 9001)?
4. Where? Di mana (area, cakupan) perlu menerapkan system (manajemen mutu iso 9001quality management system iso 9001 - qms iso 9001)?

Pembaca iso 9001 forum yg budiman, sharing lebih detail untuk nomor 2 s/d 6 akan saya tulis suatu saat nanti jika sudah ada waktu luang lagi. Sementara itu, silakan mencari informasi lain di link-link seputar artikel ini untuk berbagai informasi yg anda butuhkan, yg kebetulan belum anda dapatkan di blog ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih, semoga sukses selalu, dan... Salam mutu untuk para konsultan pajak online

Http://iso-9001-forum.blogspot.com

3/08/2010

Tips Memulai Usaha Dengan Modal Kecil



Memulai sebuah usaha seperti
konsultan pajak, entah itu besar atau kecil memang gampang-gampang susah. Apalagi bagi kita yang belum pernah atau belum berpengalaman dalam bisnis. Sehingga tidak jarang ada yang tidak jadi memulai usaha gara-gara terlalu banyak berpikir ini itu. Namun arifin nova memberikan tips dalam blognya, yang ia beri judul 10 cara mudah mulai usaha.

1. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel,
konsultan pajak dan catering.

2. Terdesak kebutuhan, seperti phk, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, menjadi
jasa konsultan pajak dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin.

3. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut mlm. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses cth
jasa konsultan pajak.

4. Inspirasi dari koran, tv, internet, obrolan teman kantor, ****i-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “wow”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda.

5. Melanjutkan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang misal usaha
konsultan.

6. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher hp, refil aqua, dan usaha konsultan.

7. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental ps, cleaning service,
konsultan dll.

8. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar.

9. Ikut coaching, diklat, training, dan lokakarya, seperti sablon, elektronika dan salon.

10. Tiru bisnis di tempat kerja, lalu buka usaha serupa



Http://www.meryanti.com

2/05/2010

Kredit Usaha Tanpa Agunan, Perlukah?



Kredit usaha seperti kredit usaha bri sebetulnya dibuat untuk memudahkan usaha bisnis anda. Baik dalam membuka usaha, membeli sesuatu, atau mengatasi kebutuhan tertentu atas sejumlah dana. Orang yang tidak punya uang tunai, seringkali bisa membeli sesuatu dengan cara mengambil kredit. Kalau anda harus menabung dulu sebelum bisa membeli suatu barang, mungkin dengan mengambil kredit usaha bri anda bisa membeli dulu, dan menabungnya belakangan. Hanya saja, menabungnya dalam bentuk membayar ke bank.
Sayangnya sering ada masalah yang muncul dalam mengambil kredit usaha orang sering terjebak mengambil kredit tanpa agunan walaupun sebenarnya dia bisa membayarnya secara tunai. Banyak orang berpikir, kalau saya bisa kredit untuk membeli suatu barang, kenapa saya harus membeli secara tunai (walaupun uang tunainya ada)? Padahal sudah jelas bahwa total uang yang anda bayar bila anda membeli barang secara kredit akan lebih besar daripada bila anda membeli barang tersebut secara tunai. Malah makin lama jangka waktu kreditnya, jumlah uang yang harus anda bayar biasanya akan makin besar.
Anehnya, walaupun demikian, masih banyak saja orang yang mengambil kredit untuk membeli barang walaupun dia punya uang tunainya. Pikiran yang seringkali muncul adalah bahwa dengan mengambil kredit, seseorang bisa memanfaatkan uang tunai (yang sudah dia miliki) untuk keperluan lain.
Dari situlah muncul pertanyaan, kapan sih sebetulnya seseorang harus membeli barang secara kredit? Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang kapan anda harus membeli barang secara kredit atau untuk usaha komersial, dan kapan anda harus membeli barang secara tunai.


Http://www.chabelita.biz

1/12/2010

Syarat Kredit Usaha bagi Lingkungan Hidup



Pengelolaan lingkungan hidup kini masuk menjadi salah-satu syarat wajib yang harus dipenuhi bagi pengusaha atau perusahaan saat mengajukan permohonan kredit usaha apabila ingin dipenuhi oleh pihak perbankan.

"Dulu masalah lingkungan hidup masih diabaikan dan dianggap tanggung jawab pihak tertentu, namun kini merupakan bidang sangat penting, bahkan pengusaha harus memenuhi persyaratan ini saat mengajukan kredit usaha," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup,Rahmat Witoelar, di Tarakan, akhir pekan lalu.

Menurut dia bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah menjalin kejasama dengan sejumlah bank terkait kedisiplinan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.

Kerjasama itu merupaka upaya KLH untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat usaha di tanah air akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan dengan melibatkan pihak perbankan dalam kredit usaha.

"Apabila penglolaan lingkungan sebuah perusahaan atau investor baik, maka menjadi nilai lebih untuk memperoleh pinjaman dana, tetapi sebaliknya jika kurang baik maka bisa saja permohonan kredit usahanya dipertimbangkan," kata Rahmat Witoelar, saat

Dia menyebutkan program tersebut sudah dilakukan dengan Bank Indonesia (BI) dan Bank Nasional Indonesia (BNI), selanjutnya akan menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri dan sejumlah perbankan yang memiliki jaringan luas di Indonesia.

"Pihak perbankan juga harus ikut dalam pendisiplinan semua elemen masyarakat khususnya pengusaha agar memperhatikan pelestarian lingkungan bagi pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Witoelar juga mengatakan KLH berupaya untuk melakukan gugatan hukum bagi sejumlah perusak lingkungan sehingga menimbulkan efek jera.

Melalui berbagai upaya itu diharapkan ada keberanian masyarakat untuk melakukan pengawasan ketat dan melaporkan berbagai kegiatan yang mengarah pada pengrusakan lingkungan.

antara.co.id

12/23/2009

Pinjaman Bank Untuk Modal dan Cara Mendapatkannya


Saat ini, fasilitas pinjaman kredit bank yang ditawarkan oleh bank untuk keperluan modal usaha tidak hanya ditujukan bagi perusahaan, tetapi juga perorangan. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kita yang sedang mulai berwirausaha, dan ingin mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Sudah saatnya kita mengambil Pinjaman Bank sebagai alternatif, karena selain prosesnya tidak berbelit, suku bunganya pun cukup bersaing.

Kriteria penilaian dari bank mencakup lima hal yang disebut sebagai 5C:

1. Character. Menyangkut komitmen Anda sebagai pihak yang mengajukan permohonan pinjaman bank, bagaimana track record Anda, bagaimana gaya manajemen Anda (apakah one man show, keluarga, atau partnership).

2. Capital. Berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan, "Karena tidak mungkin seluruh modal berasal dari bank," kilah Ayu. Lalu struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).

3. Capacity. Yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).

4. Condition. Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).

5. Collateral. Apakah ada jaminan dari pinjaman bank, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).

Agar proposal pengembangan usaha Anda menarik minat bank, buatlah sedetail dan serealistis mungkin. Siapkan bahan presentasi secara singkat namun komprehensif, dengan poin-poin seperti:

1. Penjelasan tujuan pengembangan usaha.

2. Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci.

3. Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target.

4. Kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut.

5. Jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja.

6. Penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut.

7. Rencana penggunaan fasilitas kredit atau pinjaman bank, dan jadwal pengembaliannya.

Jadi, jika Anda memang berniat mengembangkan usaha, dan punya komitmen terhadap diri sendiri maupun terhadap Pinjaman Bank atas kelangsungan usaha Anda, tak ada lagi hal-hal yang perlu dikhawatirkan.

/female.kompas.com

11/24/2009

Usaha EO Atau PH (ProductionHouse)


Saya akan menguraikan lima poin di atas agar kita bisa benar-benar memahami poin-poin penting dalam merintis bisnis EO / PH Production House sehingga dapat terhindar dari halangan atau jebakan yang sangat mungkin terjadi.

1. Bekal pengalaman menyelenggarakan event.
Disadari atau tidak, sebenarnya bekal yang kita miliki sebagai pengelola event sudah kita mulai sejak kita sekolah. Kepanitiaan yang kita ikuti pada waktu itu bisa dijadikan bekal pengalaman yang cukup. Paling tidak, kita sudah mengetahui prosedur mengelola suatu kegiatan dari penyusunan proposal sampai eksekusi di lapangan.

2. Ide kreatif dan inovatif.
Ingat, bisnis EO / PH Production House adalah bisnis komunikasi dan bisnis hiburan, kepuasan dan ketertarikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Ketika tidak ada ide cemerlang dan kreatifitas, siap-siap gi*** jari. Namun, kreatifitas memang tidak harus selalu orisinil, mengembangkan sebuah ide yang sudah adapun bukan menjadi masalah. Justru itulah yang disebut inovasi.

3. Relasi bisnis (klien/sponsor) yang cukup kuat.
Dukungan relasi bisnis, baik itu klien ataupun sponsor, merupakan kunci dari sukses tidaknya acara yang kita selenggarakan. Sebelum memutuskan terjun ke dunia bisnis EO, kita harus melihat kembali apakah kita memiliki jaringan bisnis yang kuat atau tidak?
Karena merekalah yang nantinya akan membeli atau membiayai ide-ide kreatif kita. Apabila kita tidak memiliki jaringan bisnis, sebenarnya bukan menjadi masalah besar. Tentunya dengan membangun kepercayaan terhadap EO / PH Production House kita, jaringan bisnis itu akan terbentuk dengan sendirinya. Tapi perlu diingat bahwa EO kita tidak akan berkembang secepat apabila kita telah memiliki jaringan bisnis sebelumnya.

4. Modal usaha yang cukup.
Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, bahwa dalam memulai sebuah usaha, mutlak dibutuhkan modal. Untuk bisnis EO / PH Production House, kita perlu menyiapkan modal finansial terutama untuk memenuhi keperluan-keperluan EO / PH Production House seperti, Mengurus legalitas usaha (CV atau PT), menyewa kantor, pengadaan alat kantor, biaya telekomunikasi, biaya persiapan event, dan lain-lain. Untuk memenuhi beberapa hal tersebut tentunya tidak cukup dengan selembar dua lembar uang rupiah. Cukup besar memang, kalau kita tidak mempunyai cukup banyak modal finansial, kita bisa mencari investor

http://prabuwardhana.wordpress.com

11/17/2009

Tips menentukan Modal Awal Usaha Anda



Sering kan kita bertanya kepada orang yang sudah membuka usaha: "Berapa sih modal atau Pinjaman Modal yang Anda butuhkan dulu itu ketika membuka usaha Anda yang sekarang ini?". Jawaban yang seringkali muncul adalah: "...sekian juta rupiah, atau sekian belas juta rupiah...." betul kan? Prinsipnya, ada angka yang keluar. Tapi, kalau Anda yang ditanya seperti itu, belum tentu Anda bisa menjawab. Karena umumnya ketika kita ingin menjalankan bisnis, banyak diantara kita yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.

Nah, kali ini saya akan membagi rahasia kepada Anda tentang cara menghitung jumlah modal atau pinjaman modal yang Anda butuhkan bila ingin memulai sebuah usaha.

Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, hanya ada 3 jenis modal yang akan Anda keluarkan:

1. Modal Investasi Awal
2. Modal Kerja
3. Modal Operasional

Mari kita membahasnya satu per satu.

1.MODAL INVESTASI AWAL
Apa sih yang dimaksud modal investasi awal? Ini adalah jenis modal yang harus Anda keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh-contoh modal ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.

Kalau usaha Anda usaha bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.

Biasanya, modal atau pinjaman modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.

2.MODAL KERJA
Ini adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.

Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pem buatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal atau pinjaman modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.

Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.

3.MODAL OPERASIONAL
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.

Pos-pos dalam modal atau pinjaman modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.

Nah, bagaimana Bapak Ibu? Gampang, kan? Sekarang, Anda bisa menghitung sendiri, kan, modal atau pinjaman modal yang harus Anda keluarkan untuk memulai usaha. Mudah-mudahan bermanfaat ya.

idonbiu.com

11/11/2009

Tips Untuk Menjalankan Usaha Di Rumah


Setiap usaha bikin website memiliki resiko dan begitu pula dengan usaha di rumah. Kelebihan dari membuat usaha sendiri di rumah adalah kita dapat melakukannya dengan sedikit modal sekaligus dengan resiko yang lebih rendah.

Ketika usaha di rumah menumbuhkan rasa percaya diri dan menguntungkan secara keuangan, maka hal tersebut juga membawa kita pada tantangan dan kegagalan sebagai pengusaha. Sebuah usaha di rumah mungkin memiliki banyak waktu tersedia ditangan kita tetapi keberanian mengambil tindakan-lah yang akan membuat kita yakin bahwa usaha ini menghasilkan atau malah akan menghilangkan sumber keuangan kita. Beberapa usaha di rumah tidak berjalan dengan cepat dan hasilnya hanya didapat setelah beberapa waktu.

Bekerja dan melakukan usaha bikin website di rumah dapat membuat kita kesepian karena merasa aneh harus bekerja sendirian setelah bertahun-tahun terbiasa bekerja dengan banyak orang dikantor.

Sebenarnya, bagaimana memilih usaha di rumah yang tepat bagi kita?

Buatlah daftar yang mencakup kemampuan dan bakat bikin website apa saja yang kita miliki sesuai dengan pengalaman kita baik pada saat bekerja atau pada usaha lain. Buatlah daftar yang berisi paling tidak sepuluh ide usaha yang kita minati dan cocokkan daftar tersebut dengan daftar bakat dan pengalaman kita. Kita akan mendapatkan ide bagus tentang usaha apa yang cocok bagi bakat dan pengalaman kita.

Lakukanlah riset pada bentuk pemasaran dari ide usaha bikin website yang telah kita pilih. Sebuah ide usaha yang baik harus mampu menjawab atau membentuk sebuah pasar yang dibutuhkan, harus mampu bertahan lama dan meskipun kita berada pada persaingan yang ketat, kita harus dapat menyingkirkan pesaing bikin website lain.

Ketika memilih sebuah peluang usaha, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana kemampuan keuangan kita untuk menjalankan dan mempertahankan sebelum usaha tersebut memberikan kita keuntungan. Banyak dari usaha tidak otomatis menghasilkan uang dan si pemilik harus mengorbankan waktu dan sumber keuangan untuk membuat usaha tersebut berkembang.

Http://bisnis-online-dirumah.blogspot.com

11/03/2009

Modal?? Pinjam di Bank Vs Cari Investor



Tidak diragukan lagi, UANG adalah DARAH dari sebuah perusahaan, jika sebuah usaha tidak cukup mempunyai uang cash maka bisa dipastikan usahanya “diujung tanduk”.

pengajuan Ke bank untuk mendapatkan cash money atau Pinjaman Modal merupakan salah satu pilihan dalam pengembangan usaha, namun perlu beberapa pertimbangan sebelum melakukan pinjaman modal di bank untuk keperluan usaha

1. Suku bunga pinjaman dan biaya-biaya lain2

“Tentu saja pihak bank tidak akan memberitahukan anda hal ini kecuali anda punya kerabat dekat/teman baik yang bekerja di bank. Kebanyakan bank menawarkan program pinjaman modal yang sangat menarik untuk setiap jenis produk pinjaman/kredit yang mereka buat.

Semakin meyakinkan penampilan anda (bonafid), maka semakin mudah pula anda menegosiasikan suku bunga serta biaya-biaya lain yang dikenakan.

Persiapkan dokumen pendukung diluar surat identitas resmi dan slip gaji (jika ada), seperti surat keterangan dari perusahaan (perusahaan asing lebih dilirik), dokumen yang menunjukkan anda mempunyai credit record yang bersih, dokumen bukti kepemilkan sah atas aset seperti properti, kendaraan, SIUP/NPWP (jika diperlukan) dll.

Investasikan waktu luang untuk melakukan survei ke beberapa bank besar yang kredibel, dari bank-bank tersebut, persempit pilihan anda menjadi 2-3 bank, berdasarkan skema pelunasan, tingkat suku bunga, fleksibilitas, kemudahan, bonus, yang paling menarik menurut anda.” Sumber : Rencana Keuangan

2. Besarnya profit margin usaha anda

jika hitungan profit kotor usaha anda kurang dari 3kali bunga dan biaya lain2 yang harus kita bayar ke bank, maka saya sarankan anda memikirkan kembali untuk melakukan pinjaman modal ke bank, Kenapa ? Karena kita juga harus mengangsur cicilannya disamping bunganya. Jadi sebenarnya modal pokok dari pinjaman modal itu tiap periode selalu berkurang sebesar cicilan kita.

Kalau modal berkurang, kan tidak diinginkan ? Akan mengganggu usaha. Kecuali hasil usahanya bisa menutup semuanya, tapi kan berarti untungnya juga harus besar sekali dong ?

Nah..biasanya orang akan cari investor dengan bagi hasil lebih besar dari angka di atas, dengan pertimbangan modal pinjaman tidak berkurang untuk mencicil pinjaman. Cukup bayar bagi hasilnya saja.

sec.or.id

10/23/2009

Sekilas Asset Conversion Cycle dan Pinjaman Modal



Kalau ditanya, Anda mau Pinjaman Modal ? Pasti kita langsung ngangguk pada detik pertama. Tapi kalau ditanya, Mengapa perlu pinjaman? Untuk apa pinjaman nya? Berapa besar? Berapa lama? Dari mana sumber pengembalian pinjaman nya? Nah, baru kita menelan ludah dan garuk-garuk kepala yang tidak gatal.

Karena sesungguhnya pinjam meminjam itu ada “filosofi”nya. Ini yang jarang dikuasai orang. Tanpa memahami nya, memang pasti kita akan kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tadi. Ini yang ingin saya bicarakan.

Memahami Asset Conversion Cycle

Untuk memudahkan pemahaman, kita pergunakan ilustrasi sederhana. Katakanlah saya memulai sebuah usaha dengan modal Rp. 1.5 juta. Saya ingin memproduksi dan menjual kaos saya sendiri. Maka modal tadi saya belikan bahan kaos sebesar Rp.1 juta dan membayar penjahit sebesar Rp.500 ribu. Jadilah 20 potong kaos yang saya jual di kios depan rumah saya, seharga Rp.100 ribu per potong.

Ketika saya baru memulai usaha, maka asset saya berupa Kas sebesar Rp.1.5 juta. Ketika saya membeli bahan kaos, maka sebagian asset saya mengalami konversi menjadi bahan baku sebesar Rp.1 juta, plus Rp.500 ribu terkonversi menjadi upah. Dan ketika saya memiliki 20 potong kaos siap jual, asset saya terkonversi menjadi bahan jadi. Bahan jadi ini ketika terjual, akan kembali menjadi Kas. Siklus dari kas menjadi bahan baku, kemudian menjadi barang jadi dan menjadi kas kembali, inilah yang disebut “Asset Conversion Cycle”.

Kalau siklus konversi asset berjalan sempurna, maka dari Kas awal Rp.1.5 juta, saya akan memiliki kas Rp. 2 juta dari penjualan 20 potong kaos. Yang Rp. 500 ribu adalah profit saya. Yang Rp. 1.5 juta dapat saya pergunakan kembali untuk memproduksi kembali 20 kaos. Demikian seterusnya. Setiap produksi, untung 500 ribu. Mudah bukan?

Mudah. Namun sayangnya itu hanya terjadi di dunia khayal … hahaha.

Dalam dunia nyata, kenyataanya bisa jadi Anda produksi 20 kaos, yang terjual hanya 15, 10 atau bahkan cuma 3. Sementara penjahit harus tetap Anda bayar. Bahan baku kaos juga harus sudah dibeli kembali. Sementara asset sudah berupa bahan jadi semua. Kalau sudah begini, Asset Conversion Cycle pun mandek, terhenti.

Memahami Lending Rationale

Mencari pinjaman modal …. Adalah resep ampuh terhadap masalah konversi kas tadi. Benarkah? Belum tentu. Kalau masalah usaha kaos saya adalah pada kemampuan menjual, maka berapa pun kas yang disuntik ke usaha saya, hasil akhirnya akan sama. Konversi kas mandek. Malah, kini datang masalah baru, yaitu bagaimana mengembalikan pinjaman.

Tapi tentu saja ada skenario-skenario yang memang pinjaman kas akan sangat membantu. Skenario inilah yang menjadi alasan bank memberikan pinjaman. Jaman saya belajar perbankan dulu, disebut sebagai “Lending Rationale”, atau landasan pemikiran mengapa bank memberi pinjaman.

/fauzirachmanto.blogspot.com

10/01/2009

7 Tips Mempertahankan Konsumen Mini Market



Ada 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan usaha, yaitu penjual dan pembeli yang satu dengan yang lainnya saling berinteraksi. Apapun jenis usaha yang kita jalankan baik bidang jasa maupun perdagangan tidak terlepas dari dua unsur tadi.

1. Sapalah konsumen dengan baik. Maksudnya adalah, ketika konsumen dateng ke tempat kita, sambutlah dengan senyum, sedapat mungkin ucapkan selamet pagi atau siang pa..bu. Point pertama sudah kita dapatkan berupa kesan “ramah”.
2. Tanyakan apa keperluannya nah untuk hal ini ada baiknya lihat di forum hobi. Kita harus pro aktif menanyakan terlebih dahulu apa keperluan konsumen dengan ucapan “ada yang perlu saya bantu?”.3. Berikan kualitas terbaik. Setiap produk yang kita berikan harus yang terbaik. Jangan sekali-kali kita memberikan kepada konsumen asal asalan. Hal ini akan menciptakan kesan buruk bagi pelanggan terhadap produk yang kita jual.
4. Berikan harga yang wajar. Pada tingkat persaingan yang ketat harga suatu produk atau layanan sangat menentukan. Untuk membeli sesuatu konsumen biasanya memilih-milih tempat mana yang lebih murah. Berikan mereka dengan harga yang wajar tapi tetap dibarengi kualitas yang baik, basanya konsumen akan balik lagi ke tempat kita.
5. Tepati Janji. Upayakan setiap janji yang kita berikan kepada konsumen untuk selalu ditepati. Jangan sekali-kali kita memberikan janji kepada konsumen kalau memang kita tidak bisa memenuhinya. Hindari jangan sampai konsumen bolak balik ke tempat kita hanya karena janji yang tidak bisa kita tepati, waktu dan uang sudah mereka buang gara-gara janji kita yang tidak tepat. Konsumen akan kecewa dan pindah ke tempat lain. Ujung- ujungnya yang rugi kita sendiri, kehilangan konsumen.
6. Ciptakan kekeluargaan. Pada saat kita tengah memberikan pelayanan, jangan cenderung terfokus pada hasil penjualan akhir saja. Maksud saya, pada saat proses pemberian pelayanan berlangsung kita jangan bersikap monoton. Libatkan mereka dalam suatu obrolan yang ringan-ringan, misalnya menanyakan tempat tinggal atau bisa juga menanyakan tentang keluarga mereka. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan hubungan.
7. Ciptakan ikatan psikologis ketika kegiatan masyarakat berlangsung. Hal ini dapat dilakukan apabila kita sudah bisa menciptakan ikatan kekeluargaan dengan konsumen. Untuk menciptakan ikatan bathin saya lakukan dengan cara memberikan ucapan pada momen-monen tertentu, misalnya ucapan selamat ulang tahun, selamat hari raya dan sebagainya. Cukup dengan cara kirim sms. Kiat ini cukup ampuh karena konsumen merasa diperhatikan. Nah kalau ikatan bathin sudah terbentuk sulit bagi konsumen untuk pindah ke tempat lain.



http://artikelmu.com/?p=584

9/30/2009

Tips Mengatasi Sulitnya Memulai Usaha Di Rumah Kecil




Untuk memulai usaha memang gampang-gampang susah, orang kadang memikirkan yang tidak-tidak untuk mencari pembenaran atas sulitnya memulai usaha. Harus ada modal-lah, nggak punya tempat lah, atau males-lah …. Banyak orang selau mempunyai pikiran negative tentang usaha, padahal mereka belum memulai usaha. Berfikir resiko, usaha tidak jalan bagaimana? Kalau usaha kita rugi, lantas kita makan apa? Kalau produk yang kita jual tidak laku lantas, bagaimana?

Dalam memulai usaha menurut purdi e. Chandra presiden direktur grup primagama dan pendiri entrepreneur university, perlu ada suatu taktik atau rekayasa bahwa kita itu memang harus dalam kondisi terpaksa untuk memulai usaha itu cth jual
spare part alat berat misalnya, saat phk, atau kita sedang tak punya apa-apa, atau disaat kita sudah capai melamar pekerjaan dimana-mana, tetapi tidak ada satupun perusahaan yang memperkerjakan kita.

Disaat kondisi kita terhimpit keadaan seperti diatas, muncul ide bisnis atau pemikiran yang brilian nan cemerlang, yang akhirnya membuat kita ada keberaanian untuk memulai usaha. Ada keberanian kita untuk mandiri dan bersemangat lagi untuk belajar berwirausaha cth membuka butik koleksi baju, sekalipun tak tahu jenis usaha apa yang akan kita jalankan.

Saat kehidupan kita normal-normal saja, aman-aman saja, maka sulit untuk melakukan perubahan. Kita sulit untuk berubah dari yang aman menjadi tidak aman.

Maka salah satu upaya yang bisa kita lakukan ialah kita harus berani masuk dalam bisnis. Kita harus masuk kedalam dunia yang penuh ketidakpastian. Kalau kita terbiasa dengan dunia yang pasti, maka kita akan sulit untuk memulai usaha. Sehingga kita perlu untuk merubah sikap mental. Disaat kita memulai usaha berarti kita telah mencoba mengambil resiko, atau dibutuhkan untuk mengambil resiko. Kita harus berani untuk memulai usaha, kapan saja dan jenis produk atau jasa apa saja.
Dengan sikap mental yang kuat memulai usaha akan menjadi hal yang mudah. Tidak sulit yang kita bayangkan.

Memulai usaha itu memang beresiko, tapi tidak memulai usaha akan lebih beresiko cth usaha studio photo.

Kita harus berani mencoba.
Semoga bermanfaat.



http://in-tips.com

9/29/2009

Menentukan Jenis Usaha Yang Layak




Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:

  1. Mulai dari yang anda sukai
    anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan anda. Karena kalau sudah suka, anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan cth
    rental car bali.
  2. Mulai dari yang anda kuasai
    atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah anda kuasai bidangnya cthnya usaha
    service notebook. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian anda dalam pembukuan (akuntansi), anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil.
  3. Telusuri kemana uang anda pergi
    cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku,
    shaolin kungfu dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

http://www.perencanakeuangan.com

9/28/2009

Usaha Bisnis Dalam Bertahan Di Tengah Krisis



Krisis perekonomian dan resesi global mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan raksasa harus ambruk dan gulung tikar. Sementara itu, bagi usaha kecil, krisis ini bisa menjadi ancaman sekaligus peluang. Bagaimana bisa begitu? Dan bagaimana usaha kecil bisa mengubah ancaman menjadi peluang di tengah krisis?

Keep lean
pertama, usaha kecil, misalnya
butik muslim
harus memastikan bahwa organisasinya cukup lean atau ramping. Artinya, perusahaan tidak memanfaatkan terlalu banyak sumber daya.sumber daya yang saat ini ada sebaiknya dimanfaatkan dulu sebaik mungkin.

Misalnya perusahaan tergoda untuk melakukan ekspansi, yang tentunya akan memperluas skala operasi. Hal ini perlu dipertimbangkan secara masak-masak, karena tentunya ini akan membutuhkan sumber daya yang semakin besar. Begitu pula dengan sdm, sebaiknya dibiarkan ramping. Spesialisasi tidak masalah, namun sebaiknya potensi tiap orang dimaksimalkan terlebih dulu, sehingga menekan biaya.

Keep differentiation
meskipun bisnis anda cuma usaha kecil (dalam artian
diet sehat)
, namun bukan berarti diferensiasi bisa anda tinggalkan. Justru diferensiasilah yang menjadi kekuatan anda dibandingkan dengan pesaing besar. Misalnya, anda bisa mengamati kekuatan dan kelemahan dari bisnis pesaing, kemudian sasar titik kelemahan pesaing.

Contohnya adalah bisnis makanan. Kita bisa melihat bahwa saat ini warung-warung tenda tidak kalah suksesnya dibandingkan dengan restoran besar. Bahkan dalam beberapa segi mungkin mereka menang, misalnya rasa dan harga. Jika anda bisa menciptakan makanan dengan cita rasa yang berbeda, itupun sudah menjadi diferensiasi.

Keep marketing + service
seringkali masalah utama dari usaha kecil adalah dari segi pemasaran
fashion wanita. Namun, di era sekarang ini, bahkan aktivitas pemasaran tidak membutuhkan harga mahal. Anda bisa melakukan promosi melalui internet, yang biayanya lebih murah, hingga menyebarkan informasi melalui milis, forum, ataupun situs social networking. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pemasaran.

Dan yang terpenting, jaga selalu pelayanan anda dengan baik. Karena pelanggan yang puas, cenderung untuk melakukan word-of-mouth ataupun memberi rekomendasi kepada temannya, yang tentunya ini bermanfaat sebagai aktivitas pemasaran bagi bisnis
Anda.



Http://vibizlearning.com

9/16/2009

Dunia Usaha Bisnis




Memulai sebuah usaha, entah itu besar atau kecil memang gampang-gampang susah. Apalagi bagi kita yang belum pernah atau belum berpengalaman dalam bisnis. Sehingga tidak jarang ada yang tidak jadi memulai usaha gara-gara terlalu banyak berpikir ini itu. Namun arifin nova memberikan tips dalam blognya, yang ia beri judul 10 cara mudah mulai usaha.

1. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel,
pecinta kendaraan dan catering.

2. Terdesak kebutuhan, seperti phk, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin.

3. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut mlm. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses.

4. Inspirasi dari koran, tv, internet, obrolan teman kantor, ****i-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “wow”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda.

5. Melanjutkan
kegiatan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang.

6. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher hp, refil aqua, dan usaha konsultan.

7. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental ps, cleaning service,
klinik kecantikan dll.

8. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar.

9. Ikut coaching, diklat, training, dan lokakarya, seperti sablon, elektronika dan salon.

10. Tiru bisnis di tempat kerja, lalu buka usaha serupa.

Dukung kampanye stop dreaming start action



http://www.meryanti.com

9/15/2009

Kiat Untuk Menentukan Modal Usaha Toko



Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:
  1. Mulai dari yang anda sukai
    anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan anda cthnya
    souvenir store. Karena kalau sudah suka, anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan.
  2. Mulai dari yang anda kuasai
    atau bisa mencoba dengan membuka usaha
    fashion anak yang memang sudah anda kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian anda dalam pembukuan (akuntansi), anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil.
  3. Telusuri kemana uang anda pergi
    cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport,
    baju hongkong dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

Dukung kampanye stop dreaming start action


Http://www.perencanakeuangan.com

9/10/2009

3 Macam Produk Kredit Pinjaman dari Bank

Motif meminjam uang di masyarakat berbeda-beda. Ada orang yang meminjam untuk modal membuka usaha dan Bisnis Terbaik mereka. Ada juga orang yang meminjam untuk renovasi rumah, beli mobil baru, beli komputer dan lain sebagainya. Perbedaan motif inilah yang lalu membuat bank kemudian mencipta-kan berbagai macam produk pinjaman. Masing-masing produk dibuat untuk memenuhi tujuan yang berbeda. Pada dasarnya, ada tiga macam produk kredit. Yakni:

1. Kredit Usaha

2. Kredit Konsumsi

3. Kredit Serba Guna

Kredit Usaha adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain­lain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.

Sedangkan Kredit Konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.

Selain dua jenis kredit tadi, ada pula Kredit Serba Guna. Seperti tertulis di namanya, Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk memulai usaha baru seperti percetakan, bisnis Penerjemah Tersumpah dan dagang. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari Jaminan. Lo, bukankah meminjam uang dari bank biasanya harus pakai jaminan?

Betul. Pada umumnya, bila Anda ingin mendapatkan kredit, Anda harus menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut. Tentunya nilai Barang Jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam. Tapi pada produk Kredit Tanpa Agunan, Anda tidak harus menyerahkan Barang Jaminan kepada bank. Anda hanya disyaratkan untuk memiliki jumlah penghasilan tertentu setiap bulannya dan menyerahkan sejumlah bukti yang bisa menunjukkan bahwa Anda memang betul berpenghasilan sebesar jumlah yang disyaratkan.

Tentu saja, bagi bank bersangkutan, risiko gagal bayar dari nasabah akan menjadi lebih besar lagi karena bank tidak memiliki barang jaminan dari Anda dan bank juga tidak mengawasi akan digunakan untuk apa uang yang mereka pinjamkan kepada Anda itu (pada nomor-nomor mendatang kita akan membahas khusus tentang salah satu produk kredit tanpa Agunan yang sekarang sedang gencar dipasarkan di masyarakat).

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba meminjam uang dari bank? Untuk konsumsi maupun untuk usaha, mungkin? Eit, nanti dulu. Untuk bisa meminjam uang, tentunya ada sejumlah syarat yang harus Anda penuhi.

perencanakeuangan.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

9/09/2009

Memulai Jenis Usaha Super Market



Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:
  1. Mulai dari yang anda sukai
    anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan anda cth usaha
    miniatur kapal. Karena kalau sudah suka, anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan.
  2. Mulai dari yang anda kuasai
    atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah anda kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian anda dalam pembukuan (akuntansi), anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil cth
    duplikat kunci.
  3. Telusuri kemana uang anda pergi
    cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport,
    car rental bali dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

Dukung kampanye
stop dreaming start action


http://www.perencanakeuangan.com

9/08/2009

Tips Membuka Usaha Salon


Berikut tips membuka peluang bisnis :


1. Mulailah melihat segala hal disekitar anda yang bisa dijadikan lahan bisnis. Caranya tentu tidak dengan berdiam saja di rumah, anda dapat mengunjungi mall terdekat, pasar, tempat-tempat keramaian, bazar, pameran, dan lainnya.

2. Dari hasil kunjungan anda tempat-tempat di atas pasti anda melihat bahwa beragamnnya dagangan dan usaha orang lain. Bila anda tertarik untuk mempelajari salah satu diantaranya, maka mulailah dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi mengenai bisnis
Cutting Sticker tersebut.Bisa dengan mengunjungi langsung counter usaha atau mencarinya di internet.

3.Ketahui berapa modal yang dibutuhkan. Ini sangat berguna karena bila kita memang hanya memiliki sedikit modal, maka lebih baik cari usaha yang sedikit modal tapi padat karya.

4. Ketahui lokasi usaha
Translate Inggris yang cocok bagi usaha anda tersebut. Lokasi sangat mempengaruhi penjualan anda nantinya. Mengingat semakin strategis tempat yang kita miliki maka semakin besar peluang orang untuk mengunjunginya. Bila anda belum mampu menyewa tempat yang strategis maka lakukan beberapa hal yakni promosi

5. Promosi akan sangat berguna bagi anda yang baru memulai usaha
Percetakan Offset, karena dengan itu orang akan mengenal produk yang kita hasilkan dan tempat dimana mereka dapat membelinya.

6. Gunakan juga potongan harga atau discount bagi pembeli. Ini guna menarik pelanggan yang akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan usaha anda.

7. Berikan pelayanan yang memuaskan, misalnya memberikan garansi jika terjadi kerusakan, pembungkusan untuk kado, dll

8. Sediakan juga produk kita dalam bentuk dan ukuran yang beragam. Ini akan sangat berguna bagi anda yang memilih usaha pakaian jadi atau pun assesories pakaian.

Dukung kampanye stop dreaming start action


© Iwan Agustian




http://ariebhewhe.wordpress.com