Tampilkan postingan dengan label pengobatan penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengobatan penyakit. Tampilkan semua postingan

6/23/2010

Tips Pengobatan: MADU Vs Penyakit Jantung

Madu bagi sebagian orang justru diangangap dapat menyebabkan obesitas, LDL tinggi dan tekanan darah tinggi yang mengakibatkan penyakit jantung. Mengapa? Karena mereka berfikir madu mempunyai rasa manis yang berasal dari sucrose, glucose dan fructose. Kita ketahui bahwa mengkonsumsi sucrose secara berlebih dipercaya meningkatkan resiko obesitas, resisten terhadap insulin dan tekanan darah tinggi. Sucrose juga mengurangi HDL yang menguntungkan dan meningkatkan tingkat triglyceride. Fruktose mempunyai efek yang sama dengan sucrose.

Disinalah keajaiban lebah madu , gula-gulaan seperti sucrose, glucose dan fructose yang terkandung dalam madu justru bisa dijadikan pengobatan penyakit. Lebah menghasilkan madu murni dengan menghisap nectar bunga yang kaya akan gula-gulaan tersebut tetapi lebah memproses gula-gulaan itu terlebih dahulu di dalam perut lebah . Setelah nectar diolah dalam tubuh lebah menjadi madu, barulah lebah mengeluarkan madu dari dalam perutnya. Jadi gula-gulaan yang terdapat dalam madu sudah diproses dalam perut lebah terlebih dahulu sehingga madu langsung bisa meresap kedalam darah kita. Berdasarkan riset ilmiah, madu bisa meresap kedalam darah sekitar 10 menit.

Beberapa zat kimia dalam darah dapat digunakan untuk memonitor tingkat resiko penyakit jantung. Beberapa tahun sebelumnya, tingkat kolesterol dan LDL (“jelek/jahat”) telah digunakan untuk memonitor tingkat penyakit jantung dan akhir-akhir ini homocysteine dan C-reactive Protein (CRP) telah ditambahkan sebagai penyebab/factor penyakit jantung. Orang dengan tingkat homocysteine tinggi memiliki tingkat penyakit jantung, kanker dan beberapa penyakit bahaya lainya.

Homocysteine yang tinggi dapat diturunkan dengan vitamin B6, B12 dan folic acid. Tingkat CRP yang tinggi juga dapat untuk memprediksi penyakit jantung. Tingkat CRP meningkat disebabkan oleh merokok, tekanan darah tinggi, obesitas dan penyakit gusi kronis.

Dari hasil percobaan, orang yang mengkonsumsi larutan madu tingkat kolesterol, LDL dan triglyceride secara total menurun tetapi tidak bagi yang meminum larutan glucose dan madu buatan.

Setelah 15 hari percobaan, orang yang mengkonsumsi madu tingkat HDL (baik) meningkat dan tingkat Homocysteine menurun. Efek dari mengkonsumsi madu setiap hari selama 15 hari bagi orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi : total kolesterol menurun 8%, LDL (jahat) kolesterol menurun 11%, dan CRP menurun 57%.

Hasil riset study ini merekomendasikan bahwa madu mempunyai efek yang positif bagi penderita penyakit jantung. Dalam relative singkat, madu dapat menurunkan kolesterol dan yang paling dramatis adalah menurunkan tingkat CRP terhadap orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi. Tampaknya CRP mempunyai peranan penting penyebab penyakit jantung selain kolesterol.

Jadi mengkonsumi sucrose, glucose dan fructose bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, study ini merekomendasikan memakan madu bukan hanya aman tetapi pada kenyataanya justru bisa dijadikan pengobatan penyakit dan menyehatkan jantung.

Sumber: www.madupropolis.com

Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

9/15/2009

Sehat Dengan Refleksologi

LELAH setelah bekerja penuh selama seminggu? Luangkan waktu Anda untuk meakukan terapi refleksologi. Refleksologi, merupakan salah satu pengobatan alternatif (Spiritual Health) yang berfungsi memperbaiki kesehatan dengan cara menekan titik tertentu pada tangan dan kaki. Pakar refleksologi meyakini, gangguan pada tubuh terjadi akibat adanya ketidakseimbangan aliran energi dalam tubuh atau karena adanya hambatan aliran energi. Karena itu, dengan menstimulus aliran energi, ketidakseimbangan bisa diperbaiki dan kesehatan kembali pulih.

Manfaat Refleksologi

Refleksologi bisa mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan karena mengalami penyakit, dengan menstimulus pelepasan endorfin, zat penghilang rasa sakit alami tubuh. Saat mengalami stres dan depresi, pembuluh darah cenderung mengencang sehingga aliran darah tertahan. Terapi ini berfungsi mendorong sistem peredaran darah melalui tubuh.

Karena itu sangat efektif mengatasi masalah-masalah psikologi seperti stres dan depresi. Selain itu, refleksologi bisa mengatasi gejala-gejala yang muncul akibat stres dan depresi seperti sakit kepala, masalah lambung dan gangguan tidur. Dalam perkembangan selanjutnya, terapi refleksologi juga digunakan untuk mengatasi penyakit seperti diabetes dan migrain.

Selain itu, refleksologi, juga bisa membantu meringankan asma dengan membersihkan saluran napas. Setiap ketidakseimbangan hormon bisa diperbaiki dengan menstimulus kelenjar pituari, kelenjar yang berfungsi melepaskan hormon-hormon. Selain itu, refleksologi juga diyakini bisa meningkatkan fungsi sitem limfe yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Teknik refleksologi (Gelang Kesehatan)akan mengurangi hambatan dalam sistem limfe dengan cara mengangkat racun-racun dan memastikan fungsinya berjalan lancar.

Terapi ini juga bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan dan membuat Anda merasa lebih nyaman. Tekanan pada titik di tangan dan kaki akan membuat badan jadi relaks. Ingin mencoba? Anda bisa mendapatkan pelayanan terapi refleksologi di spa-spa (Coconut Spa) terdekat dengan Anda.

mediaindonesia.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang