Tampilkan postingan dengan label kredit tanpa agunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kredit tanpa agunan. Tampilkan semua postingan

6/03/2010

Keuntungan Kredit Tanpa Agunan


Pada awal tahun 2000-an, suatu lembaga keuangan perbankan asing mempelopori adanya konsep penyaluran kredit dengan sistem baru, yang mana meniadakan collateral sebagai persyaratanya yang sering dikenal dengan Kredit Tanpa Agunan / jaminan (KTA). Hadirnya KTA memberikan kemudahan tersendiri bagi para debitur yang mempunyai keterbatasan dalam ketentuan atau persaratan dalam hal collateral (jaminan). keuntungan dari KTA adalah memberikan kesempatan kepada nasabah untuk dapat menikmati fasilitas kredit dana tunai, tanpa menjaminkan asset berupa collateral yang mana dana tersebut dapat gunakan sebagai modal usaha, renovasi, investasi atau kebutuhan lainnya. Selain itu, suku bunganya pun kompetitif dengan sistem perhitungan bunga flat dan nasabah bebas menentukan jangka waktu (tenor) pengembaliannya disesuaikan dengan kemampuan angsurannya. KTA dapat dikategorikan sebagai kredit mikro berdasarkan nilai atau plafond yang diberikan, khususnya ditujukan untuk nasabah perseorangan atau usaha kecil menengah. Persyaratan dalam Kredit Tanpa Agunan pada umumnya mencakup analisis terhadap identitas perseorangan, legalitas usaha, kemampuan finansial dan historical credit sebelumnya.

Sumber : Iklanpos

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

5/26/2010

Langkah Jitu Mengajukan Kredit Tanpa Agunan


1. Jangan mengambil pinjaman atau kredit tanpa agunan karena ingin, melainkan bila memang ada kebutuhan yang mendesak, misalnya membayar tagihan rumah sakit sementara tak ada simpanan di tabungan.

2. Jangan memanfaatkan kredit tanpa agunan sebatas untuk membeli aset yang menurun harganya, seperti barang-barang elektronik. Begitu juga membeli mobil, berlibur, dan kebutuhan lain yang bersifat konsumtif.

3. Pastikan pembayaran cicilannya. Bila memang tersedia dana di tabungan, prioritaskan tabungan lebih dulu untuk melunasi tagihan tersebut sebelum mengajukan kta.

4. Jangan "memarkir" dana pinjaman kredit tanpa agunan ke dalam tabungan, karena bunga yang diterima dari tabungan pastilah jauh lebih kecil daripada beban bunga kredit yang harus dibayarkan. Bunga tabungan hanya berkisar 8%, sementara beban bunga kredit kta bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.

5. Pinjaman kta boleh digunakan untuk menutup tagihan kartu kredit, asalkan dengan asumsi bunga kta lebih rendah dibanding bunga yang diberlakukan bank penerbit kartu kredit. Bila anda masih tetap menggunakan kartu kredit secara berlebihan, solusi membayar tagihan dengan meminjam kta tetap tidak memberikan keamanan finansial untuk jangka panjang.

Jadi, segencar apa pun promosi yang dilakukan pihak bank, mereka tetap tidak dapat disalahkan. Kita sendirilah pengendali keuangan keluarga kita.

Female.kompas.com

5/05/2010

Tanpa Agunan Tetap Bisa Kredit



Masih soal kredit. Pada beberapa nomor yang lalu, kita telah membahas tentang produk-produk kredit di bank. Sekarang, saya akan membahas tentang produk kredit yang beberapa bulan terakhir ini cukup gencar dipromosikan: KREDIT TANPA AGUNAN.

Kita anggap saja Anda ingin membuka usaha yang berskala kecil, renovasi rumah, bayar uang muka kendaraan, atau bahkan untuk membeli komputer seperti permintaan anak Anda. Tapi Anda tidak punya uang. Padahal, keperluan tersebut di atas kelihatannya tidak bisa ditunda lagi. Kalau menunggu Anda mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, mungkin keperluan tersebut baru akan terbeli satu dua tahun lagi. Wah, kelihatannya tidak ada jalan lain. Anda harus pinjam uang. Pinjam ke teman atau keluarga, wahgengsi dong.

Mungkin Anda pun mulai mempertimbangkan untuk mencari pinjaman ke bank. Kemudian Anda datang ke bank dan bertemu dengan petugasnya (petugas bank yang kerjanya mengurusi produk kredit dikenal dengan istilah account officer). Si petugas itu mengatakan bahwa kalau Anda ingin mendapatkan pinjaman dari bank, Anda harus melengkapi persyaratannya. Salah satu syaratnya adalah dengan menjaminkan harta yang Anda miliki ­ seperti rumah dan mobil. Dengan demikian, kalau Anda kebetulan tidak bisa mengembalikan pinjaman, Anda bisa menyerahkan rumah atau mobil tersebut sebagai pengganti kredit Anda yang macet.

Anda lalu berpikir, wah saya sudah punya rumah dan mobil. Boleh juga nih, begitu pikir Anda. Oke deh. Anda lalu mengisi formulir aplikasi kredit yang diberikan bank kepada Anda. Anda mulai mengisi nama Anda, alamat, pekerjaan, termasuk nilai rumah atau mobil yang Anda miliki.

Tapi tunggu dulu. Setelah diperiksa, ternyata pihak bank menyimpulkan bahwa rumah atau mobil yang Anda jaminkan ternyata nilainya dianggap tidak cukup atau tidak sebanding dengan jumlah uang yang ingin Anda pinjam. Apa yang terjadi? Pinjaman Anda ditolak. Wah, kecewa berat deh.

Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang "cukup" untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan ­ lebih bagus lagi kalau ­ pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan.

Kredit Tanpa Agunan memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya. Sehingga kendati lebih fleksibel, komitmen Anda akan sama besar dengan jika Anda memiliki kewajiban pada produk pinjaman lain yang menyertakan jaminan.

Jadi, lihat dulu situasi dan kondisi keuangan Anda sebelum Anda mengambil Kredit Tanpa Agunan. Karena produk kredit ­ seharusnya ­ dibuat untuk memudahkan hidup Anda, bukan malah memperberat Anda. Selamat mempertimbangkan.

semuabisnis.com

4/20/2010

Kredit Tanpa Agunan: Lupakan Soal Jaminan



Kredit tanpa agunan makin diminati masyarakat. Selain prosesnya gampang, suku bunga yang ditawarkan juga lumayan rendah. Tapi ini hanya untuk mereka yang punya slip gaji.

Banyak pengusaha yang mengeluh lantaran bank begitu pelit dalam mengucurkan kreditnya. Tapi, hal itu tidak berlaku bagi masyarakat pekerja. Bagi mereka, meminjam duit ke bank kini makin mudah. Ibaratnya, hanya dengan modal slip gaji, masyarakat sudah bisa mendapatkan pinjaman yang besarnya mencapai puluhan juta rupiah tanpa agunan.

Sejauh ini, pertumbuhan Kredit Tanpa Agunan terbilang cepat. Lynn Ramli, Vice President StanChart, mengatakan bahwa kini jumlah debitor Kredit Tanpa Agunan mencapai 60 ribu nasabah. Target kami sekitar Rp 1,2 triliun per tahun, ujarnya. Sebagai bank yang pertama kali mengeluarkan produk ini tahun 1995 StanChart memang cukup agresif dalam menggarap pasar. Seorang pemasar Kredit Tanpa Agunan ketika dihubungi TRUST menuturkan bahwa dalam sebulan paling tidak dirinya bisa menggaet 50-100 nasabah baru.

Lantas bagaimana cara bank mengelola risiko kredit tanpa jaminan ini? Tidak mudah, memang. Tapi, untuk menghindari kemacetan, biasanya bank bertindak selektif dalam memilih nasabah. Selain harus berstatus karyawan tetap dan minimal sudah 2 tahun bekerja atau seorang pensiunan, bank juga membatasi kucuran kreditnya sesuai penghasilan si debitor. Di Bank Bukopin, misalnya, meski maksimal kredit yang ditawarkan sebesar Rp 100 juta, nasabah tidak bisa menarik pinjaman seenaknya. Jumlah pinjaman harus disesuaikan dengan besarnya gaji debitor.

TELITI SEBELUM BERUTANG
Makanya, untuk menghindari kemacetan, banyak bank yang lebih suka menyasar para karyawan. Selain pembayarannya lebih pasti ”karena langsung dipotong dari gaji bulanan tingkat macetnya juga lumayan kecil. Di BNI, yang macet tidak sampai 1%,kata Baiquni.

Tapi terlepas dari sikap hati-hati para bankir, kehadiran Kredit Tanpa Agunan jelas cukup menguntungkan bagi para pekerja yang membutuhkan. Meski demikian, ada baiknya debitor mencermati betul sebuah produk tanpa agunan yang ditawarkan oleh bank, misalnya menyangkut proses persetujuan kredit, jangka waktu kredit, tingkat suku bunga, persyaratan, dan beban biaya administrasi yang akan dibebankan oleh bank. Soal suku bunga, inilah hal terpenting yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan. Di beberapa bank yang mengeluarkan kredit tanpa agunan, tingkat suku bunganya berkisar 12%-20%, tergantung lamanya masa pinjaman.

Besaran bunga tadi jika dibandingkan dengan suku bunga kredit KPM (kredit kepemilikan mobil) atau KPR, tidak berbeda jauh. Khusus KPM, untuk mobil baru yang harganya di atas Rp 100 juta bunganya memang berkisar 5%-6% per tahun. Tapi untuk kredit mobil bekas—dengan harga di bawah Rp 100 juta bunganya bisa mencapai 11%-14,5%. Dengan faKredit tanpa Agunan itu, bukankah lebih menarik mengambil Kredit Tanpa Agunan. Selain bunganya tak beda jauh, debitor juga tidak disibukkan lagi dengan agunan (dalam bentuk BPKB atau sertifikat kepemilikan rumah) yang mesti ditahan oleh bank.

Tapi, kendati pemakaian Kredit Tanpa Agunan lebih fleksibel ketimbang produk pinjaman lainnya, ada baiknya situasi dan kondisi keuangan Anda dilihat dulu. Soalnya, yang namanya kredit tetap sama saja, setiap bulan harus membayar dalam jumlah tertentu. Jadi, sebaiknya, teliti betul-betul setiap tawaran pinjaman dari bank. Jangan sampai karena pencairannya relatif mudah, hidup justru makin terbebani. Bukankah produk kredit dibuat untuk memudahkan hidup dan bukan sebaliknya?

majalahtrust.com

3/31/2010

Teliti Sebelum Memilih Kredit Tanpa Agunan



Saat ini banyak bank-bank yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan. Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan pinjaman perorangan tanpa perlu menyerahkan barang untuk dijaminkan yang harus dilunasi selama jangka waktu tertentu plus bunganya. Jadi sebenarnya KTA ini hampir sama dengan kredit-kredit lainnya, bedanya KTA tidak mensyaratkan adanya agunan (jaminan). Kelebihan lainnya bunganya rendah dan proses untuk mendapatkannya relatif mudah. Biasanya kita hanya perlu menyerahkan slip gaji, NPWP, SIUP, fotokopi tabungan atau rekening koran, serta fotokopi KTP. Ketentuan lainnya adalah harus memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap per bulan. Namun ternyata tidak semua kondisi financial cocok menggunakan KTA. Contohnya seperti ini nih…

Untuk Pelunasan Kartu Kredit
Menggunakan KTA untuk pelunasan kartu kredit bisa jadi pilihan bagus. Karena dengan begitu, kita berpindah dari utang yg besar & tak jelas kapan lunasnya ke bentuk utang yg lebih “aman” baik dari segi bunga maupun jangka waktu. Namun yg perlu diingat, kita sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit lagi sebelum KTA lunas terlebih dahulu agar cicilan utang kita tidak menumpuk.

Untuk Modal Usaha
Menggunakan Kredit Tanpa Agunan untuk modal usaha tergolong berisiko apalagi usaha baru. Namun hal itu boleh dilakukan selama kita bisa memastikan hasil usaha nantinya cukup untuk melunasi cicilan KTA plus bunganya tiap bulan.

Untuk Down Payment Rumah atau Kendaraan
Menggunakan KTA untuk down payment rumah atau kendaraan (mobil/motor) tidak dianjurkan. Karena itu berarti, setelah itu kita harus membayar dua cicilan sekaligus untuk KTA dan cicilan rumah/kendaraan. JIka memang ingin membeli barang2 yg mewahl sebaiknya kita punya tabungan dulu yg cukup.

Untuk Liburan
Liburan termasuk kegiatan konsumtif yg tidak menghasilkan uang tambahan. Jadi sebaiknya tidak menggunakan KTA untuk dana liburan karena sepulang dari liburan kita bisa stress memikirkan cicilan yg harus dilunasi demi sesuatu yg hanya dinikmati beberapa hari. Jika memang ingin refreshing sebaiknya menabung dulu jauh-jauh hari dana khusus untuk liburan.

missjilbab.wordpress.com

1/26/2010

Makin Marak, Kredit Lewat Kartu Kredit



Perbankan semakin agresif memasarkan kredit tanpa agunan untuk konsumen. Berbagai trik dan strategi baru terus dilancarkan. Bunganya? Bisa dibanting.
kredit tanpa agunan untuk konsumen masih akan menjadi primadona perbankan di tahun tikus ini. Selain pasarnya masih lebar, potensi keuntungannya sungguh menggiurkan. Tapi, lantaran terlalu banyak bank yang terjun ke arena ini, persaingan pun menjadi bakal semakin ketat. Itu sebabnya, untuk mendapat kue yang besar, para bankir dituntut kreatif dalam memasarkan produknya.
Salah satu cara, misalnya, dengan memanfaatkan rekam jejak debitor kartu kredit. Belakangan ini, sejumlah bank begitu getol menawarkan pinjaman baru kepada pemegang kartu plastik itu berupa kredit tanpa agunan. Jika dibandingkan kartu kredit, bunganya jauh lebih miring.
Bank negara indonesia (bni) termasuk salah satu yang sudah menempuh strategi ini. Kepada nasabah kartu kreditnya, bank bumn ini, menawarkan kredit bank tanpa agunan dengan bunga 0,9% flat per bulan atau 10,8 persen per tahun. Beban bunga sebesar itu, jelas, lebih rendah ketimbang bunga di kartu kredit bni yang berkisar 2,85 persen per bulan atau 34,2 persen setahun.
Seorang staf pemasaran bank bni menuturkan, kredit tanpa agunan itu hanya diberikan kepada pemegang kartu kredit tertentu. Terutama mereka yang memiliki catatan kredit pinjaman positif. Besarnya dana yang diberikan, kata dia, disesuaikan dengan kemampuan membayar si nasabah.

Kredit baru tersebut selanjutnya akan masuk dalam account kartu kredit yang bersangkutan. "banyak nasabah yang menggunakan kredit baru ini untuk melunasi cicilan kartu kreditnya.

General manager bni card center oloan g manik, optimistis pinjaman yang disalurkan via kartu kredit bisa mencapai rp 500 miliar.
Bank danamon juga termasuk yang mempraktikkan jurus sejenis. Melalui kartu my own card plus, pemegang kartu juga berhak atas unsecured personal loans. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar antara rp5-rp150 juta untuk setiap nasabah.


Http://economy.okezone.com

12/23/2009

Pinjaman Bank Untuk Modal dan Cara Mendapatkannya


Saat ini, fasilitas pinjaman kredit bank yang ditawarkan oleh bank untuk keperluan modal usaha tidak hanya ditujukan bagi perusahaan, tetapi juga perorangan. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kita yang sedang mulai berwirausaha, dan ingin mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Sudah saatnya kita mengambil Pinjaman Bank sebagai alternatif, karena selain prosesnya tidak berbelit, suku bunganya pun cukup bersaing.

Kriteria penilaian dari bank mencakup lima hal yang disebut sebagai 5C:

1. Character. Menyangkut komitmen Anda sebagai pihak yang mengajukan permohonan pinjaman bank, bagaimana track record Anda, bagaimana gaya manajemen Anda (apakah one man show, keluarga, atau partnership).

2. Capital. Berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan, "Karena tidak mungkin seluruh modal berasal dari bank," kilah Ayu. Lalu struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).

3. Capacity. Yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).

4. Condition. Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).

5. Collateral. Apakah ada jaminan dari pinjaman bank, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).

Agar proposal pengembangan usaha Anda menarik minat bank, buatlah sedetail dan serealistis mungkin. Siapkan bahan presentasi secara singkat namun komprehensif, dengan poin-poin seperti:

1. Penjelasan tujuan pengembangan usaha.

2. Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci.

3. Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target.

4. Kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut.

5. Jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja.

6. Penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut.

7. Rencana penggunaan fasilitas kredit atau pinjaman bank, dan jadwal pengembaliannya.

Jadi, jika Anda memang berniat mengembangkan usaha, dan punya komitmen terhadap diri sendiri maupun terhadap Pinjaman Bank atas kelangsungan usaha Anda, tak ada lagi hal-hal yang perlu dikhawatirkan.

/female.kompas.com

12/04/2009

KTA Profesional Bumiputera Targetkan Rp50 M




Jakarta - pt bank bumiputera tbk menargetkan penyaluran kredit tanpa agunan profesional sebesar rp50 miliar. Pada tahap awal produk ini diberikan kepada dokter, notaris dan akuntan publik. Namun, di masa depan, produk ini akan diperluas bagi kalangan profesional lainnya.

"sesuai namanya, kalangan profesional yang dibidik adalah dokter, notaris dan akuntan publik. Produk ini pengembangan
kredit tanpa agunan sebelumnya dan pada tahun 2008 bisa menyalurkan kredit sebesar rp50 miliar. Kami optimistis tercapai dan minim risiko," kata mortgage division head bank bumiputera setio dewanto, di jakarta, kamis (26/6/2008).

Setio menuturkan, produk
kredit tanpa agunan ini menyediakan plafon rp100-150 juta dengan tawaran bunga yang menarik dan kompetitif dibandingkan bank lain. Selain itu, jangka waktu pinjaman satu hingga lima tahun dan sudah termasuk asuransi jiwa bagi nasabahnya.
"jika dirata-rata bunga kredit bank tanpa agunan profesional bumiputera sebesar 0,8 persen per bulan atau 16-18 persen per tahun. Bandingkan dengan bunga kartu kredit bahkan produk ini bisa untuk men take over kartu kredit," jelasnya.
Menurut setio, komposisi kredit bank tanpa agunan profesional bumiputera masih kecil dibandingkan dengan kpr yang per juni mencapai rp725 miliar dan hingga akhir tahun ditargetkan rp1 triliun. Selain itu, kredit pemilikan mobil (kpm) sebesar rp1,6 miliar, kredit multiguna sebesar rp425 miliar hingga akhir tahun 2008 dan kartu kredit rp80 miliar. Namun, perseroan tetap memperhatikan prinsip prudential banking maupun manajemen risiko dalam penyalurannya.

"meski tanpa agunan dan memiliki segmentasi nasabah terbatas, namun bumiputera ditunjang oleh data based dan sistem informasi debitor yang ketat. Jika ada calon nasabah yang masih memiliki kredit di bank lain, pasti ditolak. Apalagi yang masih menunggak," tegasnya.

Sedangkan untuk kredit pinjaman rumah , lanjut setio, permintaanya tetap tinggi, terutama september hingga desember. Untuk itu, perseroan menjalin kerjasama dengan pihak terkait menyediakan pembiayaan dan didukung oleh sistem online sehingga mempercepat prosesnya. Namun, perseroan tetap mencermati kemungkinan kenaikan harga bbm maupun suku bunga acuan bi rate tidak tembus 10 persen pada tahun ini.
"kpr bumiputera menyediakan plafon rp50 juta-5 miliar. Saya berharap kondisi bisa normal sehingga bi bisa menyesuaikan dan menurunkan kebijakan suku bunganya. Saat ini bunga kpr bumiputera sekitar 10,75-11,75 persen, tandasnya. (tomi sujatmiko/sindo/rhs)


Http://index.okezone.com

11/23/2009

Rasio Pinjaman



Rasio kredit tanpa agunan dan kredit bank tanpa agunan adalah perbandingan jumlah pinjaman dengan jumlah pendapatan anda. Rasio ini dapat memberi gambaran tentang kondisi keuangan anda. Rasio pinjaman ini merupakan persentase dari penghasilan bulanan bersih yang dipakai untuk membayar pinjaman dan biaya bulanan lainnya. Sebagai contoh: jumlahkan semua uang yang dibutuhkan untuk membayar pinjaman tiap bulan, termasuk biaya sewa atau cicilan rumah, lalu dibagi dengan penghasilan bersih anda (setelah dipotong pajak). Dengan demikian, semakin kecil rasio pinjaman anda, semakin besar pula uang yang bisa anda sisihkan untuk ditabung atau dipakai untuk keperluan lain.

Banyak ahli keuangan menyarankan agar rasio yang dipakai untuk membayar pinjaman dan kredit tanpa agunan dan kredit bank tanpa agunan tidak melebihi 15 hingga 20 persen dari pendapatan bersih, dan total pembayaran semua utang termasuk cicilan rumah sebaiknya tidak melebihi 40 persen dari pendapatan bersih anda. 10 kiat mengelola kredit

1. Pelajari isi perjanjian pinjaman tanpa agunan serta syarat dan ketentuan kredit yang berlaku
2. Pahami syarat dan ketentuan tersebut sebelum menyetujui kredit pinjaman atau mengajukan aplikasi kredit
3. Sisihkan uang dari penghasilan bulanan untuk kebutuhan darurat
4. Tetapkan dan patuhi batas pengeluaran setiap bulan
5. Berhati-hati ketika berbelanja dengan kartu kredit atau cicilan, layaknya berbelanja dengan uang tunai
6. Jangan mengambil pinjaman dengan cicilan bulanan yang melebihi kemampuan anda
7. Bayar tagihan pinjaman tanpa agunan tepat waktu untuk menghindari denda dan menjaga beban bunga agar tetap rendah
8. Kelola pengeluaran harian anda dengan baik, sehingga tidak mengganggu pembayaran tagihan kredit anda
9. Simpan semua informasi kartu kredit (termasuk nomor telepon penerbit kartu kredit) di tempat yang aman dimana akan berguna apabila kartu anda hilang atau dicuri
10. Simpan semua bukti pembayaran dan bandingkan semua biaya ketika tagihan datang. Untuk kartu kredit pinjaman, jika ada kesalahan, hubungi penerbit kartu kredit secepatnya.



Http://www.citibank.co.id

10/29/2009

Tips Agar Tidak Terjebak Kredit Tanpa Agunan



1. Jangan mengambil pinjaman karena ingin, melainkan bila memang ada kebutuhan yang mendesak, misalnya membayar tagihan rumah sakit sementara tak ada simpanan di tabungan.

2. Jangan memanfaatkan pinjaman sebatas untuk membeli aset yang menurun harganya, seperti barang-barang elektronik. Begitu juga membeli mobil, berlibur, dan kebutuhan lain yang bersifat konsumtif.

3. Pastikan pembayaran cicilannya. Bila memang tersedia dana di tabungan, prioritaskan tabungan lebih dulu untuk melunasi tagihan tersebut sebelum mengajukan Kredit Tanpa Agunan.

4. Jangan "memarkir" dana pinjaman Kredit Tanpa Agunan ke dalam tabungan, karena bunga yang diterima dari tabungan pastilah jauh lebih kecil daripada beban bunga kredit yang harus dibayarkan. Bunga tabungan hanya berkisar 8%, sementara beban bunga kredit Kredit Tanpa Agunan bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.

5. Pinjaman Kredit Tanpa Agunan boleh digunakan untuk menutup tagihan kartu kredit, asalkan dengan asumsi bunga Kredit Tanpa Agunan lebih rendah dibanding bunga yang diberlakukan bank penerbit kartu kredit. Bila Anda masih tetap menggunakan kartu kredit secara berlebihan, solusi membayar tagihan dengan meminjam Kredit Tanpa Agunan tetap tidak memberikan keamanan finansial untuk jangka panjang.

Jadi, segencar apa pun promosi yang dilakukan pihak bank, mereka tetap tidak dapat disalahkan. Kita sendirilah pengendali keuangan keluarga kita.

kompas.com

10/13/2009

Kehadiran Kredit Tanpa Agunan ala Bank Syariah



Sulitnya mendapatkan Kredit Tanpa Agunan mulai dirasakan banyak pihak. Saat ini, memang banyak sekali penawaran kredit tetapi untuk mendapatkan kredit tanpa agunan membutuhkan perjuangan yang cukup sulit. Perbankan syariah pun sudah mengeluarkan pembiayaan tanpa agunan, salah satunya BSM melalui programnya BSM Implan yang merupakan pembiayaan konsumer dalam satuan valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahaan dengan limit pembiayaan hingga Rp 25 juta.

Secara prinsip, seharusnya pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah kepada kalangan nasabah diharuskan memiliki jaminan bahwa dana tersebut akan dikembalikan kepada bank sesuai perjanjian. Keberadaan kredit tanpa agunan digunakan untuk mencegah masalah yang kemungkinan akan terjadi dihari selanjutnya.

Namun, sejujurnya pihak perbankan tidak mengharapkan eksekusi atas jaminan tersebut. Terdapat berbagai bentuk jaminan yang dapat diberikan pihak nasabah kepada perbankan untuk memperoleh kepercayaan bank baik berupa kebendaan maupun non kebendaan, antara lain : tagihan atas penjualan produk, L/C, kontrak proyek yang sedang dikerjakan, serta penjaminan.

Keberadaan kredit tanpa agunan pada perbankan syariah disesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Namun, keberadaan agunan seringkali menjadi permasalahan terutama apabila tidak memiliki agunan yang dapat dijaminkan untuk memperoleh pinjaman. Oleh karena itu pihak perbankan syariah akan melakukan penyeleksian nasabah guna menghindari terjadinya non performing financing yang berlebihan. Fungsi dari jaminan ini sebagai aspek safety bagi perbankan dan juga bentuk ikatan kepercayaan.

Khusus untuk bank syariah, pinjaman tanpa agunan dikenal dengan istilah Al-Qhardul Hasan yang umumya diberikan kepada pengusaha kecil yang baru tumbuh selain itu terdapat pula KUR yang diberikan bank syariah. Proses mendapatkan KUR tanpa agunan berdasarkan syariah sangat tidak mudah dilakukan di Indonesia dan juga sangat jarang jika dibandingkan dengan KUR dengan agunan. Bahkan, kredit yang diluncurkan oleh BSM sebagaimana yang telah ***tarakan diatas juga memerlukan proses yang sulit.

Namun, dengan perkembangan sistem keuangan syariah yang semakin kompleks juga akan menyebabkan kredit tanpa agunan tersebut mudah untuk didapatkan dan juga terkait dengan pengelolaan pembiayaan pada sektor kecil semakin kudah.

Selain itu, pembiayaan barang juga tidak memerlukan agunan khusus karena barang tersebut yang akan dijadikan sebagai agunan. Jika terjadi masalah terkait dengan pembayaran, maka barang tersebut dapat dijual kembali tanpa adanya biaya atau bunga sebagaimana yang berlaku pada perbankan konvensional. Disinilah titik pembeda antara kedua sistem perbankan tersebut.

Jika kredit tanpa agunan ini dipermudah maka akan menyebabkan pertumbuhan yang semakin baik pada penyaluran kredit perbankan. Namun, perlu diingat bahwa ekspansi yang dilakukan ini jangan terlalu berlebihan karena akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti meningkatkan non performing financing dari bank syariah. Tentunya, sebagai debitor sangat menunggu kemudahan kredit tanpa agunan ini.

vibiznews.com

10/08/2009

Cara Menakar Kredit Tanpa Agunan



Seorang pembaca bertanya, apa untung ruginya mengambil kredit dengan agunan dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang saat ini marak ditawarkan bank. Sepintas lalu pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah bahwa selama memungkinkan, kita sebaiknya meminjam tanpa agunan.

Kita ketahui bersama kredit dengan agunan mempunyai kendala pada agunan yang dimiliki seseorang dan nilai pasarnya. Seseorang yang hanya mempunyai agunan senilai Rp200 juta tidak mungkin dapat memperoleh pinjaman lebih besar dari angka itu, dan mereka yang tidak mempunyai harta tetap jangan pernah berharap kredit ini.

Selain itu, kredit dengan agunan membawa risiko jika debitur tidak mampu melunasi pinjamannya karena agunan akan dijual paksa oleh bank untuk menutupi kerugiannya.

Tidak demikian dengan kredit tanpa agunan (KTA) yang sepertinya tersedia untuk semua orang, baik yang mempunyai harta tetap maupun yang tidak. kredit tanpa agunan juga tidak mengandung risiko di mata peminjam karena tidak adanya harta tetap debitur yang akan dilelang bank. Pandangan kredit tanpa agunan selalu lebih menguntungkan ini tidak sepenuhnya benar. Untuk tidak salah menilai produk ini, cobalah melihatnya dari sisi bank.

Jika di mata debitur kredit tanpa agunan relatif tidak berisiko, di mata kreditur kredit tanpa agunan sangat berisiko. Kecuali program bantuan pemerintah dan aksi filantrofi bank untuk kaum ekonomi lemah dan usaha mikro, mestinya tidak ada bank yang bersedia menyalurkan kredit tanpa pengaman dan ikatan yang diperlukan.

Ilustrasinya adalah, tanpa adanya agunan, untuk memperoleh spread atau net interest margin yaitu selisih suku bunga kredit dan suku bunga simpanan sebesar 6%, bank harus bersedia menghadapi kemungkinan 100% dananya tidak kembali. Hampir tidak ada bisnis lain yang risiko kerugiannya setinggi ini. Kebobolan uang hingga 100% ini tidak terjadi jika bank memegang agunan. Inilah sebab utama bank mensyaratkan agunan atau jaminan untuk kredit yang disalurkannya.

Menyadari besarnya risiko kredit tanpa agunan ini, sangat beralasan jika bank mematok bunga tinggi untuk kredit ini, sesuai dengan kredo high risk, high return. Salah satu contoh kredit tanpa agunan yang ada di sekitar kita tanpa persyaratan apa-apa adalah utang kartu kredit. Apakah Anda memperhatikan kalau bunganya mencapai 3,5%-4% per bulan dan kredit macetnya belasan persen? Dibandingkan dengan bunga kredit lainnya seperti kredit modal kerja, kredit investasi, KPR, KPA, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) dari bank yang sama, suku bunga sebesar ini tiga hingga empat kali lipatnya.

Untuk tidak memberatkan nasabahnya, jumlah maksimum kredit tanpa agunan yang dapat diambil seorang karyawan umumnya tidak lebih dari 9 bulan gaji bersihnya. Masa angsuran dan besarnya angsuran bulanan juga dibatasi yaitu paling lama 5 tahun dengan besar angsuran tidak lebih dari sepertiga gaji bersih.

Intinya, seperti utang kartu kredit yang mengandalkan iktikad baik para pemegangnya, kredit tanpa agunan juga didasarkan pada kepercayaan bank terhadap Anda dan institusi tempat Anda bekerja.

Tip dari saya, premi tambahan untuk suku bunga kredit tanpa agunan (KTA) itu kegedean. Jika Anda punya akses ke pinjaman dengan agunan, mengambil kredit tanpa agunan adalah tidak cerdas.

inaplas.org

9/29/2009

Tips Memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan

Perlu Anda ketahui, bahwa bila Anda ingin meminjam uang sebesar, misalnya Rp 70 dari bank, maka Anda tidak akan mendapatkan pinjaman itu bila harta yang Anda jaminkan cuma bernilai Rp 50. Bahkan kalau harta Anda tersebut nilainya Rp 70 juga, maka Anda tetap belum bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 70 tersebut dari bank. Anda baru akan mendapatkan pinjaman itu kalau nilai jaminan Anda sekitar Rp 100. Jadi, nilai harta jaminan Anda harus lebih besar daripada jumlah uang yang Anda pinjam.

Selain itu, bank juga memiliki sejumlah pertimbangan lain dalam menilai jaminan Anda, seperti bagaimana kondisinya, lokasinya, nilai penyusutannya, keabsahan dokumennya, dan lain sebagainya sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa harta yang Anda jaminkan tersebut tidak berisiko, cukup layak, dan bisa dijual dengan mudah.

Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang "cukup" untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan ­ lebih bagus lagi kalau ­ pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA).

Wah, enak ya? Kita bisa pinjam uang tanpa perlu menjaminkan harta yang kita miliki. Betul, memang enak. Pada saat ini sudah ada beberapa bank yang mengeluarkan produk KTA. Sebagian dari Anda mungkin sudah sering melihat produk seperti ini diiklankan besar-besar di pinggir jalan, atau bahkan di media massa.

Kredit Tanpa Agunan dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun.

KTA atau Pinjaman Tanpa Jaminan dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, buka Studio Foto membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya.

Bisa juga Anda memanfaatkan KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA.

Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA.

Dengan demikian, KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda. Walaupun demikian, saya tidak menyarankan Anda mengambil KTA jika kebutuhan yang harus Anda biayai tersebut masih bisa dicukupi dengan dana Anda saat ini.

KTA memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya.

Jadi, lihat dulu situasi dan kondisi keuangan Anda sebelum Anda mengambil KTA. Karena produk kredit ­ seharusnya ­ dibuat untuk memudahkan hidup Anda, bukan malah memperberat Anda. Selamat mempertimbangkan.

perencanakeuangan.com

9/17/2009

Tips Ajukan Pinjaman Kredit

Buat anda yang ingin mengajukan kredit pinjaman untuk modal usaha atau (Percetakan Offset ) untuk keperluan lain seperti pernikahan,rumah, dan lain-lain.

- Cari bank atau perusahaan multifinance dengan brand image baik. Pasalnya, selama masa pinjaman belum berakhir BPKB ada di tangan perusahaan penyedia jasa tersebut. Alhasil dengan background bank atau multifinance yang baik membuat BPKB aman.

- Pilih besaran bunga yang terbaik. Caranya dengan lakukan komparasi table bunga yang kerap disediakan dealer. Bila perlu tawar kembali bunga itu lebih rendah.

- Perimbangkan pula kecepatan dalam hal pengajuan Kredit Tanpa Agunan. Jangan tergiur iming-iming penyedia jasa pinjaman yang menyetujui kredit dalam hitungan menit. Umumnya, persetujuan itu bersifat sementara selama dokumen-dokumen masih disiapkan pihak pengaju kredit. Namun, saat ini proses pengajuan kredit paling cepat dalam hitungan jam.

- Bila perlu cari penyedia jasa pinjaman (Partisi Pameran) yang memiliki formula-formula menguntungkan. Semisal balloon payment, smart loan, two in one (cicilan rumah sekaligus mobil), dan DP plus deposito.

dipostar.web.id

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

9/09/2009

Memaksimalkan Pinjaman Uang Untuk Pernikahan

Saat pernikahan adalah hari yang dinantikan bagi setiap calon pengantin. Tapi untuk menciptakan pesta yang meriah dan berkesan tidaklah semudah janji yang ***capkan oleh sepasang pengantin ketika akan mengikat dirinya sebagai suami istri. Sebab memerlukan perencanaan yang matang mengenai ketersediaan dana hingga pengeluaran yang memang harus dilakukan.

Pembagian porsi tanggung jawab dalam menangani persiapan dan pendanaan, biasanya tidak hanya melibatkan kedua calon mempelai tetapi juga kerabat terdekat mereka. Semua itu tergantung dari kesepakatan dan kemampuan semua pihak. Bahkan tak jarang mereka membuka Pinjaman Tanpa Jaminan agar dapat melaksanakan pesta sesuai dengan yang diingikan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Kalkulasikan besarnya kebutuhan bahkan kalau perlu ditekan seminimal mungkin tanpa harus meninggalkan esensi pernikahan. Setelah menetapkan pengeluaran yang rasional, lanjutkan dengan perhitungan dengan dana yang dimiliki dan semua kemungkinan potensi penerimaan, seperti bantuan atau sumbangan dari kerabat atau sahabat. Maka besarnya pinjaman yang dilakukan adalah selisih antara total anggaran pengeluaran dengan jumlah potensial yang dimiliki. Pinjaman tersebut bisa di gunakan untuk kebutuhan pernikahan seperti Musik Organ, catering dan biaya pengiriman barang Cargo Logistic untuk alat perlengkapan pesta.

Kemudian inventarisasikan tanggung jawab untuk masa depan. Yaitu dengan memberikan kesepakatan umum antara calon pasangan pengantin dan pihak kedua sebagai penyedia dana menyangkut pola pengembalian diantaranya jumlah peminjaman, besar bunga, serta jumlah minimal pembayaran setiap bulannya. Semua kewajiban disusun dalam bentuk tabulasi untuk memudahkan dalam mengevaluasi.

Selanjutnya lakukan disiplin dalam mengendalikan pembayaran. Perhitungkan semua potensi yang dapat digunakan untuk melunasi kewajiban berbunga tinggi dan bandingkan nilai ekonomisnya bila potensi tersebut disimpan dalam bentuk lain.

f-buzz.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang