2/05/2010
Kredit Usaha Tanpa Agunan, Perlukah?
11/24/2009
Usaha EO Atau PH (ProductionHouse)
Saya akan menguraikan
1. Bekal pengalaman menyelenggarakan event.
Disadari atau tidak, sebenarnya bekal yang kita miliki sebagai pengelola event sudah kita mulai sejak kita sekolah. Kepanitiaan yang kita ikuti pada waktu itu bisa dijadikan bekal pengalaman yang cukup. Paling tidak, kita sudah mengetahui prosedur mengelola suatu kegiatan dari penyusunan proposal sampai eksekusi di lapangan.
2. Ide kreatif dan inovatif.
Ingat, bisnis EO / PH Production House adalah bisnis komunikasi dan bisnis hiburan, kepuasan dan ketertarikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Ketika tidak ada ide cemerlang dan kreatifitas, siap-siap gi*** jari. Namun, kreatifitas memang tidak harus selalu orisinil, mengembangkan sebuah ide yang sudah adapun bukan menjadi masalah. Justru itulah yang disebut inovasi.
3. Relasi bisnis (klien/sponsor) yang cukup kuat.
Dukungan relasi bisnis, baik itu klien ataupun sponsor, merupakan kunci dari sukses tidaknya acara yang kita selenggarakan. Sebelum memutuskan terjun ke dunia bisnis EO, kita harus melihat kembali apakah kita memiliki jaringan bisnis yang kuat atau tidak? Karena merekalah yang nantinya akan membeli atau membiayai ide-ide kreatif kita. Apabila kita tidak memiliki jaringan bisnis, sebenarnya bukan menjadi masalah besar. Tentunya dengan membangun kepercayaan terhadap EO / PH Production House kita, jaringan bisnis itu akan terbentuk dengan sendirinya. Tapi perlu diingat bahwa EO kita tidak akan berkembang secepat apabila kita telah memiliki jaringan bisnis sebelumnya.
4. Modal usaha yang cukup.
Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, bahwa dalam memulai sebuah usaha, mutlak dibutuhkan modal. Untuk bisnis EO / PH Production House, kita perlu menyiapkan modal finansial terutama untuk memenuhi keperluan-keperluan EO / PH Production House seperti, Mengurus legalitas usaha (CV atau PT), menyewa kantor, pengadaan alat kantor, biaya telekomunikasi, biaya persiapan event, dan lain-lain. Untuk memenuhi beberapa hal tersebut tentunya tidak cukup dengan selembar dua lembar uang rupiah. Cukup besar memang, kalau kita tidak mempunyai cukup banyak modal finansial, kita bisa mencari investor
http://prabuwardhana.wordpress.com
10/01/2009
7 Tips Mempertahankan Konsumen Mini Market
1. Sapalah konsumen dengan baik. Maksudnya adalah, ketika konsumen dateng ke tempat kita, sambutlah dengan senyum, sedapat mungkin ucapkan selamet pagi atau siang pa..bu. Point pertama sudah kita dapatkan berupa kesan “ramah”.
9/29/2009
Menentukan Jenis Usaha Yang Layak
Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:
- Mulai dari yang anda sukai
anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan anda. Karena kalau sudah suka, anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan cth rental car bali. - Mulai dari yang anda kuasai
atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah anda kuasai bidangnya cthnya usaha service notebook. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian anda dalam pembukuan (akuntansi), anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil. - Telusuri kemana uang anda pergi
cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku, shaolin kungfu dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.
9/28/2009
Usaha Bisnis Dalam Bertahan Di Tengah Krisis
Keep lean
pertama, usaha kecil, misalnya butik muslim harus memastikan bahwa organisasinya cukup lean atau ramping. Artinya, perusahaan tidak memanfaatkan terlalu banyak sumber daya.sumber daya yang saat ini ada sebaiknya dimanfaatkan dulu sebaik mungkin.
Misalnya perusahaan tergoda untuk melakukan ekspansi, yang tentunya akan memperluas skala operasi. Hal ini perlu dipertimbangkan secara masak-masak, karena tentunya ini akan membutuhkan sumber daya yang semakin besar. Begitu pula dengan sdm, sebaiknya dibiarkan ramping. Spesialisasi tidak masalah, namun sebaiknya potensi tiap orang dimaksimalkan terlebih dulu, sehingga menekan biaya.
Keep differentiation
meskipun bisnis anda cuma usaha kecil (dalam artian diet sehat), namun bukan berarti diferensiasi bisa anda tinggalkan. Justru diferensiasilah yang menjadi kekuatan anda dibandingkan dengan pesaing besar. Misalnya, anda bisa mengamati kekuatan dan kelemahan dari bisnis pesaing, kemudian sasar titik kelemahan pesaing.
Contohnya adalah bisnis makanan. Kita bisa melihat bahwa saat ini warung-warung tenda tidak kalah suksesnya dibandingkan dengan restoran besar. Bahkan dalam beberapa segi mungkin mereka menang, misalnya rasa dan harga. Jika anda bisa menciptakan makanan dengan cita rasa yang berbeda, itupun sudah menjadi diferensiasi.
Keep marketing + service
seringkali masalah utama dari usaha kecil adalah dari segi pemasaran fashion wanita. Namun, di era sekarang ini, bahkan aktivitas pemasaran tidak membutuhkan harga mahal. Anda bisa melakukan promosi melalui internet, yang biayanya lebih murah, hingga menyebarkan informasi melalui milis, forum, ataupun situs social networking. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pemasaran.
Dan yang terpenting, jaga selalu pelayanan anda dengan baik. Karena pelanggan yang puas, cenderung untuk melakukan word-of-mouth ataupun memberi rekomendasi kepada temannya, yang tentunya ini bermanfaat sebagai aktivitas pemasaran bagi bisnis Anda.
9/15/2009
Kiat Untuk Menentukan Modal Usaha Toko
Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:
- Mulai dari yang anda sukai
anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan anda cthnya souvenir store. Karena kalau sudah suka, anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan. - Mulai dari yang anda kuasai
atau bisa mencoba dengan membuka usaha fashion anak yang memang sudah anda kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian anda dalam pembukuan (akuntansi), anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil. - Telusuri kemana uang anda pergi
cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport, baju hongkong dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.
9/10/2009
Tips Membangun Mental Jiwa Entrepreneur
Berkatalah selalu "aku bisa... aku bisa..!!" sekuat dan sekencang mungkin, apalagi ketika kita berada pada kondisi ketakutan dan ketidakmampuan. Sugesti ini akan menimbulkan energi positif dalam pribadi dan membuat kita menjadi berpikir positif dan berani menghadapi tantangan. Akan lebih baik lagi jika teriakan ini diikuti oleh gesture tubuh yang menunjang. Seperti, dada dibusungkan, kaki berdiri lurus, tangan mengepal ke udara, dan segala sesuatu yang membuat kita lebih nyaman dan lebih bersemangat.
2. Berkumpullah bersama pengusaha untuk mengatahui seperti apa dunia kewirausahaan itu.
Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang. Ungkapan ini tepat untuk menggambarkan tips yang dijelaskan di atas. Dengan berkumpul dengan pengusaha website murah, maka kita akan tahu seperti apa dunia usaha yang sebenarnya, sehingga argumen2 yang menggejolak di dalam diri kita akan terkoreksi ketika mengetahui seperti apa dunia wirausaha yang sebenarnya.
3. Kalau belum berani mengeluarkan modal untuk memulai berwirausaha, kenapa tidak mencoba menghilangkan ketakutan itu??
Kebanyakan orang takut berwirausaha karena mereka takut uang mereka akan menjadi miskin, atau mereka akan dijerat mafia dunia bisnis, atau waktu mereka akan banyak tersita, dan alasan2 lainnya. Bagaimana jika kita berhasil mengalahkan ketakutan yang lebih mengerikan dibanding ketakutan yang muncul ketika berwirausaha? Sebagai contoh, jika kita takut kehilangan uang, apa yang membuat kita lebih takut dibanding kehilangan uang? Mungkin reputasi? atau istri? Mungkin nyawa? Bagaimana jika kita mengatasi ketakutan2 itu dulu? Seandainya kita lebih takut kehilangan reputasi ketimbang kehilangan uang. Lakukanlah hal2 yang membuat kita beresiko kehilangan reputasi, seperti berperilaku bagai orang gila. Seandainya perasaan kita tidak merasa takut setelah melakukan hal tersebut, maka tentu kita tak akan takut lagi kehilangan??
4. Perbanyak bahan referensi entrepreneurship.
Agar kita lebih yakin untuk melangkah, kita butuh buku panduan . Dengan buku panduan, selain kita lebih yakin, kita juga menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan dalam dunia usaha kosmetik wajah. Ketakutan kita juga akan semakin berkurang dikarenakan kita telah menguasai buku panduan kita dalam mengarungi samudera entrepreneurship.
5. Jangan cuma diam dan membaca, Lakukan sekarang!!
Ada pepatah yang bilang, seseorang pasti bisa kalau dipaksa. Sebenarnya segala ketakutan anda mengenai dunia usaha perlahan pasti akan luntur seandainya anda langsung mencoba terjun untuk berwirausaha cth menjadi penerbit majalah. Perlahan tapi pasti anda akan mengerti bagaimana cara me-manage segala ketakutan dalam dunia usaha sehingga kita lebih berani.
Masih takut ber-wirausaha??
http://fariddjunks.blogspot.com
9/09/2009
Lindungi Usaha Dari Ancaman Luar
- Mengenal lokasi tempat kita bekerja dan tempat kita tinggal, pengenalan lokasi ditempat kerja, bisa diartikan mengetahui jalan-jalan untuk pengamanan diri, seperti pintu darurat, tempat yang aman, jalan keluar masuk, dll.
- Mengetahui tempat evakuasi terdekat dan selalu mengingat nomor telepon penting yang mudah dihubungi.
- Meletakan barang-barang (misalanya sprei bed cover) yang riskan terhadap goncangan pada tempat tertentu, sehingga tidak membahayakan kita saat terjadi goncangan gempa kecil maupun besar.
- Menyiapkan survival kit/ keperluan darurat, bisa terdiri dari obat-obatan, pisau kecil, dll ditempat yang mudah terjangkau bila harus mengungsi.
- Mengelompokan barang berharga (meskipun sebaiknya barang berharga dititipkan ditempat yang aman, misal bank dsb) ditempat yang aman dan terlindungi seperti brankas.
- Selalu menambah wawasan dengan mengikuti kabar dan berita.
- Dan terakhir memiliki asuransi butik fashion, baik itu rumah, kendaraan dan tentunya jiwa anda sendiri.
Memulai Jenis Usaha Super Market
- Mulai dari yang anda sukai
anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan anda cth usaha miniatur kapal. Karena kalau sudah suka, anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan. - Mulai dari yang anda kuasai
atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah anda kuasai bidangnya. Waluapun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian anda dalam pembukuan (akuntansi), anda bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha kecil cth duplikat kunci. - Telusuri kemana uang anda pergi
cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport, car rental bali dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.
Dukung kampanye stop dreaming start action