Tampilkan postingan dengan label rental mainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rental mainan. Tampilkan semua postingan

6/23/2010

Memilih Mainan Anak Ramah Lingkungan


Percaya atau tidak, anak Anda hanya membutuhkan sedikit saja mainan baru. Sebab pada dasarnya seorang anak sudah cukup merasa terhibur dengan keberadaan 'mainan' seperti keranjang lucu, pot, atau sendok makan.

Mainan merupakan salah satu kebutuhan utama si kecil dan anda bisa dapatkan di rental mainan. Melalui bermain, buah hati bisa mengembangkan daya pikir dan kemampuan imajinatifnya. Untuk itu saat usia anak masih dini, orang tua diharapkan bisa membimbing anak agar dapat bermain sambil belajar (bukan sebaliknya) semaksimal mungkin.

Berangkat dari kenyataan tersebut, mainan yang dipakai oleh anak jelas memberikan sumbangsih yang tidak sedikit nilainya. Salah memilih mainan bisa menimbulkan berbagai masalah. Apalagi hari-hari ini ada begitu banyak mainan yang dibuat dari bahan-bahan berbahaya, bahkan beracun. Tak hanya berbahaya bagi anak, bahannya pun juga tidak ramah lingkungan. Lalu bagaimana caranya agar orang tua tahu mainan mana yang aman dan mana yang tidak? Anda bisa mengatasinya melalui rental mainan

Berikut tipsnya

Sensor bahannya

Plastik merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk membuat mainan anak. Meski umum, namun mainan dari bahan plastik merupakan bahan yang paling berpotensi untuk disusupi bahan kimia berbahaya lainnya. Untuk menyelamatkan anak yang cenderung doyan mengemut mainannya, maka sebaiknya Anda membatasi penggunaan mainan bahan plastik semaksimal mungkin. Jika mau yang plastik, carilah yang bisa didaur ulang. Selain plastik, Anda bisa memilih bahan kayu, wol, dan material alami lainnya.

Organic go organic

Tak hanya makanan saja yang perlu organik, namun mainan anak juga perlu. Mainan dari bahan organik (bahkan ada produk mainan yang bisa membantu pertumbuhan gigi pada anak) merupakan pilihan yang lebih baik daripada mainan kain konvensional. Agak mahal? Mungkin ya. Lebih aman?

Bahaya besar!

Carilah mainan bebas PVC, timah, BPA dan phtalates. Semua bahan tersebut tidak ramah lingkungan, berarti tak baik juga buat perkembangan buah hati Anda.

Sedikit mainan saja

Percaya atau tidak, anak Anda hanya membutuhkan sedikit saja mainan baru. Sebab pada dasarnya seorang anak sudah cukup merasa terhibur dengan keberadaan 'mainan' seperti keranjang lucu, pot, atau sendok makan. Daripada menghabiskan banyak uang untuk membeli mainan sehat, anda bisa mencoba layanan rental mainan atau anda coba periksa sekeliling Anda, mungkin ada benda-benda yang bisa diolah menjadi mainan anak. Yang penting mainan tersebut bisa menghibur dan mendidik anak. Ide lainnya adalah dengan membuat mainan sendiri (ah, jadi ingat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali saat kecil dulu).

Menjadi ibu yang kreatif tentu tidak hanya saat di dapur saja, namun untuk urusan anak, Anda bisa menjadi pencipta mainan-mainan yang bermutu juga lho. Coba yuk!

http://woman.kapanlagi.com

Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

6/22/2010

Tips Memilih Mainan Anak



Memberikan mainan sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak anda.Banyak orang tua sering kali terkecoh dengan pandangan bahwa memberikan mainan akan merusak mentalitas anak dimana anak lebih menyukai bermain dari pada belajar.

Padahal melalui bermainlah anak akan belajar (play to learn), sehingga merupakan tugas orang tua untuk memilih mainan yang baik agar buah hati kita dapat belajar banyak hal saat bermain. Apabila Anda merasa mainan tersebut hanya untuk semnetara, mungkin Anda bisa ke tempat Rental Mainan Anak

Memilih mainan anak bisa jadi gampang-gampang susah. Namun intinya, pilih mainan yang memiliki manfaat yang terbaik bagi proses tumbuh kembang anak. Berikut tips yang bisa digunakan dalam memilih mainan untuk anak.

Sesuai Usia Anak

Ketika memilih mainan pertama untuk aktivitas si kecil, penting untuk anda ketahui tingkat perkembangan mental di usianya. Pilihlah mainan yang sesuai dengan tingkat belajarnya. Cobalah cari mainan yang akan menantang perkembangan keterampilan tetapi tanpa membuat anak frustasi. Selalu cek label usia di setiap kemasan mainan. Label usia yang terdapat pada kemasan memang berdasarkan pada kemampuan mental dan fisik anak, kebutuhan bermain, minat dan keamanan.

Merangsang Indera

Setiap hari bagi anak merupakan saat yang penuh dengan penemuan hal baru. Aktivitas dan mainannya haruslah didesain untuk merangsang perkembangan indera anak. Semakin banyak dan semakin sering panca indera digunakan, sel-sel otak anak juga akan semakin berkembang (secara kuantitas dan kualitas).

Mainan yang bertekstur, bentuk dan warna yang menarik dan dapat mengeluarkan suara akan membantu anak dalam bereksplorasi dan belajar. Untuk membimbing rasa peduli anak tentang bagaimana sesuatu itu terjadi, mainan harus mudah digunakan dan merangsang interaksi.

Utamakan Keselamatan dan Kesehatan

Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Orang tua haruslah selalu mengingat sisi keselamatan ketika memilih mainan untuk anaknya. Pastikan mainan itu kuat (tidak mudah pecah) dan dalam ukuran yang aman tanpa ada bahaya menggores atau tertelan. Pastikan permukaan mainan terbuat dari material/cat yang aman dan tidak mudah mengelupas. Pastikan baterai terpasang dan terkunci dengan baik.

Jika mainan menggunakan tali sebagai salah satu komponen, pastikan panjangnya tidak lebih dari 20 cm untuk menghindari leher anak terjerat. Jauhkan plastik/kemasan pembungkus dari anak. Pastikan pula mainan itu sudah mencantumkan lebel standar kualitas internasional dikemasannya (misalnya CE atau ASTM) atau standar nasional (misalnya SNI).

Rotasi Mainan dan Kreativitas Lain

Hindari memberikan mainan dalam jumlah terlalu banyak untuk melatih konsentrasi anak. Bila anak sudah bosan dengan satu mainan, gantilah dengan mainan yang lain, biasanya anak akan mudah bosan bila ia diberikan beberapa mainan sekaligus banyak pada saat yang bersamaan. Jangan lupa sediakan selalu kertas dan crayon, kotak-kotak bekas untuk disusun, buku-buku cerita dan benda-benda lain (yang ada dirumah) yang aman untuknya bermain.

Last But Not Least

Awasi anak saat ia bermain, ada kalanya anak harus bermain sendiri, ada kalanya orang tua harus mendampingi bermain agar maksud dan tujuan mainan itu tercapai. Biasakanlah anak untuk membereskan kembali mainan sesudah selesai bermain.

Selamat bermain dengan buah hati anda dan mengunjungi tempat Rental Mainan.

duniabermain.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis - Indonesia

9/30/2009

Bisnis Penyewaan Mainan Anak

Zaman sekarang, orang tua umumnya cuma punya 1-2 anak. Mau beli mainan mahal, percuma karena tak ada yang "mewarisi". Kini, ada solusinya: sewa saja!

Baru Februai tahun silam pasangan Anita Rachman (28)-Ardian Wirawan (35) membuka usaha sewa mainan anak. Idenya, kata Anita, "Waktu anak kami, Michelle Arnetta (3), dapat hadiah mainan perosotan dari tantenya. Enggak baru, memang, tapi masih bagus. Dipakai bertahun-tahun, tetap bagus dan warnanya tak pudar," kata ibu muda yang tengah hamil anak kedua ini.

Pelajaran penting dipetik Anita. Mainan berkualitas bagus, bisa tahan lama. "Tapi umur pakainya juga tak lama karena begitu anak bosan atau makin besar, enggak terpakai lagi. Nah, kami jadi berpikir, oke juga bikin persewaan mainan anak," katanya saat ditemui di rumah merangkap kantor di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.

Pasangan ini pun mulai cari-cari informasi. Termasuk berselancar di dunia maya. Di Singapura, Selandia Baru, dan Australia, bisnis macam itu sudah ada sejak lama dan menarik untuk ditekuni. "Saya telepon ke Australia, cari info. Saya banyak belajar dari mereka," kata Ardian, lulusan sekolah komputer di University of Southern Queensland, Australia.

Berkembang Sangat PesatAkhirnya, mereka merasa siap untuk memulai usaha dengan 30 jenis mainan anak. "Termasuk 10 buah punya anak kami. yang lain, istri yang memilih karena dia lebih pintar soal itu." Jadilah mereka menawarkan Sewa Mainan berupa ayunan, perosotan, mobil-mobilan, rumah kecil, hingga bak pasir dari Toko Mebel. "Konsumen bisa sewa 1-2 minggu. Mau lebih lama lagi, sampai anaknya bosan, boleh," kata Adrian sambil menyebut, harga sewa tergantung jenis mainannya. Mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per jenis mainan

Usaha yang diberi nama Rent'n Play ini mereka iklanlan lewat berbagai media. "Kami juga rajin bagi brosur, datang ke acara yang dihari kaum ibu." Ternyata, sambutannya luar biasa. "Awalnya, mereka suka tanya soal kebersihan mainan. Bayangan mereka, mainan ini dipakai banyak orang. Kami yakinkan, kami punya standar. Setelah disewa, mainan kami cuci dengan Sabun Cuci sampai bersih, dimasukkan dalam kemasannya lagi, dan dikontrol kembali jika ada penyewa baru."

default.tabloidnova.com

Bisnis Penyewaan Mobil

Zaman sekarang, orang tua umumnya cuma punya 1-2 anak. Mau beli mainan mahal, percuma karena tak ada yang "mewarisi". Kini, ada solusinya: sewa saja!

Baru Februai tahun silam pasangan Anita Rachman (28)-Ardian Wirawan (35) membuka usaha sewa mainan anak. Idenya, kata Anita, "Waktu anak kami, Michelle Arnetta (3), dapat hadiah mainan perosotan dari tantenya. Enggak baru, memang, tapi masih bagus. Dipakai bertahun-tahun, tetap bagus dan warnanya tak pudar," kata ibu muda yang tengah hamil anak kedua ini.

Pelajaran penting dipetik Anita. Mainan berkualitas bagus, bisa tahan lama. "Tapi umur pakainya juga tak lama karena begitu anak bosan atau makin besar, enggak terpakai lagi. Nah, kami jadi berpikir, oke juga bikin persewaan mainan anak," katanya saat ditemui di rumah merangkap kantor di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.

Pasangan ini pun mulai cari-cari informasi. Termasuk berselancar di dunia maya. Di Singapura, Selandia Baru, dan Australia, bisnis macam itu sudah ada sejak lama dan menarik untuk ditekuni. "Saya telepon ke Australia, cari info. Saya banyak belajar dari mereka," kata Ardian, lulusan sekolah komputer di University of Southern Queensland, Australia.

Berkembang Sangat PesatAkhirnya, mereka merasa siap untuk memulai usaha dengan 30 jenis mainan anak. "Termasuk 10 buah punya anak kami. yang lain, istri yang memilih karena dia lebih pintar soal itu." Jadilah mereka menawarkan Sewa Mainan berupa ayunan, perosotan, mobil-mobilan, rumah kecil, hingga bak pasir dari Toko Mebel. "Konsumen bisa sewa 1-2 minggu. Mau lebih lama lagi, sampai anaknya bosan, boleh," kata Adrian sambil menyebut, harga sewa tergantung jenis mainannya. Mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per jenis mainan

Usaha yang diberi nama Rent'n Play ini mereka iklanlan lewat berbagai media. "Kami juga rajin bagi brosur, datang ke acara yang dihari kaum ibu." Ternyata, sambutannya luar biasa. "Awalnya, mereka suka tanya soal kebersihan mainan. Bayangan mereka, mainan ini dipakai banyak orang. Kami yakinkan, kami punya standar. Setelah disewa, mainan kami cuci dengan Sabun Cuci sampai bersih, dimasukkan dalam kemasannya lagi, dan dikontrol kembali jika ada penyewa baru."

default.tabloidnova.com