Tampilkan postingan dengan label pakaian muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakaian muslim. Tampilkan semua postingan

6/22/2010

Bentuk Tubuh vs Pakaian Wanita

Hanya karena bukan ukuran model, tidak berarti kamu tidak bisa mengenakan model pakaian wanita dengan trend terbaru. Yang paling penting yang dapat kamu lakukan ketika berhubungan dengan ukuran tubuh Anda adalah dengan hanya menganalisis.

Bentuk Apel

Badan berbentuk seperti buah apel memiliki bentuk badan yang cenderung bulat pendek dan sedikit lebih besar di bagian tengah. Untuk menghilangkanfokus dari bagian tengah, pakailah Untuk menyiasati bentuk bagian tengah badan yang lebih besar, kenakan pakaian wanita atasan model empire dengan bentuk kerah V-neck..

Bentuk Pir

Tubuh dengan bentuk pir memiliki ciri khas lebih besar di bagian bawah, terutama pinggul dan bokong. Untuk mengatasinya, kenakan pakaian wanita yang berwarna lebih cerah daripada bagian bawah. Hindari atasan berwarna gelap karena memberi kesan tubuh bagian bawah makin besar. Anda bisa memilih atasan dengan potongan bahu yang tegas misalnya jaket.

Bentuk Penggaris / Lurus

Bagi yang berbentuk badan lurus, memerlukan pakaian wanita yang bisa membuat tubuh terlihat lebih berisi dan berbentuk. Kenakan baju dengan detail di beberapa bagian, misalnya frill, kerut, pita, dan sebagainya. Jangan mengenakan pakaian wanita berbahan ringan dan jatuh karena akan membuat tubuh terlihat makin 'tipis'.

Bentuk Jam Pasir

Bentuk tubuh jam pasir bisa dikatakan ideal. Bagian tubuh yang mengecil di pinggang bisa Anda jadikan aset untuk tampil seksi. Kenakan gaun dengan rok berpotongan A-line untuk memusatkan perhatian pada pinggang yang langsing. Mengenakan rok pensil sangat cocok dengan model pakaian siluet bentuk tubuh jam pasir dan akan tampil lebih seksi.

Sumber : mudahmenikah.wordpress.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

10/06/2009

Cara & Kiat Bisnis Busana Muslim

Jika Anda jeli, pasti bisa melihat bahwa Koleksi Busana muslim selalu laris dicari pembeli, terutama menjelang Lebaran. Apalagi, kini busana muslim didesain menarik sehingga tampak modis serta membuat cantik dan anggun si pemakai. Tak heran, bisnis yang satu ini selalu menggiurkan. Anda bisa menjual, mulai dari koleksi busana muslim, kerudung, hingga mukena. Asal harga yang ditawarkan terjangkau dan mengikuti tren, produk Anda akan laris manis di pasaran. Bagi Anda yang tertarik menjajal berbisnis busana muslim, sebaiknya simak tips ini.

Grosir vs Eceran
Jika punya modal besar, Anda bisa terjun sebagai penjual koleksi busana grosir. Artinya, Anda menjadi orang pertama yang membeli dari produsen dan menjualnya kembali dalam jumlah banyak pula. Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga sangat murah karena langsung dari sumber pertama. Namun, sebagai penjual koleksi busana grosir, Anda tak bisa mengambil untung terlalu besar. Pasalnya, yang terpenting bagi penjual grosir adalah barangnya terjual kembali dengan cepat. Alhasil, Anda hanya bisa mengambil keuntungan sekitar 10-15 persen.

Sebaliknya, jika hanya punya modal sedikit, Anda bisa menjadi penjual eceran. Sebagai penjual eceran, Anda bisa mengambil keuntungan 30-100 persen. Dengan membeli satu jenis barang koleksi busana paling banyak 1 kodi (20 potong), Anda bisa menjual kembali di butik, toko online, teman, dan kerabat atau bazar menjelang Lebaran. Asyik kan?

Harga Terjangkau
Langkah selanjutnya adalah menentukan segmen yang disasar, apakah Anda hanya akan menjual koleksi busana muslim khusus perempuan, anak-anak, lelaki dewasa, atau campuran dari semua itu. Jika Anda berjualan di kios mal, spesifikasi produk bisa lebih meningkat penjualan. Pasalnya, pembeli akan mendapat variasi produk spesifik tersebut lebih banyak. Namun, bila Anda menjualnya di butik, keragaman koleksi busana tentu akan membuat butik terlihat lengkap dan menarik.

Tren Mode
Yang perlu diperhatikan, baik sebagai penjual maupun produsen, Anda harus memiliki kemampuan melihat tren. Bahkan, akan lebih baik jika Anda bisa menciptakan tren koleksi busana sendiri. Mengapa? Karena pakaian merupakan produk yang selalu berubah desainnya dari waktu ke waktu. Desain koleksi busana yang menarik dan mengikuti tren terbaru tentu akan banyak diminati pembeli. Itu sebabnya, buat Anda "si pemain baru" perlu membekali diri dengan pengetahuan soal desain, perkembangan mode, tren warna, dan model baru sesuai keinginan pasar.

Kulakan ke sentra
Hal wajib lain yang perlu dicatat adalah tempat mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah (jika Anda tidak memproduksi barang sendiri). Anda bisa membelinya langsung di sentra pakaian murah yang banyak berada di kawasan Kawalu (Tasikmalaya) dan Soreang (Bandung), Jawa Barat. Tempat-tempat ini terkenal sebagai sentra koleksi busana muslim.

Nah, Anda yang ingin menjajal bisnis busana muslim coba berkunjung ke sentra tersebut. Anda bisa memilih model koleksi busana dan harga yang sesuai dengan kebutuhan. Dijamin Anda akan mendapatkan harga supermiring sehingga keuntungan bisa berlipat-lipat.

kompas.com

9/29/2009

Teknik Menjalankan Bisnis Busana Muslim

Grosir vs Eceran

Jika punya modal besar, Anda bisa terjun sebagai penjual grosir. Artinya, Anda menjadi orang pertama yang membeli dari produsen dan menjualnya kembali dalam jumlah banyak pula. Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga sangat murah karena langsung dari sumber pertama. Namun, sebagai penjual grosir, Anda tak bisa mengambil untung terlalu besar. Pasalnya, yang terpenting bagi penjual grosir adalah barangnya terjual kembali dengan cepat. Alhasil, Anda hanya bisa mengambil keuntungan sekitar 10-15 persen.

Sebaliknya, jika hanya punya modal sedikit, Anda bisa menjadi penjual eceran. Sebagai penjual eceran, Anda bisa mengambil keuntungan 30-100 persen. Dengan membeli satu jenis barang paling banyak 1 kodi (20 potong), Anda bisa menjual kembali di butik, toko busana muslim online, teman, dan kerabat atau bazar menjelang Lebaran. Asyik kan?

Desain Sendiri

Buat Anda yang memiliki kemampuan mendesain, Anda bisa terjun sebagai penjual sekaligus produsen (membuat sendiri produk yang akan Anda jual). Untuk memproduksi sendiri, Anda tak perlu memiliki konveksi sendiri kok. Anda bisa menggunakan sistem makloon. Dengan sistem ini Anda cukup menyediakan desain dan bahan.

Lalu, untuk pekerjaan menjahit, membordir, hingga pemasangan aksesoris serahkan saja kepada pihak lain dengan sistem upah. Bila Anda mengadopsi sistem makloon, resiko kerugian bisa lebih ditekan. Pasalnya, Anda tak perlu membeli alat, "memelihara" penjahit, tukang bordir, dan tukang obras sendiri. Jadi, jika produksi sepi, Anda tak punya tanggung jawab moral kepada para pekerja tersebut.

Harga Terjangkau

Penting untuk menentukan segmen yang disasar, apakah Anda hanya akan menjual busana muslim khusus perempuan, anak-anak, lelaki dewasa, atau campuran dari semua itu. Jika Anda berjualan di kios mal, spesifikasi produk bisa lebih meningkat penjualan. Pasalnya, pembeli akan mendapat variasi produk spesifik tersebut lebih banyak. Namun, bila Anda menjualnya di butik, keragaman produk tentu akan membuat butik terlihat lengkap dan menarik.

Spesifikasi yang Anda tentukan ini secara langsung juga akan menentukan harga produk yang dijual. Misalnya, Anda ingin menjual busana muslimah untuk kalangan menengah ke bawah. Dengan satu desain, Anda bisa membuat atau menjual puluhan hingga ratusan model. Ini lebih menguntungkan. Pengerjaan massal membuat biaya produksi tidak terlalu besar dan harga jualnya pun tidak tinggi.

Tren Mode

Yang perlu diperhatikan, baik sebagai penjual maupun produsen, Anda harus memiliki kemampuan melihat tren. Bahkan, akan lebih baik jika Anda bisa menciptakan tren sendiri. Karena pakaian merupakan produk yang selalu berubah desainnya dari waktu ke waktu. Desain yang menarik dan mengikuti tren terbaru tentu akan banyak diminati pembeli. Desain baju bukan hanya untuk baju ABG, baju bali, dsb tapi baju muslim juga bisa dikreasikan. Itu sebabnya, buat Anda "si pemain baru" perlu membekali diri dengan pengetahuan soal desain, perkembangan mode, tren warna, dan model baru sesuai keinginan pasar.

www.kompas.com