Tampilkan postingan dengan label jasa detektif swasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jasa detektif swasta. Tampilkan semua postingan

6/16/2010

Pelajari Kontraknya Sebelum Menyewa Seorang Detektif


Kita semua membayangkan bagaimana gaya seorang detektif swasta. Memegang kaca pembesar, topi menutupi matanya, menggunakan kacamata hitam. Tapi bagaimana kalau Anda benar-benar membutuhkan jasa detektif swasta? Siapa yang Anda telepon? Bagaimana tahu kalau mereka ada gunanya? Berikut adalah cara untuk melacak detektif swasta yang berkualitas.

1. luangkan waktu anda. Sudah pasti anda menginginkan dengan cepat apa yang Anda butuhkan. Tapi jangan biarkan perasaan urgensi membimbing Anda untuk bekerja dengan orang yang salah. Tanyakan teman-teman dan kenalan Anda jika mereka memiliki rekomendasi pribadi untuk detektif swasta, Anda harus menghubungi. Periksa asosiasi negara - sebagian besar negara memiliki mata organisasi swasta yang bisa membuat petunjuk menggunakan nama negara bagian di pencarian Google, bersama dengan asosiasi swasta untuk menemukan grup di daerah anda.

2. Jangan lupa di Yellow Pages. Buku nomer-nomer telepon bisa memberikan pengertian yang baik bagi perusahaan yang mapan dan sanggup iklan besar, dan mana yang hanya satu baris daftar. Sementara perusahaan-perusahaan kecil mungkin mempunyai layanan ahli untuk menawarkan,

3. Verifikasi. Periksa perusahaan yang anda inginkan untuk memastikan para detektif swasta benar-benar berlisensi. Selain itu, mencari tahu dari perusahaan nama individu yang akan bekerja dalam kasus Anda, dan memeriksa identitasnya juga. Selain informasi yang tersedia secara langsung dari perusahaan, cek dengan otoritas perizinan Negara penyelidik swasta

4. negosiasi harga. Penyelidik swasta umumnya biaya per jam atau hari, dengan biaya biasanya mulai dari $ 50 sampai $ 150 per jam. Ia menambahkan dengan cepat, jadi pastikan Anda bernigosiasi dari awal.

5. Kontrak tertulis. Mendapatkan persetujuan dengan perusahaan secara tertulis, dan memeriksanya dengan hati-hati sebelum penandatanganan. Jika perusahaan perlu untuk mengakses account pribadi Anda, seperti kartu kredit dan rekening bank (dan kadang-kadang, mereka mungkin memiliki kebutuhan yang sah untuk melakukannya), pastikan perjanjian membatasi akses mereka atau menggunakan account tersebut.

6.Mengerti akan hukum. Kita harus mengerti akan hukum untuk mencegah pelanggaran kontak, sehingga apabila terjadi pelanggaran kontrak atau tidak sejalan dengan perjanjian kita bisa menuntut pertanggungjawabannya dan kuat secara hukum

http://blueagentteam.blogspot.com/

Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

6/04/2010

Jasa Detektif

Perburuan terhadap aset-aset milik buron koruptor Adrian Kiki Ariawan diminta tidak hanya dilakukan melalui jalur-jalur resmi. Sebab, cara tersebut akan menemui banyak kendala. Pemerintah diminta menggunakan jasa Detektif Swasta (private investigator) untuk melacak aset milik terpidana seumur hidup kasus BLBI senilai Rp1,5 triliun itu.

"Dengan jalur resmi, bisa terkendala banyak aturan. Belum tentu juga di sana (Australia, Red) bersedia," kata Hikmahanto Juwana, pengamat hukum internasional Universitas Indonesia, kepada koran ini kemarin (25/1). Sesuai hukum di negeri Kanguru, Penyelidik aset hanya bisa dilakukan untuk masa enam tahun ke belakang. Dengan demikian, untuk kasus Adrian Kiki, hal itu telah melampaui masa kedaluwarsa. Lihat Jasa Detektif dan Penyelidik Swasta

Aset-aset milik koruptor, lanjut Hikmahanto, diperkirakan sudah tidak menggunakan namanya sendiri. Selain itu, aset mereka tidak hanya di satu negara. "Mereka (koruptor) sudah canggih-canggih. Bisa jadi sudah disebar atau dibaliknamakan ke orang lain," urainya, lantas menyebut bahwa kerja Jasa Detektif Swasta lebih bebas.

Hikmahanto mengatakan, jika aset-aset tersebut telah teridentifikasi, pemerintah baru menindaklanjutinya dengan melakukan upaya hukum resmi. "Apa yang bisa dilakukan untuk menjangkaunya," katanya. Untuk Adrian Kiki, dia menyebut putusan pengadilan bisa menjadi amunisi pemerintah. "Diplomasi juga bisa untuk menekan agar mereka mau bekerja sama," sambungnya. Lihat juga - Jasa Detektif dan Detektif

Meski menjadi salah satu terobosan dalam melacak aset koruptor, menggunakan jasa Detektif Swasta bukan tanpa masalah. Salah satunya biaya untuk membayarnya. Belum lagi, Jasa Detektif Swasta itu merupakan jasa asing. "Di Indonesia belum ada Penyelidik Swasta. Mereka kerja profesional," jelas dekan Fakultas Hukum UI itu.

Sumber: harianbatampos.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

12/07/2009

Mantan Aktivis yang Tekuni Bisnis Detektif Swasta


Sekelompok mantan aktivis merintis jasa Detektif Swasta dan manajemen risiko yang belum banyak digeluti di Indonesia. Ladang garapnya sangat variatif. Mulai merekam jejak calon pejabat, rival politik, calon investor, hingga mencari bukti perselingkuhan.

MALAM belum larut benar. Dari perangkat sound system sebuah kafe di kompleks pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat, mengalun lagu Apologize milik OneRepublik. Beberapa wanita muda asyik bercanda di dekat bar yang bercorak futuristik. Seorang lelaki berkacamata duduk di sudut dekat pintu. Dua unit telepon genggam tergeletak di meja. Dia memesan es teh dan kopi sekaligus.

"Kamu mau minum apa?" ujarnya ramah saat Jawa Pos datang. Nama lengkapnya Ulin Niam Yusron. Namun, oleh para karibnya, dia sering dipanggil Ulin. Perawakannya sedang, tak terlalu kekar tak terlalu kurus. Rambutnya dicukur nyaris gundul.

Malam itu alumnus Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo, itu sedang "bekerja". Maklum, meski punya kantor, Ulin bukan orang kantoran. Waktu kerjanya tak pasti seperti pegawai pada umunya. Dia berprofesi sebagai detektif swasta. "Sekarang ini kami sedang menangani order kredit macet sebuah bank dan menelusuri rekam jejak calon pejabat badan pemerintah," katanya.

Selain itu, mereka bergerak di bidang intellectual property rights (perlindungan hak cipta). Misalnya, saat menyelidiki penggunaan merek ban tanpa izin. "Kami menyamar sebagai pembeli dalam jumlah besar," tuturnya.

Sebagai detektif swasta mereka juga pernah membantu pemerintah sebuah daerah yang kaya hutan untuk memetakan cukong-cukong kayu. "Karena urusannya dengan mafia, tampilan kami juga harus seperti mereka. Pokoknya mimikri. Kadang macak kere seperti pemungut sampah, tapi juga harus bisa tampil perlente," katanya.

Jasa detektif swasta mereka juga sering digunakan istri-istri pejabat. Untuk klien golongan itu, rata-rata misinya sama. Diminta untuk membuktikan sang suami berselingkuh. "Mereka bilang, 'tolongin, Mas', tapi uangnya tak seberapa. Ya, kami anggap untuk job ini kerja sosial saja," katanya. Keuntungan order dari komunitas ini adalah promosi gratis dari mulut ke mulut. "Kalau duitnya, kecil sekali," tambahnya.

Bisnis Detektif Swasta seperti itu, kata Ulin, parameter keberhasilannya susah ***kur. Sebab, tingkat kesulitan satu kasus dengan kasus yang lain berbeda. "Misalnya, kamu bisa wawancara langsung Menhan, tapi apa bisa wawancara Menkeu. Jadi meskipun kita sukses di satu kasus, belum tentu bisa sukses di problem yang lain," ucapnya.

mail-archive.com

Mantan Aktivis yang Tekuni Bisnis Detektif Swasta

Sekelompok mantan aktivis merintis jasa Detektif Swasta dan manajemen risiko yang belum banyak digeluti di Indonesia. Ladang garapnya sangat variatif. Mulai merekam jejak calon pejabat, rival politik, calon investor, hingga mencari bukti perselingkuhan.

MALAM belum larut benar. Dari perangkat sound system sebuah kafe di kompleks pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat, mengalun lagu Apologize milik OneRepublik. Beberapa wanita muda asyik bercanda di dekat bar yang bercorak futuristik. Seorang lelaki berkacamata duduk di sudut dekat pintu. Dua unit telepon genggam tergeletak di meja. Dia memesan es teh dan kopi sekaligus.

"Kamu mau minum apa?" ujarnya ramah saat Jawa Pos datang. Nama lengkapnya Ulin Niam Yusron. Namun, oleh para karibnya, dia sering dipanggil Ulin. Perawakannya sedang, tak terlalu kekar tak terlalu kurus. Rambutnya dicukur nyaris gundul.

Malam itu alumnus Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo, itu sedang "bekerja". Maklum, meski punya kantor, Ulin bukan orang kantoran. Waktu kerjanya tak pasti seperti pegawai pada umunya. Dia berprofesi sebagai detektif swasta. "Sekarang ini kami sedang menangani order kredit macet sebuah bank dan menelusuri rekam jejak calon pejabat badan pemerintah," katanya.

Selain itu, mereka bergerak di bidang intellectual property rights (perlindungan hak cipta). Misalnya, saat menyelidiki penggunaan merek ban tanpa izin. "Kami menyamar sebagai pembeli dalam jumlah besar," tuturnya.

Sebagai detektif swasta mereka juga pernah membantu pemerintah sebuah daerah yang kaya hutan untuk memetakan cukong-cukong kayu. "Karena urusannya dengan mafia, tampilan kami juga harus seperti mereka. Pokoknya mimikri. Kadang macak kere seperti pemungut sampah, tapi juga harus bisa tampil perlente," katanya.

Jasa detektif swasta mereka juga sering digunakan istri-istri pejabat. Untuk klien golongan itu, rata-rata misinya sama. Diminta untuk membuktikan sang suami berselingkuh. "Mereka bilang, 'tolongin, Mas', tapi uangnya tak seberapa. Ya, kami anggap untuk job ini kerja sosial saja," katanya. Keuntungan order dari komunitas ini adalah promosi gratis dari mulut ke mulut. "Kalau duitnya, kecil sekali," tambahnya.

Bisnis Detektif Swasta seperti itu, kata Ulin, parameter keberhasilannya susah ***kur. Sebab, tingkat kesulitan satu kasus dengan kasus yang lain berbeda. "Misalnya, kamu bisa wawancara langsung Menhan, tapi apa bisa wawancara Menkeu. Jadi meskipun kita sukses di satu kasus, belum tentu bisa sukses di problem yang lain," ucapnya.

mail-archive.com