Tampilkan postingan dengan label pinjaman uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pinjaman uang. Tampilkan semua postingan

4/28/2010

Tips Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Dari Bank



Dalam memulai berbisnis maupun mengembangkan bisnis. tentunya kita membutuhkan modal yang tidak sedikit. salah satu sumber modal yang dapat kita pakai adalah meminjam di bank, untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank tidak semudah seperti kelihatannya. berikut ini tips untuk mendapat pinjaman modal dari Bank.

1. Berkonsisten untuk menjadi orang baik
2. Berkenalan dengan banyak orang-orang bank
3. Memperkenalkan bisnis atau usaha yang anda jalani
4. Menjaga Hubungan dengan rekan-rekan yang terkait
5. Terus mengembangkan bisnis atau usaha yang sedang dijalani
6. Menabung Properti untuk pinjaman bank menggunakan agunan
7. Jaga transaksi bisnis anda dengan menggunakan perbankan
8. Mengajukan kredit ke banyak bank
9. Pergunakan dana pinjaman modal yang anda peroleh dengan hati hati.

wildan.eltika.net

4/20/2010

Kredit Tanpa Agunan: Lupakan Soal Jaminan



Kredit tanpa agunan makin diminati masyarakat. Selain prosesnya gampang, suku bunga yang ditawarkan juga lumayan rendah. Tapi ini hanya untuk mereka yang punya slip gaji.

Banyak pengusaha yang mengeluh lantaran bank begitu pelit dalam mengucurkan kreditnya. Tapi, hal itu tidak berlaku bagi masyarakat pekerja. Bagi mereka, meminjam duit ke bank kini makin mudah. Ibaratnya, hanya dengan modal slip gaji, masyarakat sudah bisa mendapatkan pinjaman yang besarnya mencapai puluhan juta rupiah tanpa agunan.

Sejauh ini, pertumbuhan Kredit Tanpa Agunan terbilang cepat. Lynn Ramli, Vice President StanChart, mengatakan bahwa kini jumlah debitor Kredit Tanpa Agunan mencapai 60 ribu nasabah. Target kami sekitar Rp 1,2 triliun per tahun, ujarnya. Sebagai bank yang pertama kali mengeluarkan produk ini tahun 1995 StanChart memang cukup agresif dalam menggarap pasar. Seorang pemasar Kredit Tanpa Agunan ketika dihubungi TRUST menuturkan bahwa dalam sebulan paling tidak dirinya bisa menggaet 50-100 nasabah baru.

Lantas bagaimana cara bank mengelola risiko kredit tanpa jaminan ini? Tidak mudah, memang. Tapi, untuk menghindari kemacetan, biasanya bank bertindak selektif dalam memilih nasabah. Selain harus berstatus karyawan tetap dan minimal sudah 2 tahun bekerja atau seorang pensiunan, bank juga membatasi kucuran kreditnya sesuai penghasilan si debitor. Di Bank Bukopin, misalnya, meski maksimal kredit yang ditawarkan sebesar Rp 100 juta, nasabah tidak bisa menarik pinjaman seenaknya. Jumlah pinjaman harus disesuaikan dengan besarnya gaji debitor.

TELITI SEBELUM BERUTANG
Makanya, untuk menghindari kemacetan, banyak bank yang lebih suka menyasar para karyawan. Selain pembayarannya lebih pasti ”karena langsung dipotong dari gaji bulanan tingkat macetnya juga lumayan kecil. Di BNI, yang macet tidak sampai 1%,kata Baiquni.

Tapi terlepas dari sikap hati-hati para bankir, kehadiran Kredit Tanpa Agunan jelas cukup menguntungkan bagi para pekerja yang membutuhkan. Meski demikian, ada baiknya debitor mencermati betul sebuah produk tanpa agunan yang ditawarkan oleh bank, misalnya menyangkut proses persetujuan kredit, jangka waktu kredit, tingkat suku bunga, persyaratan, dan beban biaya administrasi yang akan dibebankan oleh bank. Soal suku bunga, inilah hal terpenting yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan. Di beberapa bank yang mengeluarkan kredit tanpa agunan, tingkat suku bunganya berkisar 12%-20%, tergantung lamanya masa pinjaman.

Besaran bunga tadi jika dibandingkan dengan suku bunga kredit KPM (kredit kepemilikan mobil) atau KPR, tidak berbeda jauh. Khusus KPM, untuk mobil baru yang harganya di atas Rp 100 juta bunganya memang berkisar 5%-6% per tahun. Tapi untuk kredit mobil bekas—dengan harga di bawah Rp 100 juta bunganya bisa mencapai 11%-14,5%. Dengan faKredit tanpa Agunan itu, bukankah lebih menarik mengambil Kredit Tanpa Agunan. Selain bunganya tak beda jauh, debitor juga tidak disibukkan lagi dengan agunan (dalam bentuk BPKB atau sertifikat kepemilikan rumah) yang mesti ditahan oleh bank.

Tapi, kendati pemakaian Kredit Tanpa Agunan lebih fleksibel ketimbang produk pinjaman lainnya, ada baiknya situasi dan kondisi keuangan Anda dilihat dulu. Soalnya, yang namanya kredit tetap sama saja, setiap bulan harus membayar dalam jumlah tertentu. Jadi, sebaiknya, teliti betul-betul setiap tawaran pinjaman dari bank. Jangan sampai karena pencairannya relatif mudah, hidup justru makin terbebani. Bukankah produk kredit dibuat untuk memudahkan hidup dan bukan sebaliknya?

majalahtrust.com

3/22/2010

Mengenal Jenis Pinjaman Modal



Sebagian besar dari Anda, ketika mendengar kata pinjaman, pasti langsung mengasosiasikannya dengan kredit bank. Tidak salah memang, tetapi yang dimaksud dengan pinjaman jauh lebih luas dari sekadar kredit bank. Sebagaimana telah ***las dirubrik ini, mencari pinjaman untuk berinvestasi bukanlah hal buruk, sepanjang kegunaannya untuk kegiatan produktif dan dari kegiatan tersebut pinjaman bisa dibayar kembali.

Memang, kelazimannya, pinjaman dalam bentuk nonkredit lebih sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan. Misalnya, perusahaan menerbitkan obligasi atau surat utang jangka panjang dan kemudian dijual kepada masyarakat atau pihak yang berminat. Namun, pinjaman model seperti itu hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah berjalan dan memenuhi berbagai persyaratan yang cukup rumit. Lantas, bagaimana dengan perusahaan baru atau bahkan perusahaan perorangan? Apakah tidak ada alternatif lain dalam mencari pinjaman, selain dalam bentuk kredit bank? Jelas ada.

Dalam konsep manajemen keuangan, pencarian modal untuk berbisnis sebenarnya bisa dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah dengan modal sendiri. Ini yang sangat lazim terjadi. Selanjutnya, jika perusahaan sudah mulai jalan, untuk mencari modal tambahan bisa saja menggunakan modal ventura (venture capital).

Dalam realitasnya, apa yang dipaparkan di atas tentu saja tidak semudah dibayangkan. Untuk mencari modal dari venture capital, misalnya, pemilik usaha harus mempunyai konsep usaha dan bisnis yang jelas. Selain itu, proyek atau bisnis yang hendak dikembangkan memang memiliki prospek yang bagus.

Oke, lantas bagaimana jika ternyata alternatif sumber dana dalam bentuk Pinjaman Modal dari berbagai lembaga tersebut sulit untuk diperoleh? Apakah kemudian pasrah? Jelas tidak. Ada beberapa alternatif sumber dana untuk memperoleh pinjaman yang sebenarnya relatif paling mudah, tetapi sering kali luput dari perhatian. Salah satunya adalah lembaga pegadaian. Lembaga ini dulu sering kali ditafsirkan hanya melayani ”orang-orang susah” yang butuh uang. Dan, kalangan ini, demi memperoleh pinjaman boleh menggadaikan apa saja, mulai dari emas, motor, radio, televisi, sampai sarung.

Yang harus diperhatikan dalam memperoleh pinjaman dari pegadaian sebenarnya adalah bahwa pinjaman tersebut mesti bersifat sementara. Artinya, jangan dijadikan sebagai sumber dana jangka panjang.

Apa yang dimaksud dengan sumber dana pinjaman yang bersifat lebih lunak? Pinjaman yang semata-mata didasarkan atas kepercayaan. Konkretnya, pernahkah Anda berpikir untuk mendapatkan pinjaman dari orang-orang terdekat Anda? Pinjaman dari om, tante, kakak, adik, sepupu, sahabat, dan lain sebagainya?

Sederhana saja. Dalam mekanisme Pinjaman Modal ada hak dan kewajiban. Hal tersebut mesti dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang berkekuatan hukum. Jadi, ada tanggung jawab hukum bagi kedua belah pihak. Mungkin, Anda akan bertanya, kok pinjaman sama teman saja mesti pakai kesepakatan tertulis? Anda bisa berpendapat seperti itu karena saat ini belum ada masalah. Coba kalau di kemudian hari ada masalah, pasti akan sangat merepotkan karena hak dan kewajiban yang diperjanjikan tidak tertuang secara tertulis. Jadi, sekali lagi, pinjaman kepada sanak saudara pun sebaiknya dituangkan dalam perjanjian. Lalu, disebutkan semua hak dan kewajiban, termasuk konsekuensi jika Anda wan prestasi dalam membayar kewajiban tersebut.

cetak.kompas.com

3/17/2010

Tips Mengajukan Kredit Tanpa Agunan





1. Jangan mengambil pinjaman atau kredit tanpa agunan karena ingin, melainkan bila memang ada kebutuhan yang mendesak, misalnya membayar tagihan rumah sakit sementara tak ada simpanan di tabungan.
2. Jangan memanfaatkan kredit tanpa agunan sebatas untuk membeli aset yang menurun harganya, seperti barang-barang elektronik. Begitu juga membeli mobil, berlibur, dan kebutuhan lain yang bersifat konsumtif.
3. Pastikan pembayaran cicilannya. Bila memang tersedia dana di tabungan, prioritaskan tabungan lebih dulu untuk melunasi tagihan tersebut sebelum mengajukan kta.
4. Jangan "memarkir" dana pinjaman kredit tanpa agunan ke dalam tabungan, karena bunga yang diterima dari tabungan pastilah jauh lebih kecil daripada beban bunga kredit yang harus dibayarkan. Bunga tabungan hanya berkisar 8%, sementara beban bunga kredit kta bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.
5. Pinjaman kta boleh digunakan untuk menutup tagihan kartu kredit, asalkan dengan asumsi bunga kta lebih rendah dibanding bunga yang diberlakukan bank penerbit kartu kredit. Bila anda masih tetap menggunakan kartu kredit secara berlebihan, solusi membayar tagihan dengan meminjam kta tetap tidak memberikan keamanan finansial untuk jangka panjang.
Jadi, segencar apa pun promosi yang dilakukan pihak bank, mereka tetap tidak dapat disalahkan. Kita sendirilah pengendali keuangan keluarga kita.

Female.kompas.com

3/02/2010

Memahami Jenis Bunga Pinjaman Bank



Anda ingin mengajukan Pinjaman Modal untuk usaha anda ke bank? Sebaiknya Anda mengetahui jenis bunga pinjaman uang ke bank memang karena setiap pinjaman anda akan selalu diikuti dengan bunga. Sementara berbeda tipe pinjaman, beda pula tipe bunganya. Agar tak terjerat bunga pinjaman, kenali jenisnya:

1. Bunga tetap (fixed interest)
Suku bunga ini akan berubah selama periode tertentu sesuai kesepakatan. Jika suku bunga pasar berubah (naik atau turun), bank atau lembaga pembiayaan akan tetap konsisten pada suku bunga yang telah ditetapkan.

2. Bunga mengambang (floating interest)
Suku bunga akan mengikuti naik-turunnya suku bunga pasar. Jika suku bunga pasar naik, maka bunga kredit pun akan ikut naik. Demikian pula sebaliknya. Sistem ini diterapkan pada KPR, kredit Pinjaman Modal kerja, usaha, dan investasi.

3. Bunga flat (flat interest)
Pada sistem ini, jumlah pembayaran utang pokok dan bunga kredit besarnya sama tiap bulan. Bunga ini diperuntukkan kredit jangka pendek seperti kredit kendaraan dan KTA.

4. Bunga efektif (effective interest)
Perhitungan beban bunga dihitung setiap akhir periode pembayaran angsuran berdasarkan saldo pokok. Jadi, beban bunga akan semakin menurun setiap bulan karena pokok utang jadi berkurang.

5. Bunga anuitas (anuity interest)
Dalam perhitungan anuitas, porsi bunga pada masa awal sangat besar, sedangkan porsi angsuran pokok sangat kecil. Namun, mendekati akhir masa kredit, keadaan akan berbalik.

female.kompas.com

2/03/2010

Strategi Memperoleh Pinjaman Modal Dari Bank


Namun tentunya bank tidak begitu saja akan mengabulkan permohonan pengajuan
pinjaman modal, baik perorangan maupun korporat. Lalu apa yang menjadi bahan pertimbangan bank? Apakah jenis usaha mempengaruhi penilaian dari bank? Menurut ayu sari wulandari, business development group head divisi usaha kecil bni, jenis usaha sebenarnya tidak dipermasalahkan.
“industri kreatif pun, seperti pengembangan it, atau online marketing, juga bisa mendapatkan modal dari bank. Yang penting adalah, buat business plan yang baik, lengkap dengan kajian perencanaan jangka panjang, siapa target market-nya, dan lain sebagainya,” jelas ayu dalam seminar sukses wirausaha yang diselenggarakan majalah femina di balai kartini, sabtu (18/4).

Kriteria penilaian dari bank mencakup lima hal yang disebut sebagai 5c:

1. Character.
Menyangkut komitmen anda sebagai pihak yang mengajukan permohonan pinjaman modal, bagaimana track record anda, bagaimana gaya manajemen anda (apakah one man show, keluarga, atau partnership).

2. Capital.
Berapa besar dana pribadi yang anda keluarkan, “karena tidak mungkin seluruh modal berasal dari bank,” kilah ayu. Lalu struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) Dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).

3. Capacity.
Yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).

4. Condition.
Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).

5. Collateral.
Apakah ada jaminan , baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).



Http://qnoyzone.blogdetik.com

12/29/2009

Hal Yang Harus Di Perhatikan Saat Melakukan Pinjaman



Pada artikel yang lalu, anda telah 'diajak' untuk mengenal rupa-rupa produk
pinjaman dana / pinjaman dana tunai di bank. Sekarang, kita akan menelusuri lebih jauh tentang apa saja syarat-syarat untuk mengajukan kredit pinjaman dana / pinjaman dana tunai di bank.

Bank sebagai pihak yang meminjamkan dana disebut juga dengan kreditur. Sementara pihak yang
pinjaman dana usaha dari bank disebut debitur.pada umumnya, bank membagi debiturnya ke dalam dua golongan besar,yaitu debitur perorangan dan debitur perusahaan. Berikut ini adalah persyaratan dari bank dari sesuai golongannya debiturnya.

Debitur perorangan terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi. Nah, dari tiap-­tiap profesi, pasti memiliki ciri khas sendiri. Oleh karena itu, oleh bank dibedakan lagi menjadi tiga golongan, yaitu wirausahawan, karyawan, dan profesional. Adapun, syarat-syaratnya adalah sebagai berikut :
1. Kopi identitas diri (ktp , sim, atau paspor)
2. Kopi akte nikah (bagi yang sudah menikah)

Gunanya untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri atau bukan, sehingga baik istri atau suami debitur dapat dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank.

3. Kopi kartu keluarga.
Gunanya untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup orang lain selain dirinya sendiri.

4. Kopi rekekening koran/rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara 6 s/d 3 bulan terakhir. Gunanya agar bank bisa melakukan analisa keuangan calon debiturnya

5.kopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan buat calon debitur yang bekerja di suatu perusahaan, pemerintah maupun swasta. Gunanya untuk memastikan bahwa calon debitur memang bekerja di situ dan memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.
Debitur badan perusahaan
Debitur pinjaman dana usaha yang satu ini berbentuk perusahaan seperti cv atau pt. Adapun persyaratannya, antara lain adalah :
-kopi identitas diri dari para pengurus perusahaan (direktur & komisaris)
-kopi npwp (nomor pokok wajib pajak)
-kopi siup (surat ijin usaha perdagangan )-kopi akte pendirian perusahaan dari notaris
-kopi tdp (tanda daftar perusahaan)
-kopi rekening koran/giro atau buku tabungan di bank manapun selama 6 s/d 3 bulan terakhir.
-data keuangan lainnya, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan & pembelian harian, dan data pembukuan lainnya.
-kopi surat-sutar tersebut akan digunakan oleh bank untuk memeriksa keabsahan / legalitas antara apa yang tercantum di akte pendirian dengan bidang usahanya, segala surat perizinannya dan kewajiban pajaknya terhadap negara. Selain itu, surat tersebut juga berguna buat bank untuk melakukan berbagai analisa keuangan terhadap calon debiturnya.



Http://www.conectique.com

9/29/2009

Tips Memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan

Perlu Anda ketahui, bahwa bila Anda ingin meminjam uang sebesar, misalnya Rp 70 dari bank, maka Anda tidak akan mendapatkan pinjaman itu bila harta yang Anda jaminkan cuma bernilai Rp 50. Bahkan kalau harta Anda tersebut nilainya Rp 70 juga, maka Anda tetap belum bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 70 tersebut dari bank. Anda baru akan mendapatkan pinjaman itu kalau nilai jaminan Anda sekitar Rp 100. Jadi, nilai harta jaminan Anda harus lebih besar daripada jumlah uang yang Anda pinjam.

Selain itu, bank juga memiliki sejumlah pertimbangan lain dalam menilai jaminan Anda, seperti bagaimana kondisinya, lokasinya, nilai penyusutannya, keabsahan dokumennya, dan lain sebagainya sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa harta yang Anda jaminkan tersebut tidak berisiko, cukup layak, dan bisa dijual dengan mudah.

Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang "cukup" untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan ­ lebih bagus lagi kalau ­ pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA).

Wah, enak ya? Kita bisa pinjam uang tanpa perlu menjaminkan harta yang kita miliki. Betul, memang enak. Pada saat ini sudah ada beberapa bank yang mengeluarkan produk KTA. Sebagian dari Anda mungkin sudah sering melihat produk seperti ini diiklankan besar-besar di pinggir jalan, atau bahkan di media massa.

Kredit Tanpa Agunan dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun.

KTA atau Pinjaman Tanpa Jaminan dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, buka Studio Foto membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya.

Bisa juga Anda memanfaatkan KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA.

Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA.

Dengan demikian, KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda. Walaupun demikian, saya tidak menyarankan Anda mengambil KTA jika kebutuhan yang harus Anda biayai tersebut masih bisa dicukupi dengan dana Anda saat ini.

KTA memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya.

Jadi, lihat dulu situasi dan kondisi keuangan Anda sebelum Anda mengambil KTA. Karena produk kredit ­ seharusnya ­ dibuat untuk memudahkan hidup Anda, bukan malah memperberat Anda. Selamat mempertimbangkan.

perencanakeuangan.com

9/10/2009

3 Macam Produk Kredit Pinjaman dari Bank

Motif meminjam uang di masyarakat berbeda-beda. Ada orang yang meminjam untuk modal membuka usaha dan Bisnis Terbaik mereka. Ada juga orang yang meminjam untuk renovasi rumah, beli mobil baru, beli komputer dan lain sebagainya. Perbedaan motif inilah yang lalu membuat bank kemudian mencipta-kan berbagai macam produk pinjaman. Masing-masing produk dibuat untuk memenuhi tujuan yang berbeda. Pada dasarnya, ada tiga macam produk kredit. Yakni:

1. Kredit Usaha

2. Kredit Konsumsi

3. Kredit Serba Guna

Kredit Usaha adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain­lain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.

Sedangkan Kredit Konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.

Selain dua jenis kredit tadi, ada pula Kredit Serba Guna. Seperti tertulis di namanya, Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk memulai usaha baru seperti percetakan, bisnis Penerjemah Tersumpah dan dagang. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari Jaminan. Lo, bukankah meminjam uang dari bank biasanya harus pakai jaminan?

Betul. Pada umumnya, bila Anda ingin mendapatkan kredit, Anda harus menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut. Tentunya nilai Barang Jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam. Tapi pada produk Kredit Tanpa Agunan, Anda tidak harus menyerahkan Barang Jaminan kepada bank. Anda hanya disyaratkan untuk memiliki jumlah penghasilan tertentu setiap bulannya dan menyerahkan sejumlah bukti yang bisa menunjukkan bahwa Anda memang betul berpenghasilan sebesar jumlah yang disyaratkan.

Tentu saja, bagi bank bersangkutan, risiko gagal bayar dari nasabah akan menjadi lebih besar lagi karena bank tidak memiliki barang jaminan dari Anda dan bank juga tidak mengawasi akan digunakan untuk apa uang yang mereka pinjamkan kepada Anda itu (pada nomor-nomor mendatang kita akan membahas khusus tentang salah satu produk kredit tanpa Agunan yang sekarang sedang gencar dipasarkan di masyarakat).

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba meminjam uang dari bank? Untuk konsumsi maupun untuk usaha, mungkin? Eit, nanti dulu. Untuk bisa meminjam uang, tentunya ada sejumlah syarat yang harus Anda penuhi.

perencanakeuangan.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

9/09/2009

Memaksimalkan Pinjaman Uang Untuk Pernikahan

Saat pernikahan adalah hari yang dinantikan bagi setiap calon pengantin. Tapi untuk menciptakan pesta yang meriah dan berkesan tidaklah semudah janji yang ***capkan oleh sepasang pengantin ketika akan mengikat dirinya sebagai suami istri. Sebab memerlukan perencanaan yang matang mengenai ketersediaan dana hingga pengeluaran yang memang harus dilakukan.

Pembagian porsi tanggung jawab dalam menangani persiapan dan pendanaan, biasanya tidak hanya melibatkan kedua calon mempelai tetapi juga kerabat terdekat mereka. Semua itu tergantung dari kesepakatan dan kemampuan semua pihak. Bahkan tak jarang mereka membuka Pinjaman Tanpa Jaminan agar dapat melaksanakan pesta sesuai dengan yang diingikan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Kalkulasikan besarnya kebutuhan bahkan kalau perlu ditekan seminimal mungkin tanpa harus meninggalkan esensi pernikahan. Setelah menetapkan pengeluaran yang rasional, lanjutkan dengan perhitungan dengan dana yang dimiliki dan semua kemungkinan potensi penerimaan, seperti bantuan atau sumbangan dari kerabat atau sahabat. Maka besarnya pinjaman yang dilakukan adalah selisih antara total anggaran pengeluaran dengan jumlah potensial yang dimiliki. Pinjaman tersebut bisa di gunakan untuk kebutuhan pernikahan seperti Musik Organ, catering dan biaya pengiriman barang Cargo Logistic untuk alat perlengkapan pesta.

Kemudian inventarisasikan tanggung jawab untuk masa depan. Yaitu dengan memberikan kesepakatan umum antara calon pasangan pengantin dan pihak kedua sebagai penyedia dana menyangkut pola pengembalian diantaranya jumlah peminjaman, besar bunga, serta jumlah minimal pembayaran setiap bulannya. Semua kewajiban disusun dalam bentuk tabulasi untuk memudahkan dalam mengevaluasi.

Selanjutnya lakukan disiplin dalam mengendalikan pembayaran. Perhitungkan semua potensi yang dapat digunakan untuk melunasi kewajiban berbunga tinggi dan bandingkan nilai ekonomisnya bila potensi tersebut disimpan dalam bentuk lain.

f-buzz.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang