Tampilkan postingan dengan label pinjaman kta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pinjaman kta. Tampilkan semua postingan

4/20/2010

Kredit Tanpa Agunan: Lupakan Soal Jaminan



Kredit tanpa agunan makin diminati masyarakat. Selain prosesnya gampang, suku bunga yang ditawarkan juga lumayan rendah. Tapi ini hanya untuk mereka yang punya slip gaji.

Banyak pengusaha yang mengeluh lantaran bank begitu pelit dalam mengucurkan kreditnya. Tapi, hal itu tidak berlaku bagi masyarakat pekerja. Bagi mereka, meminjam duit ke bank kini makin mudah. Ibaratnya, hanya dengan modal slip gaji, masyarakat sudah bisa mendapatkan pinjaman yang besarnya mencapai puluhan juta rupiah tanpa agunan.

Sejauh ini, pertumbuhan Kredit Tanpa Agunan terbilang cepat. Lynn Ramli, Vice President StanChart, mengatakan bahwa kini jumlah debitor Kredit Tanpa Agunan mencapai 60 ribu nasabah. Target kami sekitar Rp 1,2 triliun per tahun, ujarnya. Sebagai bank yang pertama kali mengeluarkan produk ini tahun 1995 StanChart memang cukup agresif dalam menggarap pasar. Seorang pemasar Kredit Tanpa Agunan ketika dihubungi TRUST menuturkan bahwa dalam sebulan paling tidak dirinya bisa menggaet 50-100 nasabah baru.

Lantas bagaimana cara bank mengelola risiko kredit tanpa jaminan ini? Tidak mudah, memang. Tapi, untuk menghindari kemacetan, biasanya bank bertindak selektif dalam memilih nasabah. Selain harus berstatus karyawan tetap dan minimal sudah 2 tahun bekerja atau seorang pensiunan, bank juga membatasi kucuran kreditnya sesuai penghasilan si debitor. Di Bank Bukopin, misalnya, meski maksimal kredit yang ditawarkan sebesar Rp 100 juta, nasabah tidak bisa menarik pinjaman seenaknya. Jumlah pinjaman harus disesuaikan dengan besarnya gaji debitor.

TELITI SEBELUM BERUTANG
Makanya, untuk menghindari kemacetan, banyak bank yang lebih suka menyasar para karyawan. Selain pembayarannya lebih pasti ”karena langsung dipotong dari gaji bulanan tingkat macetnya juga lumayan kecil. Di BNI, yang macet tidak sampai 1%,kata Baiquni.

Tapi terlepas dari sikap hati-hati para bankir, kehadiran Kredit Tanpa Agunan jelas cukup menguntungkan bagi para pekerja yang membutuhkan. Meski demikian, ada baiknya debitor mencermati betul sebuah produk tanpa agunan yang ditawarkan oleh bank, misalnya menyangkut proses persetujuan kredit, jangka waktu kredit, tingkat suku bunga, persyaratan, dan beban biaya administrasi yang akan dibebankan oleh bank. Soal suku bunga, inilah hal terpenting yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan. Di beberapa bank yang mengeluarkan kredit tanpa agunan, tingkat suku bunganya berkisar 12%-20%, tergantung lamanya masa pinjaman.

Besaran bunga tadi jika dibandingkan dengan suku bunga kredit KPM (kredit kepemilikan mobil) atau KPR, tidak berbeda jauh. Khusus KPM, untuk mobil baru yang harganya di atas Rp 100 juta bunganya memang berkisar 5%-6% per tahun. Tapi untuk kredit mobil bekas—dengan harga di bawah Rp 100 juta bunganya bisa mencapai 11%-14,5%. Dengan faKredit tanpa Agunan itu, bukankah lebih menarik mengambil Kredit Tanpa Agunan. Selain bunganya tak beda jauh, debitor juga tidak disibukkan lagi dengan agunan (dalam bentuk BPKB atau sertifikat kepemilikan rumah) yang mesti ditahan oleh bank.

Tapi, kendati pemakaian Kredit Tanpa Agunan lebih fleksibel ketimbang produk pinjaman lainnya, ada baiknya situasi dan kondisi keuangan Anda dilihat dulu. Soalnya, yang namanya kredit tetap sama saja, setiap bulan harus membayar dalam jumlah tertentu. Jadi, sebaiknya, teliti betul-betul setiap tawaran pinjaman dari bank. Jangan sampai karena pencairannya relatif mudah, hidup justru makin terbebani. Bukankah produk kredit dibuat untuk memudahkan hidup dan bukan sebaliknya?

majalahtrust.com

10/06/2009

Tips Cermat Memanfaatkan Personal Loan

1. Jangan mengambil Pinjaman Dana karena ingin, melainkan bila memang ada kebutuhan yang mendesak, misalnya membayar tagihan rumah sakit sementara tak ada simpanan di tabungan.

2. Jangan memanfaatkan pinjaman dana sebatas untuk membeli aset yang menurun harganya, seperti barang-barang elektronik. Begitu juga membeli mobil, berlibur, dan kebutuhan lain yang bersifat konsumtif.

3. Pastikan pembayaran cicilan pinjaman dana. Bila memang tersedia dana di tabungan, prioritaskan tabungan lebih dulu untuk melunasi tagihan tersebut sebelum mengajukan KTA.

4. Jangan "memarkir" pinjaman dana KTA ke dalam tabungan, karena bunga yang diterima dari tabungan pastilah jauh lebih kecil daripada beban bunga kredit yang harus dibayarkan. Bunga tabungan hanya berkisar 8%, sementara beban bunga kredit KTA bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.

5. Pinjaman dana KTA boleh digunakan untuk menutup tagihan kartu kredit, asalkan dengan asumsi bunga KTA lebih rendah dibanding bunga yang diberlakukan bank penerbit kartu kredit. Bila Anda masih tetap menggunakan kartu kredit secara berlebihan, solusi membayar tagihan dengan meminjam KTA tetap tidak memberikan keamanan finansial untuk jangka panjang.

Jadi, segencar apa pun promosi yang dilakukan pihak bank, mereka tetap tidak dapat disalahkan. Kita sendirilah pengendali keuangan keluarga kita.

kompas.com

9/29/2009

Tips Memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan

Perlu Anda ketahui, bahwa bila Anda ingin meminjam uang sebesar, misalnya Rp 70 dari bank, maka Anda tidak akan mendapatkan pinjaman itu bila harta yang Anda jaminkan cuma bernilai Rp 50. Bahkan kalau harta Anda tersebut nilainya Rp 70 juga, maka Anda tetap belum bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 70 tersebut dari bank. Anda baru akan mendapatkan pinjaman itu kalau nilai jaminan Anda sekitar Rp 100. Jadi, nilai harta jaminan Anda harus lebih besar daripada jumlah uang yang Anda pinjam.

Selain itu, bank juga memiliki sejumlah pertimbangan lain dalam menilai jaminan Anda, seperti bagaimana kondisinya, lokasinya, nilai penyusutannya, keabsahan dokumennya, dan lain sebagainya sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa harta yang Anda jaminkan tersebut tidak berisiko, cukup layak, dan bisa dijual dengan mudah.

Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang "cukup" untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan ­ lebih bagus lagi kalau ­ pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA).

Wah, enak ya? Kita bisa pinjam uang tanpa perlu menjaminkan harta yang kita miliki. Betul, memang enak. Pada saat ini sudah ada beberapa bank yang mengeluarkan produk KTA. Sebagian dari Anda mungkin sudah sering melihat produk seperti ini diiklankan besar-besar di pinggir jalan, atau bahkan di media massa.

Kredit Tanpa Agunan dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun.

KTA atau Pinjaman Tanpa Jaminan dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, buka Studio Foto membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya.

Bisa juga Anda memanfaatkan KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA.

Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA.

Dengan demikian, KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda. Walaupun demikian, saya tidak menyarankan Anda mengambil KTA jika kebutuhan yang harus Anda biayai tersebut masih bisa dicukupi dengan dana Anda saat ini.

KTA memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya.

Jadi, lihat dulu situasi dan kondisi keuangan Anda sebelum Anda mengambil KTA. Karena produk kredit ­ seharusnya ­ dibuat untuk memudahkan hidup Anda, bukan malah memperberat Anda. Selamat mempertimbangkan.

perencanakeuangan.com

9/09/2009

Memaksimalkan Pinjaman Uang Untuk Pernikahan

Saat pernikahan adalah hari yang dinantikan bagi setiap calon pengantin. Tapi untuk menciptakan pesta yang meriah dan berkesan tidaklah semudah janji yang ***capkan oleh sepasang pengantin ketika akan mengikat dirinya sebagai suami istri. Sebab memerlukan perencanaan yang matang mengenai ketersediaan dana hingga pengeluaran yang memang harus dilakukan.

Pembagian porsi tanggung jawab dalam menangani persiapan dan pendanaan, biasanya tidak hanya melibatkan kedua calon mempelai tetapi juga kerabat terdekat mereka. Semua itu tergantung dari kesepakatan dan kemampuan semua pihak. Bahkan tak jarang mereka membuka Pinjaman Tanpa Jaminan agar dapat melaksanakan pesta sesuai dengan yang diingikan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Kalkulasikan besarnya kebutuhan bahkan kalau perlu ditekan seminimal mungkin tanpa harus meninggalkan esensi pernikahan. Setelah menetapkan pengeluaran yang rasional, lanjutkan dengan perhitungan dengan dana yang dimiliki dan semua kemungkinan potensi penerimaan, seperti bantuan atau sumbangan dari kerabat atau sahabat. Maka besarnya pinjaman yang dilakukan adalah selisih antara total anggaran pengeluaran dengan jumlah potensial yang dimiliki. Pinjaman tersebut bisa di gunakan untuk kebutuhan pernikahan seperti Musik Organ, catering dan biaya pengiriman barang Cargo Logistic untuk alat perlengkapan pesta.

Kemudian inventarisasikan tanggung jawab untuk masa depan. Yaitu dengan memberikan kesepakatan umum antara calon pasangan pengantin dan pihak kedua sebagai penyedia dana menyangkut pola pengembalian diantaranya jumlah peminjaman, besar bunga, serta jumlah minimal pembayaran setiap bulannya. Semua kewajiban disusun dalam bentuk tabulasi untuk memudahkan dalam mengevaluasi.

Selanjutnya lakukan disiplin dalam mengendalikan pembayaran. Perhitungkan semua potensi yang dapat digunakan untuk melunasi kewajiban berbunga tinggi dan bandingkan nilai ekonomisnya bila potensi tersebut disimpan dalam bentuk lain.

f-buzz.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang