Tampilkan postingan dengan label indonesia job. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia job. Tampilkan semua postingan

6/11/2010

Bisakah Anda menjadi seorang workaholic yang sehat?

Menjadi seorang workaholic sangat melelahkan baik fisik maupun mental. Selalu bekerja dan bekerja membuat tubuh dan mental selalu aktif walaupun tanpa disadari Anda membutuhkan istirahat. Stress, depresi, tekanan darah yang seringkali melonjak adalah beberapa efek buruk pada kesehatan yang akan dirasakan seorang workaholic.

Selain itu kehidupan sosial yang parah, keluarga yang terabaikan adalah dampak dari kebiasaan gila kerja. Sebuah penelitian bahkan membuktikan bahwa pasangan yang workaholic memiliki kemungkinan untuk bercerai lebih besar dari mereka yang bisa menyeimbangkan kehidupan mereka.

Jika Anda adalah workaholic namun tetap ingin menjalani hidup yang sehat dan seimbang, berikut ini adalah tips-tips-nya:


1. Ubah prioritas hidup


Yakinkan diri Anda bahwa ada yang lebih penting selain pekerjaan, salah satunya kesehatan Anda, keluarga dan teman-teman. Apakah Anda rela melewatkan peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga Anda hanya demi sebuah pekerjaan? Apakah Anda tahu dampak buruk bagi kesehatan karena kebiasaan workaholic Anda? Apakah Anda bisa menikmati hasil kerja dengan maksimal jika nantinya Anda menderita sakit berat akibat stress? Pertanyaan - pertanyaan tersebut diharapkan bisa membuat Anda lebih bijak menyusun prioritas.


2. Benahi manajemen kerja Anda.


Setiap karyawan telah memiliki job desc-nya masing-masing. Kerjakanlah apa yang menjadi tugas Anda saja, tidak perlu sungkan untuk menolak pekerjaan tambahan lain jika Anda merasa tidak sanggup atau dirasa menganggu pekerjaan pokok Anda. Atur semuanya berdasarkan skala prioritas supaya Anda lebih fokus dalam mengerjakannya. Benahi juga jam kerja Anda. Workaholic selalu merasa 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tubuh juga perlu beristirahat, gunakanlah hari libur Sabtu atau Minggu untuk benar-benar lepas dari pekerjaan. Tekankan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan bekerja untuk hari itu. Jauhkan diri Anda dari komputer atau alat kerja Anda yang lain.


3. Asupan gizi yang seimbang dan menyehatkan


Berpikir dan bekerja membutuhkan energi yang besar. Imbangi tenaga yang dikeluarkan dengan asupan makanan yang cukup dengan kebutuhan tubuh Anda dan seimbang. Hindari fast food walaupun ini adalah pilihan termudah bagi para workaholic. Perbanyaklah minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kopi atau minuman berkafein lainnya memang dapat mempertahankan konsentrasi dan menjaga stamina, terutama saat lembur, namun ingatlah bahwa kafein yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah, perasaan cemas, gelisah.


4. Olahraga ringan dan cukup tidur.


Sekedar stretching ringan seperti menggerakkan kepala atau merenggangkan otot dapat membantu tubuh menjadi rileks. Belilah alat-alat olahraga yang dapat digunakan sembari bekerja yang banyak dijual di pasaran. Kemudian luangkan waktu untuk tidur. Penelitian menyebutkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit dapat menjaga Anda tetap terjaga pada malam hari dan mengembalikan energi.

Ada suatu ungkapan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Pun demikian dengan bekerja. Anda harus tahu batasannya karena tubuh Anda memiliki biology time-nya sendiri. Menjaga diri tetap sehat sekalipun Anda seorang workaholic sangatlah penting karena kesehatan itu mahal harganya. Kerja keras Anda akan menjadi sia-sia jika akhirnya Anda sendiri tidak dapat menikmatinya karena sakit akibat overworked. Ingatlah bahwa work hard is good, but work smart is better. So be smart with your work.


Job Vacancy , Career , Indonesia Job

Bookmark and Share

6/07/2010

How to be a Good Public Relations Officer

Among so many events that happened in Indonesia last year, this event can be regarded as one of the most shocking to the world of public relations. A public relations officer of an elite shopping mall in Jakarta gave a controversial statement about the incidence of suicide by a man in his Job place. Instead of empathizing and cast a reassuring sentence, instead she clearly deplores this incident and blames the players who chose the location of the mall to run the action.


The statement becomes controversial and. Most people assume that sarcastic tone of the comments is inappropriate posted by a public relations that in fact represent the corporate image which involved in the incident. The result, people began to question the competence of the PR being assessed careless in dealing with the crisis of his company. Maturity of thought, precision processing of words and how good communications are not seem to be practiced by the public relations officer when dealing with the media.


Public relations, though often equated with “humas”, but have differences in the jobs description. Duties of a PR is much broader than just dealing with clients or the media. According to Edward L. Berneys in his book, Public Relations, a PR has three functions, namely: as a conduit of information to the public, persuasively be modifiers public attitudes and behavior towards the institution / company for the benefit of both parties, and as an integrator between attitudes and actions of institutions with an attitude public and vice versa. The bottom line is responsible for maintaining a public relations and maintaining good relations with the public so as to create a positive image about the company.


To achieve all these goals, public relations must have communication. There are five elements in the communication process that must be mastered: source / communicator (the person who becomes a source, it can the competent authority / himself): message (message to be conveyed); channel (media / means of delivery of messages), the target audience (the recipient group message); and effect (impact happens to communicants after receiving the message).


In the case above, the public relations officer apparently did not think the target audience (the victim's family and community) and the effect of his statement to the public.
Mistakes made by a public relations catastrophe could be fruitful for the company image. A statement by the PR firms is supposed to represent the attitude towards a condition of things. Therefore, delivery must also be appropriate to prioritize the aspects of mutual understanding between both parties.


Before the judging and labeling a PR with bad or good, it's good to know what it takes to be a good PR as excerpted from a resume that was written by Daniel Buana as following:


1. The ability to communicate.
And this is not limited to verbal communication but also visual and even writing. A PR must be fluent in communicating in different types of media, such as presentations, interviews, dialogues, create news / articles / press releases, and so on. Aim to function as information or communicator. He must know how to treat the media in accordance with the characteristics, target audience, and effects that will generate the communicants (receiver of the message).


2. Managerial capacity / leadership.
It is important to translate the vision and mission of top management. He must know the ins and outs of the company, understand the behavior and attention to customers, employees and other groups with an interest in his duties as a liaison. PR is often faced with a crisis situation that requires rapid and appropriate response. Necessary of maturity to think and to act fast to be able to handle the situation in a calm and elegant. Soul of leadership is also needed for coordination between the parties concerned.

3. Ability of mingle and build relationships.
Flexibility in dealing with various types of personality and ability to interact with people from various levels, Included also use networking to get the required information like a detective. Mix versatility is also important to build a positive opinion on the company so as to create a trusting relationship. It needed people with extrovert personality type to be able to carry out this task.


4. An honest and credible personality.
A PR should be someone who can be trusted. What he said should be based on facts, not just a sweetener in order to increase the popularity of his company. The information provided must be accurate and quite important to know the community. In addition, in performing his duties he must comply with the ethics and upholding morality. Although his job is to maintain a positive image of the company remain in the public eye, but does not necessarily make a PR feel entitled to impose other parties that opposed him. PR should make a statement that a neutral, objective, sympathetic, and attention to human values.

5. Creative and rich ideas.
Having extensive knowledge with the ability to think creatively and critically is needed primarily to deal with various issues that require resolution alternatives. Public relations opportunities should also be good at reading and see the gap where he could improve the company's excellence in public. The ability to create new strategies to expand the relationship between companies and the public becomes an important criterion to be held by public relations


Job Vacancy , Indonesia Job , Career , Job Indonesia

Content Social Media Affects Job Search

If you had to seek jobs must have the cover letter and CV are satisfactory, the appropriate qualifications, and greater access to information on job opportunities, so this time, there is an additional thing that also should be noted, that social media content which ever published for the public.

Why might this case could be an important one that must be considered? A study conducted by CareerBuilder.com shows that the more the company reached out to social media to perform background checks on prospective employees. 45% of the company looks of social media as one way of considerations or screening for prospective employees. An increase of 100% a year, the previous year only 22% of companies that do this.


What about in Indonesia?

Probably the same thing does not happen in Indonesia. There isn’t significant number of human resource department that willing to check social media background. Most still feel enough to do it with the aid of references that are included in the cover letter. However, given the networking site users in Indonesia even that keep increasing (Facebook, Twitter, LinkedIn, MySpace, YouTube) It’s only the matter of time until HRD began searching the names of prospective employees on Facebook to learn more about these candidates. The study also stated that unfortunately, most of job seekers tend to ignore their social media content.

From Company’s Point of View
Some of the reasons that make management reluctant to hire prospective employees because of their social media content, among others are :


  • Candidate posts the content about drinking or using drugs.
  • Candidate makes a bad comment about the company where he previously worked.
  • Candidate makes a comment of discriminatory or racisms
  • Candidate lies about his qualifications.
  • Candidate posts the information from the company where he once worked.

So, what should you do?

If you are in the process of looking for work you only need to consider a few things to show the positive reputation of the virtual world, including:

  • Watch your online photo album in Facebook, or elsewhere. Delete photos that could damage your reputation.
  • Don’t exhibit negative things to the outside world. Focus on the positive things, both related to the world of professional and personal.
  • Try to create a special group for your profession or join professional groups that exist in the FB or other media. This is one way to create relationships with leaders, recruiter or other professions.
  • Selective in accepting friends. Just because people to add you as a friend does not mean you should always approve it. You never know who behind the name on FB or Twitter.
  • If you are still working or bounding by certain companies, do not expose your career search in cyberspace. It is not impossible management where you are working now knows it and it can be a minus value for your loyalty.


Indonesia Job , Employment , Job Indonesia , Job Vacancy

Berkarir di Perusahaan Penambangan Minyak dan Gas

Tidak dipungkiri, dikalangan job seeker di Indonesia terutama fresh graduate, bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang penambangan adalah cita-cita dan impian. Bagaimana tidak, selain terkenal sebagai perusahaan yang memberikan kompensasi tinggi kepada karyawannya, bekerja di perusahaan tambang juga memberikan prestige atau gengsi tersendiri bagi karyawannya.

Asumsi dari jobs seeker tersebut memang benar. Dari berbagai survey yang dilakukan, rata-rata gaji karyawan entry level yang diberikan perusahaan penambangan atau diperusahaan minyak dan gas jauh diatas rata-rata gaji karyawan yang baru masuk diperusahaan lainnya. Di satu-satunya BUMN yang mengelola penambangan minyak dan gas di Indonesia, gaji pokok fresh graduate bisa mencapai Rp. 4 juta - Rp. 8 juta, tergantung dengan posisi dan kualifikasi yang dimiliki karyawan. Konon di perusahaan asing, jumlah tersebut bisa lebih besar lagi.

Kompensasi yang diberikan kepada karyawan perusahaan tentunya jadi daya tarik menggiurkan bagi setiap pencari kerja. Apalagi Indonesia memang memiliki banyak ladang minyak dan gas yang sudah maupun belum diekspoitasi sehingga banyak perusahaan asing menanamkan modal mereka di negara ini. Inilah yang seringkali dilihat sebagai kesempatan bagi pencari kerja yang memiliki kualifikasi sesuai dengan bidang ini.

Berdasarkan data dari JobsDB.com, beberapa posisi favorite yang sering dibutuhkan perusahaan penambangan minyak dan gas adalah berikut ini :

  1. Senior Geologist / Geologist
  2. Health Safety & Environment Officer
  3. Geophysicist


Senior Geologist

Tanggung jawab dari seorang Senior Geologist meliputi setiap aktifitas geologi yang berkaitan dengannya di setiap tambang. Professional bidang ini akan bekerja sama dengan tim pengeboran untuk merencanakan, memulai dan melaksanakan program eksplorasi. Perencanaan akan dimulai dari riset, review dan menilai data geologi dan geofisika dari sebuah area tambang. Seorang Geologist senior harus mensupervisi setiap aktifitas selama proses pengeboran dan eksplorasi, mengembangkan dan menjaga model geological untuk setiap area eksplorasi. Lingkup kerjanya juga mencakup memperbarui database geologi, menganalisa remedial lingkungan dan kesiapan menghadapi berbagai bencana alam. Karena akan memimpin tim yang kebanyakan juga terdiri dari Geologist, seorang Senior Geologist juga memiliki kewajiban untuk memberikan bimbingan atau mentoring kepada juniornya. Kualifikasi minimal yang harus dimiliki seorang kandidat yang ingin menjadi Senior Geologist antara lain

  1. Memiliki gelar sarjana Geologi
  2. Menguasai modeling software
  3. Paling tidak berpengalaman selama 10 tahun di industri yang sama
  4. Memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang baik


Health Safety and Environment Senior Officer

Posisi ini diciptakan untuk menjamin dan memberikan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesehatan dan keselamatan karyawan dan keluarganya. Di lingkungan industri tambang, divisi Health Safety and Environment memiliki misi untuk meminimalisir bahkan menghilangkan kemungkinan terjadinya kesalahan, kecelakaan kerja dan penyakit yang bisa ditimbulkan dari lingkungan kerja melalui berbagai usaha pencegahan dan riset. Seorang executive senior SHE bertanggung jawab untuk mengembangkan, mengaplikasikan dan memonitor setiap karyawan dan kontraktor agar mematuhi setiap ketentuan dan standar keselamatan dan kesehatan lingkungan yang telah ditetapkan.
Kualifikasi yang disyaratkan untuk bekerja di bidang ini adalah

  1. Memiliki paling tidak gelar sarjana dibidang yang terkait dengan penambangan dengan pengalaman paling tidak 5 tahun.
  2. Karena seringkali peraturan keselamatan tiap industri penambangan berbeda, dibutuhkan pengetahuan yang mendalam mengenai perijinan, peraturan keselamatan, sistem manajemen dan audit, berbagai jenis pelatihan dibidang keselamatan, kesehatan dan lingkungan.
  3. Soft skill yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk menganalisa keadaan dan kebutuhan perusahaan dengan akurat, memiliki integritas tinggi dan berkomitmen dengan keselamatan tenaga kerja.


Geophysicist

Profesional Geophysicist banyak bekerja di lapangan dan laboratorium karena pekerjaannya akan banyak dilakukan di tambang dan penelitian. Hal yang unik dari profesi ini adalah seringkali harus menggunakan berbagai alat seperti bahan peledak, sonar, berbagai radar dan peralatan laboratorium lainnya. Beberapa tanggung jawab seorang Geophysicist antara lain adalah menghitung, menganalisa keadaan fisik bumi secara keseluruhan, termasuk menentukan peralatan dan metode yang cocok dengan keadaan keadaan bumi sebelum eksplorasi dilakukan. Seorang Geophysicist harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan data yang diperoleh kepada anggota tim, klien, manajer senior dan rekannya dalam presentasi .

Spesialisasi tertentu sangat penting bagi seorang Geophysicist untuk menunjukkan nilai tambahnya. Contohnya seperti menjadi seismologist ('membaca' gerakan bumi, gempa), tectnophysicist (mempelajari lempeng tektonik).

Pendidikan yang wajib dimiliki untuk bekerja sebagai geophysicist adalah sarjana teknik geofisika, walaupun dalam prakteknya makin banyak perusahaan mensyaratkan calon karyawannya untuk memiliki gelar Master bahkan Ph.D atau pengalaman minimal 3 tahun. Karena posisi ini berhubungan dengan banyak divisi lain maka keahlian komunikasi sangat dibutuhkan sama halnya dengan kemampuan untuk mengatasi masalah sesuai dengan urgensi waktu.

Indonesia job, Career