Tampilkan postingan dengan label minuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minuman. Tampilkan semua postingan

8/04/2010

Japanese Drinks

Aojiru (青汁?) is a Japanese vegetable drink most commonly made from kale. The drink is also known as green drink or green juice in English, a direct translation of the Japanese meaning. (In modern Japanese, the character ao means "blue", but it is commonly still used in older contexts to refer to green vegetation.)

Aojiru was developed in October 1943 by Dr. Niro Endo (遠藤仁郎, Endō Nirō?), an army doctor who experimented with juices extracted from the discarded leaves of various vegetables in an attempt to supplement his family's meager wartime diet. He credited the cure of his son from pneumonia and of his wife from nephritis to aojiru, and in 1949 concluded that kale was the best ingredient for his juice.

Aojiru was popularized in 1983 by Q'SAI (キューサイ?), who started marketing 100% kale aojiru in powdered form as a dietary supplement, and sales boomed after 2000 when cosmetics giant Fancl started mass retailing of the juice. Today, many Japanese companies manufacture aojiru, usually using kale, young barley or komatsuna leaves as the base of the drink, and the size of the aojiru market was well over $500 million in 2005.

The taste of aojiru is famously unpleasant, so much so that drinking a glass of the liquid is a common punishment on Japanese TV game shows. However, new formulations of aojiru have attempted to minimize the bitter taste of the original.

Source: www.wikipedia.com

See also: restoran, makanan, minuman



7/07/2010

Drinks

Aneka Minuman

Water

Despite the fact that all beverages contain water itself is not a beverage. The word beverages traditionally been defined as not referring to water.

Alcoholic beverages

An alcoholic beverage is a drink that contains etanol, commonly known as alkohol (although in chemistry the definition of “alcohol” includes many other compounds).

Beer been a part of human culture for 8000 years. In Germany, Ireland the United Kingdom, and many other European countries, drinking beer (and other alcoholic beverages) in a local bar or pub is a cultural tradition.

Non-alcoholic beverages

Orange juice is usually served cold.



Non-alcoholic beverages are drinks that usually contain alcohol, such as beer and wine, but contain less than 0.5% alcohol by volume. This category includes low alcohol beer, non-alcoholic wine, and apple cider.

Soft drinks



The name "soft drink" specifies a lack of alcohol by way of contrast to the term "hard drink" and the term "drink", the latter of which is nominally neutral but often carries connotations of alcoholic content. Beverages like colas, sparkling water, iced tea, lemonade, squash, and fruit punch are among the most common types of soft drinks, while hot chocolate, hot tea, coffee, milk, tap water, alcohol, and milkshakes do not fall into this classification. Many carbonated soft drinks are optionally available in versions sweetened with sugar or with non- caloric sweeteners.

Cordials "Cocktail Spirits"



Premium Quality beverage concept for the hospitality industry, Cordials V.I.P a new category for post mix products "Cocktail Spirits" 100% natural basis, no artificial colors and flavors, no preservatives, alcoholic products with original spirits, in terms of quality and taste complying to the receipe recommendations of the International Bartender Association (IBA).

Source: www.wikipedia.org





Faktor Penyebab Pilih Makanan Tertentu

Pengetahuan mengenai nutrisi akan membantu kita untuk meningkatkan pengetahuan tentang jumlah nutrisi yang kita perlukan, sumber makanan terbaik, dan komponen yang baik atau berbahaya bagi kesehatan. Meskipun pengetahuan tentang makanan yang baik bagi tubuh telah kita kuasai, kecenderungan kita untuk memilih makanan bukan karena gizinya.

Apakah kamu makan untuk hidup atau hidup untuk makan? Tentu saja, hal pertama merupakan hal penting bagi kita namun ada saat-saat tertentu kita begitu menikmati makanan sehingga lupa akan kadar nutrisi dalam makanan tersebut kita perlukan atau tidak? Faktor-faktor seperti umur, gender, pekerjaan, gaya hidup, keluarga dan budaya mempengaruhi pilihan makanan kita sehari-hari. Kita menggunakan makanan dalam kehidupan sosial untuk mengekspresikan persahabatan, sebuah reward atau hukuman bila mengalami kegagalan. Misalnya saja, anak-anak yang diberi reward es krim bila berlaku baik atau tidak diberi permen bila nakal.

Preferensi makanan dimulai sejak lahir dan berubah seiring dengan interaksi kita dengan orang tua, teman-teman dan sahabat. Pengalaman dengan banyak orang yang berbeda, tempat dan situasi, kadang membuat kita mengubah cara makan. Rasa biasanya menjadi faktor penting yang membuat kita memilih satu makanan, selanjutnya harga dan kenyamanan tempat kita makan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan tersebut menunjukkan siapa diri kita.

Umur merupakan faktor penting dalam memilih makanan, anak kecil lebih memilih makanan-makanan manis atau makanan yang tak asing di mulutnya. Usia sekolah sekitar 6- 10 tahun suka mencoba-coba berbagai makanan dan sudah tahu apa yang disukai atau tidak disukainya. Sementara remaja dipengaruhi oleh pilihan makan teman dalam kehidupan sosialnya.

Selain pengaruh sosial, tentu saja kita pilih makanan berdasarkan panca indera. Selain rasa, kita juga pilih berdasarkan warna, tekstur dan temperatur.

Kita dapat simpulkan bahwa pilihan makan karena beberapa faktor, yaitu:


  1. lingkungan: ekonomi, gaya hidup, tradisi, dan religi;

  2. panca indera: rasa, bau, tekstur dan tampilan makanan;

  3. kognitif: kebiasaan makan, faktor sosial, kebutuhan emosi, nutrisi dan kesehatan, dan iklan;

  4. kesehatan: kekuatan fisik terhadap penyakit yang disebabkan makanan, sensitivitas rasa, usia dan gender

  5. genetik: sensitivitas rasa, kecenderungan untuk suka makanan manis, hindari makanan pahit, kemungkinan ada masalah dengan gigi.

Sumber:

Insel, Paul and friends. 2010. Discovering Nutrition. Ontario: Jones and Bartlett Publishers Canada.

Lihat juga: chinese food, minuman

7/06/2010

Pais Kembung Mangga Muda

Bahan

½ kg ikan kembung segar

1 buah jeruk nipis

1 buah mangga muda, dikupas kemudian diserut halus

1 sendok makan minyak jelantah

daun pisang untuk pembungkusnya


Bumbu yang dihaluskan

10 cabai merah

1 buah tomat

3 butir kemiri

3 siung bawang putih

5 butir bawang merah

2 potong tipis lengkuas

¼ sendok teh terasi

garam secukupnya

gula secukupnya


Cara membuat

*Bersihkan ikan dan biarkan utuh, lumuri dengan air jeruk nipis
*Campurkan mangga dan minyak jelantah bersama bumbu yangsudah dihaluskan. Lumurilah ikan dengan campuran bumbu ini.
* Bungkus ikan dengan daun pisang, kemudian panggang di atas air sampai air ikan tidak menetes lagi. Ini berarti ikan sudah masak. Angkat dan hidangkan.


Catatan:

Dapat juga ikan yang sudah dibungkus dikukus terlebih dahulu sampai matang. Panggang dahulu sebelum dihidangkan.

Sumber: Resep Femina 1990-an

Lihat juga: chinese food, minuman

7/05/2010

Rebus atau Panggang? Pilih Olah Makanan Terkait Gengsi dan Tabu

By: Ratih

Pilihan soal makanan yang direbus atau dipanggang sebenarnya sepele bagi kita. Kita pilih soto dengan potongan daging kecil yang direbus karena kita ingin makan siang dengan menu ini. Lalu kita pilih steak untuk makan malam karena kita terbayang rasa lezat daging has dalam nan empuk yang disajikan dengan saus lada hitam, misalnya. Chinese food atau western food tak masalah. Berbeda dengan masyarakat di ujung sana, di negeri antah berantah pada masa lalu atau masa kini. Pilihan soal makanan yang direbus atau dipanggang menjadi penting karena berkaitan dengan konsep hidup mereka. Soal gengsi dan tabu.

Linguistik mengenal konsep konsonan dan vokal. Konsep ini dikenal pula dalam dunia kuliner. Konsonan bisa diartikan sebagai sesuatu yang tertutup sedangkan vokal berarti terbuka. Segala hal yang berhubungan dengan tata cara masak yang sekiranya tabu, tidak akan dilakukan. Misalnya saja, pilihan antara membakar dan merebus pada suku asli di New Caledonia berkaitan dengan hubungan mereka antara alam dan teknologi. Penggunaan panci dan alat panggang merupakan sebuah gengsi tersendiri. Sebuah bukti peradaban. Teks dari Aristoteles yang ditemukan oleh Salomon Reinach mengindikasikan bahwa orang Yunani dahulu kala selalu memanggang makanan. Suku Poconachi di Meksiko panggang makanan hanya setengah matang karena setengah matang berarti berada di tengah-tengah dunia.
Makanan yang direbus merupakan “endo-cuisine” disediakan untuk kepentingan domestik, kelompok kecil, sedangkan makanan yang dipanggang ialah “exo-cuisine” yang disajikan untuk para tamu. Di Perancis, ayam rebus untuk keluarga sedangkan daging panggang untuk perjamuan tamu.
Pada Suku Guayaki di Paraguay, mereka panggang semua makanan, kecuali saat sebuah ritus kelahiran anak, daging harus direbus. Sedangkan suku Caingang di Brazil melarang daging rebus untuk para janda dan duda atau siapapun yang sudah membunuh musuhnya (Strauss. 1997).

Waduh, serem juga ya Suku Caingang..melibatkan soal bunuh membunuh segala dengan makanan. Pastinya kita disini tidak berhubungan dengan gengsi atau tabu dalam memilih makanan, kecuali tempat makan mana yang kamu pilih. Soal jenis makanan tergantung selera. Beruntunglah kita tidak memiliki aturan baku seperti di masyarakat lainnya yang telah disebutkan tadi. Mau makan apapun tak terkait dengan norma. Jadi nikmati makanan yang jadi pilihan kamu, tentunya dengan pertimbangan rasa, harga dan suasana restoran yang akan didatangi.

Daftar Pustaka:

Levi- Strauss, Claude. 1997. “The Culinary Triangle” dalam Food and Culture. Carole Counihan and Penny van Esterik (Editor). Oxon: Routledge.

Lihat juga: minuman

7/02/2010

Kategori dan Makanan Minuman

By: Ratih

Makanan terdiri dari berbagai macam roti, menu utama dan cemilan berupa keripik atau makanan ringan lain yang biasa dimakan dalam waktu luang. Soal makan pada dasarnya merupakan kebutuhan . Namun menjadi suatu pola hidup yang mencirikan dari lingkungan sosial seperti apa dia berasal. Layaknya pakaian atau parfum, makanan dengan rasa enak dihargai sebagai sebuah bentuk seni yang mahal. Design yang unik dengan ciptaan baru menjadi nilai plus yang membedakan makanan hanya semata untuk isi perut atau makanan yang disantap dengan penuh gengsi. Cara makan steak atau chinese food di restoran mewah tentunya berbeda dengan makan sate di pinggir jalan, bukan? Makan steak dengan table manner lebih rumit dan memerlukan adaptasi bagi mereka yang tidak dibesarkan dalam keluarga yang biasa makan di meja makan. Makan chinese food dengan sumpit pun perlu latihan bagi mereka yang terbiasa hanya menggunakan tangan kosong saat makan.
Pelatihan soal table manner ini biasa dilakukan di sekolah bagi para calon pejabat negeri ini atau sekolah-sekolah kepribadian. Para bapak dan ibu-ibu yang asli Indonesia ini dilatih di restoran sebuah hotel agar mampu bergaul skala internasional. Pengenalan alat-alat makan, tata cara makan hingga cara memilih menu yang tepat. Gaya memotong steak pun ternyata berbeda-beda. Gaya Eropa dan gaya Amerika. Gaya Eropa memotong daging dari luar garpu sedangkan gaya Amerika dari dalam garpu. Bingung? Langsung praktek saja.
Bagaimana dengan minuman? Setiap gelas yang berbeda bentuk diisi oleh minuman yang berbeda pula. Air putih ada di gelas berkaki dengan bulatan paling besar. Anggur putih atau sampanye di gelas ramping, wine di gelas berbentuk bulat kecil atau sloki, cognac di gelas tanpa kaki. Sedangkan teh ada di dalam cangkir. Kopi di dalam mug. Fungsi gelas yang berbeda tak menjadi halangan bagi kita untuk minum apapun dari bentuk gelas yang berbeda-beda. Nampaknya kita memang belum terbiasa dengan kategori-kategori. Segala hal campur baur menjadi satu fungsi.

6/30/2010

Leuit: Sedia Makan Sebelum Kelaparan

By: Ratih

Soal kebiasaan makan membutuhkan penelitian yang serius sebab hal ini melibatkan berbagai macam aspek budaya masyarakat yang bersangkutan. Soal makan bukan sekedar makan. Ada nilai-nilai yang dianut masyarakat tertentu sehingga makan bersama merupakan sesuatu yang bernilai sosial. Bukan sekedar demi kepentingan makan hari ini saja, kebiasaan menyimpan persediaan makan telah ada sejak ribuan tahun lalu. Lumbung padi merupakan salah satu contoh cara manusia simpan persediaan makan untuk beberapa lama. Pada masyarakat sunda di desa-desa, lumbung padi atau leuit memiliki beberapa kategori khusus. Ada 6 jenis leuit, yaitu:


  1. Ratna laten adalah lumbung padi terbesar untuk menyimpan padi pupuhu sekaligus tempat untuk melaksanakan ritual ;

  2. Leuit rumbia untuk menaruh padi huma (biji padi yang ditanam di ladang);

  3. Leuit biang untuk menaruh padi sawah(benih nandur/ tanam sambil mundur);

  4. 3 buah leuit pangiring sebagai lumbung padi cadangan bila leuit yang lain penuh.

Tentunya perbedaan fungsi setiap leuit mencirikan pula stratifikasi sosial atau tingkatan yang ada dalam masyarakat tersebut. Rakyat biasa tidak bisa seenaknya mengambil padi persediaan milik pupuhu. Ratna laten idealnya memang bukan miliknya pribadi, meski pupuhu mendapat keistimewaan sebagai pemimpin. Seandainya ratna laten hanya dimiliki pupuhu, tentu tidak akan dijadikan sebagai tempat ritual yang bisa dimasuki orang lain dalam rangka perayaan setelah panen. Sayangnya, nilai-nilai sosial dalam masyarakat sunda sekalipun di desa semakin luntur. Kepemilikan bersama bukan lagi menjadi tujuan utama produksi makanan di desa. Semua tergantung usaha sendiri, bergerak masing-masing dalam memproduksi dan mengkonsumsi makanan. Ketimpangan sosial yang mencolok jelas terlihat.


Maka dapatkah kebiasaan makan berubah dengan mudah seiring dengan maraknya jenis makanan baru dari kota? Tentu saja, hal ini tergantung dari kelompok sosial yang mana seorang anak desa berasal. Bila ia berasal dari kelurga kaya raya yang memonopoli kepemilikan sumber pangan di desa, maka bisa jadi akses untuk mengenal makanan fast food demikian mudahnya. Namun, bagi masyarakat kelas bawah yang makan sehari-hari pun sulit, fast food ibarat makanan dari surga yang harga dan rasanya hanya diketahui dari mulut orang lain. Bayangkan saja, orang-orang kecil yang tidak memiliki pekerjaan hanya mengandalkan kemampuan mereka mencari makanan dari sungai atau kebun. Ikan yang bisa ditangkap atau umbi-umbian yang bisa dicerabut akarnya lalu diolah untuk makan sehari-hari. Untunglah kepedulian para pemilik restoran besar pada keadaan masyarakat yang kekurangan seperti itu sudah mulai terlihat. Misalnya saja, kegiatan-kegiatan sosial yang mereka programkan pada waktu tertentu. Program ini biasanya melibatkan selebritis yang turun desa. Acara rakyat yang merakyat justru semakin membesarkan nama restoran yang sebelumnya tak pernah tersentuh masyarakat desa. Kita nantikan gebrakan-gebrakan mengejutkan lainnya dari restoran sebagai leuit orang kota.


Daftar Pustaka:

Counihan, Carole and Penny Van Esterik (eds). 2008. Food and Culture: A Reader. New York: Routledge


Lihat juga: chinese food, minuman


6/29/2010

Cantiknya Perkedel Kepiting

Hidangan laut rasanya kurang lengkap bila tak menyebut hewan yang satu ini. Kepiting. Kepiting memang bisa diolah dengan cara apa saja, meski masakan yang cukup populer adalah aneka makanan chinese food. Namun, kreasi berikut barangkali belum pernah dicoba. Perkedel kepiting.

Bahan

5 ekor kepiting yang besar

350 g kentang

1 sendok teh susu bubuk

margarine

2 butir telur

minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan

4 siung bawang putih

25 butir merica

garam

Cara membuat

  • Rebuslah kepiting sampai matang (kurang lebih 45 menit). Sesudah masak, angkat dan dinginkan. Keluarkan daging kepiting dan pisahkan batoknya. Cuci batok sampai bersih.

  • Rebus kentang, kupas dan haluskan. Tambahkan susu bubuk. Aduk dan sisihkan.

  • Panaskan margarine, tumislah bumbu yang sudah dihaluskan sampai baunya harum. Masukkan daging kepiting dan aduk sampai daging kepiting hancur. Angkat.

  • Campurkan kentang pada daging kepiting, masukkan 1 1/2 butir telur yang sudah dikocok ke dalamnya.

  • Olesi bagian dalam batok kepiting dengan sisa telur kocok, isi dengan adonan sampai penuh. Lumuri bagian atas adonan dengan sisa telur kocok.

  • Goreng dalam minyak sampai warnanya kekuning-kuningan.

Untuk 5 buah.



Catatan

  • Supaya cepat mati, celup kepiting dalam air mendidih.

  • Waktu merebus kepiting, jangan lepas tali pengikatnya. Dan taruh sepotong arang dalam air rebusan untuk menghisap racun yang mungkin ada di dalam kepiting.

Sumber: Buku Aneka Resep Femina tahun 1990-an

Lihat juga: minuman

6/28/2010

Kebiasaan Minum dari Berbagai Budaya

    By: Ratih

    Minum bukan hanya sekedar kegiatan setelah makan, pada term 'drink' kegiatan ini sudah pasti merujuk pada minum minuman beralkohol. Pada beberapa negara, minuman merupakan salah satu bagian dari ritual penting. Salah satu minuman yang mengundang pro-kontra dalam beberapa masyarakat adalah minuman beralkohol. Bagi masyarakat yang suka minuman beralkohol menganggap minuman ini adalah minuman yang memberi kekuatan terutama bagi para lelaki. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak melibatkan minuman beralkohol dalam ritual-ritualnya, menganggap alkohol merusak tubuh manusia. Suku apa sajakah yang pro-kontra pada minuman ini dan kegiatan apa yang diiringi dengan minuman alkohol? Tulisan ini hendak menggambarkan suku-suku yang pro dan kontra disertai alasan mereka secara umum berdasarkan hasil penelitian para ahli.

    Suku Kofyar di utara Nigeria merupakan suku yang suka membuat, minum, bicara dan berpikir soal alkohol. Pada dasarnya, hal ini didasari oleh alasan relijius, minuman beralkohol merupakan jalan menuju Tuhan. Pada suku Aztec, minuman beralkohol ada dalam seremoni relijius. Para peserta seremoni harus minum sampai mabuk. Syarat ini merupakan keharusan, bila tidak dilaksanakan, dewa akan kecewa. Sedangkan di India pada beberapa tempat ibadah, jemaahnya menuangkan alkohol demi dewa. Secara garis besar, suku-suku yang pro minuman beralkohol memiliki alasan atas dasar nilai-nilai relijius, bukan semata-mata demi kesenangan belaka. Sungguh berbeda dengan suku-suku yang kontra, diantaranya: Suku Hopi, Indian Pueblo, dan Protestan tidak boleh meminum minuman beralkohol sekalipun hanya simbolik dalam ritual. Di India pada beberapa tempa ibadah tidak memperbolehkan percikan alkohol sebab akan merusak kesucian jemaah dan tempat ibadah.

    Pada beberapa masyarakat, ada konsekuensi emosional dari minuman, seperti di Pago-pago, sebagai suatu bentuk kesantunan. Di Jepang, bila minum dengan porsi dan waktu yang tepat, merupakan cara untuk memberi sensasi secara fisik. Sedangkan pada masyarakat sub-urban, seorang istri menyambut suaminya yang baru pulang kerja dengan cocktail agar terpisah pikiran sang suami dengan pekerjaan yang membuat penat.

    Alasan mereka bukanlah sebuah opini yang muncul sehari dua hari tapi merupakan alasan turun temurun yang dilestarikan melalui ritual kepercayaan. Berbeda dengan kondisi masyarakat masa kini yang cenderung menganggap minuman sebagai cara untuk bersosialisasi dengan nilai-nilai baru yang dianut masyarakat kota. Bukan merupakan sebuah nilai yang berhubungan dengan Tuhan yang ghaib itu, tetapi sebuah cara untuk berhubungan manusia lainnya dengan alasan yang cenderung duniawi.

Daftar Pustaka:

Marshall, Mac. 2000. Beliefs, Behavior & Alcoholic Beverages: A Cross Cultural Survey. Michigan: The university of Michigan Press.



Kebiasaan Minum dari Berbagai Budaya

    By: Ratih

    Minum bukan hanya sekedar kegiatan setelah makan, pada term 'drink' kegiatan ini sudah pasti merujuk pada minum minuman beralkohol. Pada beberapa negara, minuman merupakan salah satu bagian dari ritual penting. Salah satu minuman yang mengundang pro-kontra dalam beberapa masyarakat adalah minuman beralkohol. Bagi masyarakat yang suka minuman beralkohol menganggap minuman ini adalah minuman yang memberi kekuatan terutama bagi para lelaki. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak melibatkan minuman beralkohol dalam ritual-ritualnya, menganggap alkohol merusak tubuh manusia. Suku apa sajakah yang pro-kontra pada minuman ini dan kegiatan apa yang diiringi dengan minuman alkohol? Tulisan ini hendak menggambarkan suku-suku yang pro dan kontra disertai alasan mereka secara umum berdasarkan hasil penelitian para ahli.

    Suku Kofyar di utara Nigeria merupakan suku yang suka membuat, minum, bicara dan berpikir soal alkohol. Pada dasarnya, hal ini didasari oleh alasan relijius, minuman beralkohol merupakan jalan menuju Tuhan. Pada suku Aztec, minuman beralkohol ada dalam seremoni relijius. Para peserta seremoni harus minum sampai mabuk. Syarat ini merupakan keharusan, bila tidak dilaksanakan, dewa akan kecewa. Sedangkan di India pada beberapa tempat ibadah, jemaahnya menuangkan alkohol demi dewa. Secara garis besar, suku-suku yang pro minuman beralkohol memiliki alasan atas dasar nilai-nilai relijius, bukan semata-mata demi kesenangan belaka. Sungguh berbeda dengan suku-suku yang kontra, diantaranya: Suku Hopi, Indian Pueblo, dan Protestan tidak boleh meminum minuman beralkohol sekalipun hanya simbolik dalam ritual. Di India pada beberapa tempa ibadah tidak memperbolehkan percikan alkohol sebab akan merusak kesucian jemaah dan tempat ibadah.

    Pada beberapa masyarakat, ada konsekuensi emosional dari minuman, seperti di Pago-pago, sebagai suatu bentuk kesantunan. Di Jepang, bila minum dengan porsi dan waktu yang tepat, merupakan cara untuk memberi sensasi secara fisik. Sedangkan pada masyarakat sub-urban, seorang istri menyambut suaminya yang baru pulang kerja dengan cocktail agar terpisah pikiran sang suami dengan pekerjaan yang membuat penat.

    Alasan mereka bukanlah sebuah opini yang muncul sehari dua hari tapi merupakan alasan turun temurun yang dilestarikan melalui ritual kepercayaan. Berbeda dengan kondisi masyarakat masa kini yang cenderung menganggap minuman sebagai cara untuk bersosialisasi dengan nilai-nilai baru yang dianut masyarakat kota. Bukan merupakan sebuah nilai yang berhubungan dengan Tuhan yang ghaib itu, tetapi sebuah cara untuk berhubungan manusia lainnya dengan alasan yang cenderung duniawi.

Daftar Pustaka:

Marshall, Mac. 2000. Beliefs, Behavior & Alcoholic Beverages: A Cross Cultural Survey. Michigan: The university of Michigan Press.



6/24/2010

Filosofi Minuman dari Cina

By: Ratih

Katakanlah minuman bir sedang berdebat dengan minuman teh. Keduanya merasa lebih penting dibanding lainnya. Bir menyatakan diri sebagai minuman yang dielu-elukan dalam pesta. Sedangkan teh merasa penting karena terlibat dalam seremoni-seremoni penting Orang Jepang dan Cina. Secara harga juga mereka berdebat bahwa diri merekalah yang paling mahal. Datanglah segelas anggur/wine yang merasa lebih unggul dari segi harga, seremoni dan tampilan. Mereka bertiga lalu tak mau kalah satu sama lain. Perdebatan yang tak ada habisnya ini diakhiri oleh segelas air putih yang renta. Mereka terdiam dan tertawa terbahak-bahak karena melihat betapa tak pentingnya si air putih yang sudah tua itu. Nampaknya tak ada kelebihan sama sekali yang bisa dibanggakan oleh segelas air putih.


“Hm...,” segelas air putih berdehem membuat ketiga minuman yang merasa penting itu terdiam.

“Aku dengar perdebatan kalian dan memaklumi sikap kalian yang tertawakan diriku. Pasti kalian senang karena melihat aku lebih tak berharga dibanding kalian yang memiliki harga mahal, bukan? Segelas air putih yang mudah didapatkan darimana saja dengan gratis.”


“O ya?” ketiganya serempak menjawab ragu, malu dan masih tersisa nada sombongnya.

“Tak taukah kalian, bahwa kalian sama sekali tak berguna di padang pasir? Hanya segelas air putih yang dibutuhkan para pengembara di gurun. Sedangkan aku, si segelas air putih amat didambakan lebih daripada apapun didunia ini bagi mereka”


Ketiga jenis minuman yang lain mengangguk-angguk, mencoba pahami penjelasan sang air putih yang terlihat bijak itu. “Jadi..,” lanjut segelas air putih itu, “setiap minuman memiliki ciri khas yang digemari oleh orang yang berbeda. Bir, kamu memang menjadi favorit di pesta hura-hura tapi tak baik untuk anak kecil. Teh, kau penting dalam seremoni tapi terasa biasa saja bila diminum di pagi hari di pelosok desa Indonesia. Wine, anda memang minuman paling mahal, tapi tak semua orang mampu menikmatimu. Jadi, setiap kelebihan kalian belum tentu dimiliki yang lain demikian juga kekurangan belum tentu ada di satu minuman saja.”


6/22/2010

Seremoni Makan Bagi Orang Cina

Makan merupakan kegiatan utama bagi Orang Cina. Berikut beberapa seremoni makan:

1.Kedatangan tamu

Biasanya orang kaya akan menerima tamu 5 s.d 7 kali seminggu, sedangkan orang yang berasal dari kelas yang lebih rendah akan menerima 1 s.d 3 kali seminggu. Tuan rumah akan menyediakan makanan sementara tamu menunggu di ruang tamu sambil menikmati kwaci. Kesungkanan tamu akan dianggap sebagai hal biasa saja oleh tuan rumah yang akan mengajak tamu untuk menikmati makanan kecil dengan minuman teh di sore hari atau hidangan chinese food di malam hari.

2.Tahun baru

Tahun baru akan dirayakan dengan cara bertukar makanan antar kerabat atau saling mengundang ke rumah yang dijadikan tempat utama untuk menikmati makanan bersama.

3.Festival perahu naga awal musim panas

4.Festival pertengahan musim gugur

5.Acara ulang tahun

6.Pertemuan dengan teman baru

7.Perpisahan dengan teman

Makan merupakan cara untuk mengawali dan mengakhiri sebuah hubungan bagi Orang Cina. Anak-anak akan meminta makanan sehari samapi dengan 3 kali untuk membuat mereka tetap merasa senang. Pengeluaran terbesar bagi mereka dari setiap tingkat usia bukanlah pengeluaran untuk pendidikan atau buku, melainkan untuk bersantap makanan kecil, makanan utama dan bersosialisasi. Moralitas yang paling penting bagi mereka adalah memberi makanan untuk orang tua. Memasak merupakan hal yang penting bagi para gadis yang telah cukup umur. Perceraian bisa saja terjadi hanya karena sang istri tidak mampu menyiapkan makanan dengan baik. Seorang suami akan merasa sangat bangga bila memiliki istri yang bisa memasak dengan baik. Seorang suami akan mencari istri lain bila mereka tidak memperoleh anak laki-laki dari istri pertama dan membeli sebidang tanah untuk mereka olah. Dengan cara ini mereka akan memperoleh anak laki-laki yang mampu menghias kuburan sang ayah dengan semangkuk nasi dan daging.

Sumber bacaan:

Chen, Zischan. 2005. Food and Chinese Culture. Long River Press: San Fransisco.

6/21/2010

Punch

Minuman MC Punch

Bahan:

50 ml beras kencur

50 ml jus jeruk

40 ml jus apel

40 ml jus lemon

50 ml jus jambu

60 ml jus nanas

200 gram es batu


Cara membuat:

Beri air soda secukupnya lalu semua bahan diblender


Dari berbagai sumber

Minuman Segar 2

Minuman Apple Cooler

Bahan:

15 gram serbat jahe

60 ml jus apel

½ buah apel

50 ml susu rendah lemak

50 ml air gula

200 gram es batu


Cara membuat:

Semua dicampur lalu diblender


Dari berbagai sumber

Jus Mantap

Minuman Orange In Red

Bahan:

60 ml sirup strawberry

½ buah jeruk

15 gram bubuk asem

50 ml susu rendah lemak

50 ml jus jeruk

200 gram es batu


Cara membuat:

Semua dicampur lalu diblender


Dari berbagai sumber

Minuman Segar

Minuman Es Karasa

Bahan:

2 buah leci

2 oz simple syrup

30 gr biji selasih (direndam air panas, tiriskan)

30 gr agar-agar putih yang sudah jadi, serut

1 oz sirup strawberry

Es serut


Cara membuat:

Campurkan semua bahan dalam wadah atau gelas, masukkan simple syrup, sirup strawberry dan es. Hiasi minuman dengan daun pandan.


Dari berbagai sumber

6/18/2010

Hilangkan Dahaga


Minuman Wedang Buah Rempah

Bahan:

  • 150 gr gula pasir
  • 1 liter air
  • 1 ruas jari jahe
  • 1 batang kayu manis (kurang lebih 2 cm)
  • 2 buah bunga lawang (pokak)
  • 2 lembar daun pandan, sobek-sobek lalu simpulkan
  • 1 buah nanas, kupas, buang mata, potong dadu
  • 300 gr daging buah jambu merah, potong dadu
  • 100 gr kolang-kaling
  • 200 gr apel malang, potong dadu

Cara membuat:

  • Rebus gula pasir, jahe, kayu manis, bunga lawang dan daun pandan di atas api kecil hingga mendidih selama 5 menit.
  • Masukkan nanas, jambu biji, kolang-kaling dan apel malang. Teruskan merebus selama 3 menit. Angkat dan dinginkan.
  • Sajikan panas atau dingin.

Untuk 4 porsi

Sumber:

Muaris, Hindah. 2007. Healthy Cooking. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

6/15/2010

3 Jenis Makanan Penutup Sehat

Makanan penutup atau desert merupakan makanan yang cukup penting agar tubuh mencerna makanan dengan baik. Sayangnya, mayoritas orang Indonesia belum menganggap desert ini sebagai unsur penting dalam kegiatan makan sehari-hari. Tentu saja, terkecuali bagi mereka yang telah membiasakan diri berpola hidup sehat. Mereka akan menyertakan buah sebagai pencuci mulut, misalnya. Tentu saja, bagi para penganut diet berdasarkan golongan darah, pencuci mulut yang dipilih pun harus disesuaikan agar tubuh tetap sehat.

Kreasi makanan penutup di restaurant begitu beragam. Mulai dari buah, es krim dan kue-kue kecil. Keragaman ini menggiurkan para penikmat makan, tapi bagi mereka yang berdiet, makanan penutup es krim begitu dihindari. Adakah makanan penutup yang benar-benar sehat? Tentu saja, pilihan utama yang baik untuk kesehatan ialah buah. Buah pun harus hati-hati dipilih, saat ini buah segar yang tidak dikupas kulitnya rentan mengandung pestisida.

Makanan penutup yang paling aman menurutku adalah cake buah. Cake buah selain mengandung buah segar yang telah dikupas kulitnya, ia juga mengandung protein dari telur sebagai salah satu bahan pembuatnya. Selain itu, minuman jus juga pilihan sehat yang menyegarkan. Biasanya, setelah makan menu utama yang mengandung banyak lemak misalnya daging kambing, customer dianjurkan minum jus jeruk sebagai penetralisir lemak supaya tidak terlalu mengendap dalam tubuh. Acar bawang juga bisa dijadikan penetralisir makanan berlemak. Jadi, makanan penutup bukan saja ice cream seperti anggapan banyak orang. Makanan penutup sehat seperti cake buah, jus dan acar bisa menjadi pilihan.