10/27/2010

Buruk Infrastruktur Buruk Untuk Investor


Upaya peningkatan dan percepatan laju investasi di Provinsi Lampung hingga saat ini terkendala oleh masih buruknya kondisi infrastruktur dasar, khususnya jalan dan listrik.

Hal itu diakui Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Daerah Provinsi Lampung Masri Yahya. "Non-sense (tidak masuk akal) untuk mengundang investor utnuk ber investasi lebih banyak apabila infrastrukturnya tidak baik," ujarnya.

Lebih dari 70 persen dari ribuan kilometer jalan raya di Lampung ditengarai dalam kondisi rusak. Kerusakan jalan ini hampir merata di seluruh kabupaten/kota.

Ia menambahkan, Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandar Lampung yang nota bene jalan nasional serta berada di kawasan industri, juga rusak parah.

Akibatnya, laju investasi cenderung stagnan. Pada 2010 ini, Pemprov Lampung menargetkan investasi sebanyak Rp 3 triliun. Namun, hingga September, tercatat nilai investasi riil yang masuk baru mencapai Rp 2,127 triliun.

Tahun 2009 lalu, total investasi Rp 2,36 triliun. Diprediksi, nilai investasi tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu.

Keadaan itu semakin dipersulit dengan buruknya layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara. Hingga kini, masih banyak daerah di Lampung yang belum teraliri listrik.

Rasio elektrifikasi masih di bawah 50 persen. Sebanyak 43 pe rsen keluarga di Lampung belum mendapatkan layanan listrik.

Sementara, di kota besar, sekalipun itu di Bandar Lampung, masih saja sering terjadi pemadaman atau byar pet. Bahkan, di beberapa kawasan pusat kota B andar Lampung, dalam sehari, terjadi dua kali pemadaman listrik tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Perusahaan-perusahaan besar, sebagaian besar mengatasinya (persoalan listrik) dengan membuat pembangkit sendiri. "Ada yang pakai tenaga batubara, ada yang menggunakan biomas dari ampas tebu. Namun, ini memang menambah beban investasi baru," ujarnya kemudian.

Menurut dia, hingga saat ini masih terjadi kesnjangan infrastruktur antara Jawa dan Sumatera. Dari total pasokan listrik nasional 32.000 megawatt, 24.000 di antaranya ada di Jawa dan Bali. "Sisanya dibagi rata. Kebayang berapa sisanya untuk Lampung," ungkap dia kemudian.

Investasi di Lampung saat ini sebagian besar berada di bidang pertanian, antara lain sawit, nanas kaleng dan tebu. Lalu, perikanan seperti budidaya udang dan kerapu.

Sumber: bisniskeuangan.kompas.com

Temukan semuanya tentang iklan gratis, Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris


Tidak ada komentar:

Posting Komentar