Tampilkan postingan dengan label jual apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual apartemen. Tampilkan semua postingan

3/15/2010

Apartemen Terus Diminati



Denyut perekonomian kota bandung semakin terasa sejak dibukanya jalan tol purbaleunyi, yang memberikan akses cepat dari ibu kota jakarta, pada 2005. Sektor pariwisata dan perdagangan bergiat tumbuh. Properti, seperti apartemen, pun kecipratan pertumbuhan ini.
Kehadiran jalan berbayar tersebut membuka lebar arus kunjungan ke bandung rata-rata 21.000 orang per hari. Bahkan pada akhir pekan pengunjung mencapai 61.000 orang.
Eva (31), karyawan bank nasional di jakarta, beberapa kali menyewa apartemen di pusat kota bandung saat berlibur bersama keluarga. "kalau ingin menginap, orang langsung teringat pada hotel. Padahal, mencari hotel yang bagus di bandung saat akhir pekan susahnya bukan main," katanya.Biaya menyewa apartemen tidak jauh berbeda dari hotel. Harga sewa satu unit rata-rata rp 700.000 per malam. Ini nyaris setara dengan harga kamar di hotel berbintang empat."menginap di apartemen cocok untuk keluarga. Ruangannya lebih luas dan dibagi menjadi dua atau tiga kamar. Ada dapur dan peralatan masak pula," ia menambahkan.
sewa apartement memang memiliki dua keuntungan. Pertama sebagai tempat tinggal yang nyaman dengan fasilitas lengkap sekelas hotel berbintang. Kedua sebagai investasi yang menguntungkan.
Andrew (21), mahasiswa perguruan tinggi swasta di bandung, mengatakan, setahun terakhir ia tinggal di apartemen setelah sebelumnya indekos dengan biaya rp 1 juta per bulan. "daripada uang habis untuk sewa kos, ayah membeli apartemen di sini. Sekarang masih dicicil, tapi nanti kalau sudah lunas kan jadi hak milik. Nah, setelah itu bisa disewakan atau dijual lagi," ujar mahasiswa asal jakarta ini. Kota tujuanBagi pengelola apartemen, karakteristik kota bandung merupakan nilai lebih bila ingin menanamkan modal di sektor properti. Ambil contoh, the majesty hotel & apartement, apartemen pertama di bandung, yang dikelola bandung inti residence sejak 2003.
Dalam perkembangannya, perusahaan itu mengelola dua sewa apartement lagi, yaitu grand setiabudi (2005) dan galeri ciumbuleuit (2006). Semua unit di tiga menara itu telah laku terjual.
Apartemen the majesty dan galeri ciumbuleuit berlokasi di dekat kampus, yaitu universitas maranatha dan universitas parahyangan. Adapun grand setiabudi tak jauh dari kawasan wisata lembang yang berhawa sejuk.




Http://cetak.kompas.com

9/29/2009

Investasi Apartemen nan Menjanjikan

Di kota besar, apartemen telah berkembang pesat. Misalnya di Jakarta telah banyak apartemen, misalnya saja apartemen Kemayoran, apartemen kota, dsb. Anda berencana melakukan investasi dalam bentuk apartemen apakah nantinya untuk dijual atau sewa apartemen, dll? Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

1. Lokasi

Pilih lokasi strategis di daerah pusat bisnis atau berada di jalan utama sehingga berpotensi tinggi terhadap kenaikan harga. Selain itu keamanan apartemen patut diperhatikan. Biasanya pengelola apartemen menyediakan kamera CCTV untuk mendukung keamanan lokasi apartemen.

2. Status tanah

Sebisa mungkin pilih apartemen dengan status tanah hak milik agar lebih aman dan jauh dari sengketa.

3. Reputasi pengelola

Pilih pengelola yang memiliki manajemen dan jaringan internasional sehingga dapat mendatangkan ekspatriat ke apartemen Anda. Otomatis nilai sewa pun cepat meningkat.

4. Fasilitas

Fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan membuat nilai investasi makin baik karena memudahkan akses dan mobilitas hidup sehari-hari.

5. Jumlah kamar

Apartemen dengan 2 kamar lebih baik, terutama jika target Anda adalah ekspatriat yang datang dengan membawa keluarga dan anak.

www.kompas.com

9/15/2009

Hunian Apartemen & Penthouse Mewah Semakin Di Minati

GAYA hidup masyarakat modern saat initelah menetapkan standarnya melalui berbagai hal. Salah satunya pemilihanhunian atau tempat tinggal yang berdampak pada peningkatan citra diri.

Kaum urban, sebagairepresentasi dari modernitas, memikirkan banyak pertimbangan dalam memilihhunian. Tak melulu nyaman dan aman, juga strategis dan bernilai investasitinggi. Berada di wilayah sentral kota,rumah pun jadi pilihan sulit. Ketika luas tanah tak memadai, kaum urbanmembutuhkan tempat tinggal yang nyaman sekaligus proper (sesuai) dengan gaya hidup kosmopolitmereka.

s
ebagian kalangan elite Jakarta memilih model apartemen supermewah dengan prestise hunian tertinggi di pusat kota melalui penthouse. Da Vinci Penthouse (DVP) misalnya, menawarkan total 28 unit Penthouse Residence eksklusif yang dibanderol dengan harga masing-masing USD1 juta (sekiraRp9,3 miliar).

Harga tersebut dalamkondisi ruangan 85 persen kosong. Tapi toh, dengan harga selan*** itu, okupansiDVP terbilang tinggi. ”Sejak diluncurkan Juli 2006, sudah ada 20-an unit yangterjual. Itu sekira 85 persen dari total unit yang tersedia. Kebanyakanpenghuni kami datang dari kalangan atas dengan kisaran usia 45-50 tahunan,”ucap General Manager PT Davincido Nusantara Erwin H Hawawinata. Apa sebenarnyayang membuat penthouse diminati?

Selain tawaran eksklusivitas, berbagai fasilitas kelas satu ditawarkan Da Vinci bagi para penghuninya. Luas setiap unit terbagi dua, yakni 453 meter persegi dan 416meter persegi. Ruangannya terdiri atas dapur, ruang makan, ruang keluarga,empat kamar tidur, dan dua ruangan untuk pembantu serta sopir. Konsep desaineksterior dan interiornya pun serba elegan.

Dengan jumlah terbatas,maka penghuni dijamin lebih leluasa menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.Mulai kolam renang, sauna, perpustakaan, ruang fitnes pribadi, hingga lapangantenis. Soal keamanan pun sangat terjamin, dengan pengawalan lebih dari 60 satpam. Harga super premium tak lagi menjadi pertimbangan utama para pemilik DVP.

Namun, bagaimana huniantersebut bisa menjelaskan status mereka dalam kehidupan. Masalah status inimemang terkait dengan globalisasi budaya dan faktor kepentingan. ”Ada ungkapan menarik dalammenggambarkan hunian modern. Sky is the limit. Bagi kaum jetset, semakin tinggihunian berada, semakin tinggi pula kebanggaan mereka dalam kehidupan,” ujarpengamat properti Panangian Simanungkalit. Berbeda dengan karyawan biasa yang hanya bisa cari Kost Murah di dekat kawasan kerjanya.

Dia juga menjelaskan bahwaterjadi pergeseran dari budaya landed house (hunian biasa) menuju Apartment Suites.”Semakin tingginya harga tanah di wilayah perkotaan, membuat daerah pinggiran Jakarta menjadi pilihanuntuk membangun rumah. Sementara untuk mengimbangi fokus pekerjaan di Ibu Kota, maka butuh apartemen sebagai ruang tinggal untuk meningkatkan efektivitas kerja,” ujarnya

lifestyle.okezone.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang