Tampilkan postingan dengan label electronic theodolite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label electronic theodolite. Tampilkan semua postingan

5/05/2010

Theodolite Sebagai Alat Ukur Tanah



Theodolite adalah alat untuk mengukur sudut. Pada pandangan pertama alat ini terlihat sebagai suatu alat yang agak rumit, tetapi cara kerjanya dapat dipelajari dengan lebih cepat jika alat ini dipisah-pisahkan dalam bentuk bagan (diagram) ke dalam bagian ­bagiannya secara terpisah dan masing-masing dijelaskan secara mandiri.

Penggolongan

Suatu Theodolite umumnya digolong-golongkan, menurut cara yang dipakai untuk membaca lingkaran, kegunaannya dan ketelitiannya. Penggolongan yang utama adalah menurut cara yang dipakai untuk membaca lingkaran. Cara-cara tersebut adalah :

1. Vernier

2. Skala optis atau mikrometer optis.

12.1.0 Theodolite Vernier

Seperti tersebut pada namanya Theodolite ini di5aca dengan vernier – salah satu jenis skala tambahan – yang memungkinkan pembacaan sampai 20 detik,. Bagian-bagian utama Theodolite seperti terlihat dalam gambar 12.1.0.1 adalah :

1. Tripod/statif/kaki tiga

Kegunaan tripod adalah untuk menunjang Theodolite. Tripod dapat teleskopi ( Mempunyai kaki yang dapat diubah-ubah panjangnya) atau tripod dengan kaki yang tetap panjangnya.

1. Landasan Theodolite

Landasan Theodolite adalah dasar alat ukur yang datar yang disekrupkan pada tripod dan menunjang kaki-kaki sekrup penegak.

1. Tribrach

Tribrach adalah badan alat ukur yang menunjang seluruh bagian yang lain. Tribrach ini mempunyai bagian yang berlekuk, dudukan yang berbentuk seperti kerucut pada mana bagian-bagian alat ukur yang lain ditumpangkan di atasnya. Jika alat ukur sedang dipakai maka Tribrach harus benar-benar mendatar.

1. Pengaturan penegaka

Untuk memungkinkan Tribrach ditegakkan, sekrup-sekrup penegak dipasangkan antara tribrach dengan landasan Theodolite. Gerakan sekrup-sekrup kaki akan mengetengahkan gelembung nivo tabung piringan yang terletak pada piringan penutup lingkaran mendatar. Kepekaan nivo tabung ini sekitar 2mm = 40 detik sudut

1. Lingkaran mendatar atau piringan bawah

Lingkaran mendatar ini dipasangkan diatasi suatu gelendong (spindle) yang berlekuk. Gelondong ini dipasangkan pada dudukan yang berlekuk dari tribrach. Gelendong ini bebas berputar dalam tribrach dan karena ini lingkaran dapat diputar dan dihentikan dalam sembarang kedudukan. Lingkaran dapat ditahan pada kedudukan ini dengan menggunakan sekrup pengunci piringan bawah yang jika dikeraskan akan mengunci dudukan tribrach pada gelondong lingkaran. Walaupun sekrup pengunci telah dikeraskan, sedikit gerakan masih mungkin dilakukan dengan sekrup gerakan halus yang disebut sekrup tangential. Lingkaran mendatar berupa suatu piringan logam dengan garis tengah 115 mm, dibagi-bagi dengan teliti dalam bagian-bagian derajat dan dua puluh menit dan dinomori searah dengan arah jarum jam dengan selang lima derajat

6. Piringan penutup pada lingkaran mendatar atau piringan atas

Piringan penutup terletak pada suatu gelendong pusat yang terpasang dalam dudukan berlekuk dari lingkaran mendatar. Karena itu bebas berputar terhadap lingkaran yang juga bebas berputar dalam dudukan vibrach seperti telah diterangkan. Lingkaran mendatar secara keseluruhan tertutup oleh piringan penutup yang anti debu, pembacaan lingkaran dilakukan melalui jendela yang terletak pada penutup. Suatu tanda penunjuk atau vernier yang tetap ditempelkan pada piringan penutup dan bergerak di atas lingkaran mendatar jika piringan penutup diputar

ilmusipil.com

4/20/2010

Jenis Theodolite



Dari konstruksi dan cara pengukuran, dikenal 3 macam theodolite :

1.Theodolite Reiterasi
Pada theodolite reiterasi, plat lingkaran skala (horizontal) menjadi satu dengan plat lingkaran nonius dan tabung sumbu pada kiap.Sehingga lingkaran mendatar bersifat tetap. Pada jenis ini terdapat sekrup pengunci plat nonius.

2.Theodolite Repetisi
Pada theodolite repetisi, plat lingkarn skala mendatar ditempatkan sedemikian rupa, sehingga plat ini dapat berputar sendiri dengan tabung poros sebagai sumbu putar.Pada jenis ini terdapat sekrup pengunci lingkaran mendatar dan sekrup nonius.

3. Theodolite Elektro OptisDari konstruksi mekanis sistem susunan lingkaran sudutnya antara theodolite optis dengan theodolite elektro optis sama. Akan tetapi mikroskop pada pembacaan skala lingkaran tidak menggunakan system lensa dan prisma lagi, melainkan menggunkan system sensor. Sensor ini bekerja sebagai elektro optis model (alat penerima gelombang elektromagnetis). Hasil pertama system analogdan kemudian harus ditransfer ke system angka digital. Proses penghitungan secara otomatis akan ditampilkan pada layer (LCD) dalam angka decimal.

cwienn.wordpress.com

3/31/2010

Theodolite: Everest Kembali Diukur



Para ilmuwan Cina akan mengukur kembali gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, karena kawatir ketinggian Everest mungkin saja mengalami pengurangan.

Survei belum lama berselang menemukan, ketinggian puncak Everest berkurang 1 koma 3 meter karena pemanasan global.

Gunung ini terletak di kawasan perbatasan Cina dan Nepal, namun ketinggian Gunung Everest sejak lama memicu kontroversi. Ketinggian Gunung Everest pertama kali ***kur oleh seorang juru ukur India pada tahun 1954. Dengan menggunakan alat pengukur Theodolite, dia menemukan bahwa tinggi Everest mencapai 8 ribu 848 meter.

Namun pada tahun 1999, beberapa ilmuwan Amerika Serikat mengukur kembali ketinggian Gunung Everest dengan menggunakan teknologi penentuan posisi global memakai satelit, atau yang lebih dikenal dengan GPS dan Theodolite.

Menurut ilmuwan Amerika tersebut dan juga National Geographic Society, Everest lebih tinggi 2 meter dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya.

Saat ini pemanasan global mencairkan glasier di puncak Everest, yang jelas menyebabkan tinggi gunung tersebut berkurang.

Para ilmuwan Cina akan memetakan Everest bulan Maret nanti untuk mengecek perkiraan bahwa tinggi Everest berkurang 1 meter.

Berapapun hasil pengukuran nanti, tinggi Everest kemungkinan memang tidak tetap.

Pergerekan lempeng tektonik bumi menyebabkan Himalaya terdorong ke atas, membuat Gunung Everest bertambah 1 sentimeter setiap tahunnya.

kapanlagi.com

3/11/2010

History Of Theodolite



A theodolite
is an instrument for measuring both horizontal and vertical angles, as used in triangulation networks. It is a key tool in surveying and engineering work, particularly on inaccessible ground, but theodolites have been adapted for other specialized purposes in fields like meteorology and rocket launch technology. A modern theodolite consists of a movable telescope mounted within two perpendicular axes—the horizontal or trunnion axis, and the vertical axis. When the telescope is pointed at a desired object, the angle of each of these axes can be measured with great precision, typically on the scale of arcseconds.
"transit" refers to a specialized type of theodolite that was developed in the early 19th century. It featured a telescope that could "flop over" ("transit the scope") to allow easy back-sighting and doubling of angles for error reduction. Some transit instruments were capable of reading angles directly to thirty arcseconds. In the middle of the 20th century, "transit" came to refer to a simple form of theodolite with less precision, lacking features such as scale magnification and mechanical meters. The importance of transits is waning since compact, accurate electronic theodolites have become widespread tools, but the transit still finds use as a lightweight tool on construction sites. Some transits do not measure vertical angles.
The builder's level is often mistaken for a transit but is actually a type of inclinometer. It measures neither horizontal nor vertical angles. It simply combines a spirit level and telescope to allow the user to visually establish a line of sight along a level plane.


Http://en.wikipedia.org

2/16/2010

Mengenal Theodolite



Theodolite adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar saja. Di dalam theodolite sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik).

Di dalam pekerjaan – pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, theodolite sering digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun pengamatan matahari. Theodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar bila sudut verticalnya dibuat 90º.

Dengan adanya teropong pada Theodolite, maka theodolite dapat dibidikkan kesegala arah. Di dalam pekerjaan bangunan gedung, theodolite sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku pada perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolite juga dapat digunakan untuk menguker ketinggian suatu bangunan bertingkat.

theodolit.blogspot.com

11/17/2009

Theodolites Modern Alat Survey Tepat



Theodolite adalah alat untuk mengukur dua buah sudut vertikal dan horisontal, seperti yang digunakan dalam jaringan segitiga. Theodolite merupakan alat utama dalam survei dan pekerjaan teknis, terutama pada pekerjaan pengukuran tanah, tetapi theodolites sudah disesuaikan untuk keperluan khusus lainnya seperti dalam bidang peluncuran roket meteorologi dan teknologi lainnya. Theodolite modern terdiri dari teleskop yang dapat bergerak dalam dalam dua sudut (axis) bersamaan yang tegak lurus atau trunnion sumbu horisontal, dan sumbu vertikal. Ketika teleskop terarah pada obyek yang dikehendaki, maka sudut dari tiap-tiap axis dapat ***kur dengan tepat, biasanya pada skala arcseconds.

Theodolites di hari ini, membaca dari kalangan vertikal dan horisontal biasanya dilakukan secara elektronik. Readout yang dilakukan oleh rotary encoder, yang dapat absolut, misalnya Gray menggunakan kode, atau meningkat, dengan terang dan gelap sama jauh radial band. Dalam kasus yang kedua lingkaran berputar cepat, mengurangi sudut pengukuran elektronik untuk ukuran perbedaan waktu. Selain itu, akhir-akhir ini sensor CCD telah ditambahkan ke dalam pesawat fokus teleskop yang memungkinkan kedua auto-target dan otomatis ukuran sisa target offset. Semua ini diimplementasikan dalam perangkat lunak tertanam.

Selain itu, banyak modern theodolites, biaya hingga $ 10.000 masing-masing, dilengkapi dengan terpadu elektro-optik mengukur jarak perangkat, umumnya berbasis inframerah, mengizinkan pengukuran sekaligus lengkap dari tiga dimensi vektor - walaupun ditetapkan dalam instrumen-polar co-ordinates - yang kemudian dapat diwujudkan ke pra-ada koordinasi sistem di daerah dengan jumlah titik kontrol. Teknik ini disebut resection solusi gratis atau stasiun posisi survei dan banyak digunakan dalam survei pemetaan. Dengan instrumen, "cerdas" theodolites disebut self-registering tacheometers atau "stasiun total", perlu melakukan operasi, menyimpan data ke dalam unit internal mendaftar, atau ke perangkat penyimpanan data eksternal. Biasanya, ruggedized laptop atau PDA yang digunakan sebagai pengumpul data untuk tujuan ini.

pengukuran.com

10/20/2009

Macam / Jenis Optical Theodolit



Macam theodolit berdasarkan konstruksinya, dikenal dua macam yaitu:

1. THEODOLIT REITERASI ( THEODOLIT SUMBU TUNGGAL )

Dalam theodolite atau theodolit ini, lingkaran skala mendatar menjadi satu dengan kiap, sehingga bacaan skala mendatarnya tidak bisa di atur.
theodolite atau theodolit yang di maksud adalah theodolit type t0 (wild) dan type dkm-2a (kem)


2.
THEODOLITE REPITISI

Konsruksinya Kebalikan Dari Alat Survey Dari Alat Theodolit Reiterasi, Yaitu Bahwa Lingkaran Mendatarnya Dapt Diatur Dan Dapt Mengelilingi Sumbu Tegak.
AKIBATNYA DARI KONSTUKSI INI, MAKA BACAAN LINGKARAN SKALA MENDATAR 0º, DAPAT DITENTUKAN KEARAH BDIKAN / TARGET MYANG DIKEHENDAKI. ALAT SURVEY DARI ALAT THEODOLIT YANG TERMASUK KE DAKM JENIS INI ADALAH THEODOLIT TYPE TM 6 DAN TL 60-DP (SOKKISHA ), TL 6-DE (TOPCON), TH-51 (ZEISS)

1.
MACAM THEODOLIT MENURUT SISTEM BACAANNYA:
automatic level dengan theodolite total station sistem baca dengan indexs garis
theodolite sistem baca dengan nonius
theodolite sistem baca dengan micrometer
theodolite sistem baca dengan koinsidensi
automatic level dengan theodolite total station sistem baca dengan digital

2.
THEODOLIT MENURUT SKALA KETELITIAN
theodolit presisi (type t3/ wild)
theodolit satu sekon (type t2 / wild)
theodolit level survey dan theodolite spuluh sekon (type tm-10c / sokkisha)
theodolit level survey dan theodolite satu menit (type t0 / wild)
theodolit sepuluh menit ( type dk-1 / kern)

PERSYARATAN OPERASI THEODOLIT
o sumbu i harus tegak lurus dengan sumbu ii (dengan menyetel nivo tabung dan nivo kotaknya).
o garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu ii.
o garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan indeks skala tegak.

o garis jurusan nivo skala mendatar, harus Tegak Lurus Dengan Sumbu Ii.


http://theodolit.blogspot.com

Cara-Cara Penyetelan Theodolit Vertical




Dirikan statif sesui dengan prosedur
Laser Auto Level dan Laser Liner yang ditentukan.

Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat dan sekrup pengunci di kepala statif ur
Laser Auto Level dan Laser Liner.

Stel nivo kotak dengan cara: Ø Putarlah sekrup A,B Laser Theodolite dan Theodolite Level secara bersama-sama hingga gelembung nivo bergeser kearah garis sekrup C. (lihat gambar a)
Ø Putarlah sekrup Laser Theodolite dan Theodolite Level ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah (lihat gambar b)
Ø Setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung. Bila penyetelan nivo tabung menggunakan tiga sekrup penyetel (A,B,C), maka caranya adalah:
Ø Putar teropong Laser Level dan Liner Laser dan sejajarkan dengan dua sekrup A,B (lihat gambar a)
Ø Putarlah sekrup Laser Level dan Liner Laser A, B masuk atau keluar secara bersama-sama, hingga gelembung nivo bergeser ke tengah (lihat gambar a) Ø Putarlah teropong 90º ke arah garis sekrup C (lihat gambar b)
Ø Putar sekrup C Level Theodolite atau Theodolite ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah.
Ø Periksalah kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan cara memutar teropong ke segala arah




http://theodolit.blogspot.com

9/29/2009

Pengenalan Theodolite Laser


  • Pengertian
theodolite adalah instrument / alat yang dirancang untuk pengukuran sudut yaitu sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan dengan sudut vertical. Dimana sudut – sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan.
1.bagian bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang menyanggah suatu tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran. Pada tepi lingkaran ini dibuat pengunci limbus.
2.bagian tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung dan diletakkan pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak lurus kesatu. Diatas sumbu kesatu diletakkan lagi suatu plat yang berbentuk lingkaran yang berbentuk lingkaran yang mempunyai jari – jari plat pada bagian bawah. Pada dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat pembaca nonius. Di atas plat nonius ini ditempatkan 2 kaki yang menjadi penyanggah sumbu mendatar atau sumbu kedua dan sutu nivo tabung diletakkan untuk membuat sumbu kesatu tegak lurus, cek info lainnya di jual lingerie. Lingkaran dibuat dari kaca dengan garis – garis pembagian skala dan angka digoreskan di permukaannya. Garis – garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas tajam bila dibandingkan hasil goresan pada logam. Lingkaran dibagi dalam derajat sexagesimal yaitu suatu lingkaran penuh dibagi dalam 360° atau dalam grades senticimal yaitu satu lingkaran penuh dibagi dalam 400 g.
3.bagian atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki penyanggah sumbu kedua. Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong yang mempunyai diafragma dan dengan demikian mempunyai garis bidik. Pada sumbu ini pula diletakkan plat yang berbentuk lingkaran tegak sama seperti plat lingkaran mendatar.
  • Syarat – syarat theodolite
Syarat – syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite (pada galon air) sehingga siap dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sbb :
1.sumbu kesatu benar – benar tegak / vertical.
2.sumbu kedua haarus benar – benar mendatar.
3.garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.
4.tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu.



http://cwienn.wordpress.com