Tampilkan postingan dengan label jurnal bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnal bisnis. Tampilkan semua postingan

12/22/2009

Cerdas Membangun Bisnis



Memiliki bisnis sendiri tentulah sangat menyenangkan. Apalagi jika bisnis tersebut mendatangkan keuntungan besar. Bagaimana cara merealisasikannya?

Membangun kerajaan bisnis yang menguntungkan bukanlah hal gampang. Bagi anda yang tinggal meneruskan usaha yang dirintis oleh keluarga, bersyukurlah karena anda tak perlu lagi mencari celahnya.
Nah, bagi anda yang memulainya dari nol, pastilah butuh kerja keras plus kejelian melihat peluang. Banyak hal yang harus dipersiapkan, direncanakan, dan dilaksanakan dengan ketekunan. Ingin tahu tips sukses membangun bisnis, simak tips berikut ini:
Riset pasar
Sekecil apa pun usaha yang hendak dibangun, langkah ini tetap harus dilakukan. Pasalnya, riset merupakan landasan utama dalam membangun bisnis. Pelajari kebiasaan masyarakat di mana anda akan membuka usaha. Apakah usaha yang akan dibangun memiliki pasar yang prospektif. Tentukan mana yang akan jadi sasaran utama, anda atau konsumen anda jadi lebih kecil. Jangan tergiur melihat tren bisnis dan latah begitu saja mengikutinya. Apalagi bila anda sudah menjadi yang ketiga, keempat, atau kelima, anda pun akan susah mendapatkan pasar. Kecuali bila anda memiliki nilai plus dibanding kompetitor.
Modal yang memadai
Membuka usaha identik dengan dana tunai dan dana usaha yang besar. Memang ada benarnya. Inilah yang membuat orang berpikir dua kali saat hendak membuka usaha dan dibenturkan pada kebutuhan modal yang besar. Sementara mereka belum yakin apakah usahanya akan sukses seperti dalam perkiraan. Jangan buru-buru nyerah ketika terbentur soal modal. Saat ini ada beberapa jenis pilihan pinjaman dana yang tersedia untuk mendapatkan modal usaha. Ada dapat memilih ikut program pemerintah dalam membangun usaha kecil.Anda bisa mulai mengajukan pinjaman dana pada bank yang menangani usaha kecil dan mendapatkan pinjaman berjumlah kecil. Atau anda bisa mengambil pinjaman pribadi di bank. Pilihan lain adalah mencari rekanan yang mau berinvestasi untuk memulai usaha bersama.

Partner yang tepat
Membangun usaha butuh dukungan dari berbagai pihak cth pihak pinjaman dana tunai dan pinjaman dana usaha. Mulai penyuplai barang, pemasaran, hingga konsultan. Nah, untuk urusan ini anda harus benar-benar selektif memilihnya. Pilihlah partner kerja yang benar-benar bisa mendukung anda.
Beberapa pengalaman manajemen juga lebih disukai. Jika anda ingin rekan kerja yang memenuhi latar belakang financial, mereka perlu memiliki kredit yang bagus atau kemampuan untuk menawarkan dukungan financial.
Ciptakan image yang kuat
Untuk menyiasati sengitnya persaingan bisnis, sebelum memulai berbisnis anda harus memikirkan bagaimana untuk menjadi beda dan tak terlupakan. Ini berkaitan dengan brand image yang akan anda sebarkan kepada konsumen. Mungkin anda bisa memulainya dengan desain tempat usaha yang unik dan eye cathing. Pada masa awal buatlah program-program penjualan yang menarik. Sabar pada awal usaha pinjaman dana tunai dan pinjaman dana usaha , jauhkan keinginan untuk mendapatkan laba besar. Lebih baik sebagian keuntungan diberikan untuk memberikan servis tambahan kepada konsumen


Http://lifestyle.okezone.com

12/07/2009

Tips Memulai Bisnis



memulai usaha memang dibutuhkan modal. Namun, menurut perencana keuangan Ligwina Hananto, modal awal tak bisa ditentukan jumlah pastinya. Modal awal bisa berupa uang, barang, bahkan jasa. Bila Anda memutuskan ingin menjadi seorang konsultan seperti yang dijalani Ligwina, misalnya, bisa jadi modal awal yang dibutuhkan bukan berupa uang, melainkan sebuah komputer atau laptop.
“Saya meminjam laptop mertua ketika baru memulai bisnis. Tidak apa-apa, yang penting berani menghadapi tantangan dan menjalani secara tekun. Ketika usaha ini sudah berjalan, baru mulai merapikan rencana bisnisnya. Saya pun pernah gagal, kok, dalam berbisnis. Memang, orang cenderung takut gagal karena berurusan dengan uang,” kisah Ligwina soal ihlwal usahanya.
Oleh karena itu, Ligwina menyarankan, saat akan memulai bisnis, awali dengan membereskan hal-hal kecil terlebih dahulu di dalam keluarga. Misalnya, menstabilkan dulu kondisi keuangan keluarga. Setelah itu, tetapkan hati mengenai usaha apa yang akan digeluti. Bila bidang yang akan dijalani sesuai dengan minat dan bakat, kata Ligwina, akan lebih mudah menjalaninya.
Bahkan, imbuhnya, memulai bisnis tak akan terganjal oleh waktu. Sebelum atau setelah pensiun pun membuka usaha tetap bisa dijalankan. Kendati demikian, bila seseorang baru memulai membuka usaha di usia yang sudah lanjut, kendalanya adalah penyesuaian diri dengan realitas masa kini yang akan menjadi lebih sulit.Tak heran bila kemudian Ligwina menyarankan, bila ingin memulai usaha, lakukan dari sekarang tanpa perlu menunggu pensiun dan usia sudah semakin tua. “Pelan-pelan sajalah membuat rencana dari sekarang, ingin punya bisnis apa sambil menabung untuk mengumpulkan modalnya. Menurut saya, sudah enggak zamannya lagi sekarang hidup hanya mengandalkan dari gaji bulanan saja,” tukasnya.
Bila seseorang tak punya bakat berwirausaha, kata Ligwina, tak perlu berkecil hati dan menyurutkan niat untuk membuka usaha sendiri. Orang tipe seperti ini bisa mengandalkan aset aktif. “Ada tiga aset yang bisa dijalankan, yaitu usaha kecil seperti membuka warung gado-gado atau toko baju anak. Lalu usaha yang lebih besar seperti menyewakan rumah petak, kamar indekos, kios, atau apartemen. Terakhir surat berharga, artinya jika punya uang besar dapat dialihkan ke surat berharga yang bisa menghasilkan uang.”
Ligwina menyarankan, sebelum pensiun, idealnya setiap orang sudah memiliki ketiga aset tadi. “Paling tidak, punya satu aset saja, deh. Jadi tidak hanya mengandalkan gaji bulanan saja; dan jangan lupa, kondisi keuangan harus tetap sehat,” ingat Ligwina. Yang tak kalah pentingnya, berapa pun besarnya gaji Anda, usahakan agar selalu ada sisa untuk ditabung.
Namun, terkadang seseorang terkena penyakit panik ketika pensiun mendapat uang dalam jumlah besar. Bila tidak punya rencana yang jelas, kata Ligwina, sebanyak apa pun uang yang dimiliki akan habis percuma. Maka, akan lebih baik bila saat ini belum merencanakan akan membuka usaha, buat rencana jangka panjang yang akan dilakukan selepas pensiun.
“Buat rencana matang, uang berjumlah besar itu akan digunakan untuk apa saja, termasuk membuka usaha, misalnya. Jika bingung, serahkan saja persoalan ini ke perencana keuangan. Agar si pemilik uang juga tahu risikonya bila hartanya diinvestasikan; dan ingat, jika ingin berinvestasi, diperlukan mental yang kuat karena risikonya juga cukup tinggi,” tutur Ligwina mengingatkan. Nah, kapan Anda berani memulai?




http://www.kompas.com