Tampilkan postingan dengan label pipe distributor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pipe distributor. Tampilkan semua postingan

3/23/2010

Pemasangan Pipa



pipa pvc dibuat dari polyvinyl chloride (
pipe distributor) yang pada umumnya digunakan sebagai saluran air dalam suatu proyek perumahan atau gedung atau jalan dll. Pipa pvc ini sifatnya keras, ringan, dan kuat. Karena penginstalannya mudah, maka sangatlah ideal jika digunakan untuk saluran dibawah sink dapur, kamar mandi, dll. Bahkan penggunaan pipa pvc seperti yang ada di pipe distributor ini dapat bekerja lebih baik daripada menggunakan pipa besi yang perlu disolder, juga tahan terhadap hampir semua alkalin atau zat beracun serta mudah dipasang.

Pvc memiliki banyak keuntungan, yakni:

▪ penginstalannya mudah.
▪ tahan terhadap bahan kimia
▪ sangat kuat
▪ memiliki daya tahan korosi.
▪ daya konduksi panas yang rendah
▪ biaya instalasinya rendah
▪ hampir bebas pemeliharaan (virtually free maintenance)

pemotongan dan alat-alat sambungan (cutting and fitting)

pvc dapat dipotong dengan mudah. Anda dapat memotong dengan gergaji besi, tetapi penggunaan abrasive disk sangat dianjurkan untuk mendapatkan potongan yang baik dan lurus. Dan ingat, rangkaian pipa (
pipe distributor) yang potongannya tidak lurus bisa menyebabkan rangkaiannya mudah terlepas.

Cobalah untuk mengukur dua kali dan potong sekali. Setelah pemotongan, bersihkan semua serutan ***jung pipanya baik dari dalam maupun luar. Setelah pipa dipotong dengan ukuran yang tepat, taruhlah beserta alat2 sambungannya di permukaan lantai untuk menentukan apakah panjangnya sudah benar. Jika panjangnya sudah benar, siap untuk melanjutkan instalasi.

Pvc cleaners dan semen
untuk menghubungkan pipa pvc (pipa yang ada di
pipe distributor) satu sama lain diperlukan semen khusus yang biasa kita sebut lem pvc. Pertama, pipa harus dibersihkan sampai benar-benar bersih, lalu olesi bagian dalam alat sambungannya dengan semen, segera memasukkan pipa pvc, dan putar pipa 1/4 lingkaran untuk memastikan kalau semen sudah betul-betul menutupi pipa. Pastikan arah joinnya sudah terpasang benar.

Setelah pipa ditaruh di tempat yang telah ditentukan dan anda sudah memastikan ukuran panjang pipanya dengan tepat, pasanglah gantungan untuk menyangga pipa. Ini mengurangi beban di sendi yang mungkin dapat menyebabkan kebocoran. Ikuti standarisasi pengukuran jarak dari gantungan ke gantungan, pastikan untuk dapat di ekspansi dan kontraksi dan pastikan juga untuk melindungi pipa dari paku, screws atau bahan-bahan abrasive.


Dannyprijadi.wordpress.com

3/03/2010

Tips dan Trik Pemasangan Pipa PVC



Pipa PVC dibuat dari polyvinyl chloride (Pipe Distributor) yang pada umumnya digunakan sebagai saluran air dalam suatu proyek perumahan atau gedung atau jalan dll. Pipa PVC ini sifatnya keras, ringan, dan kuat. Karena penginstalannya mudah, maka sangatlah ideal jika digunakan untuk saluran dibawah sink dapur, kamar mandi, dll. Bahkan penggunaan pipa PVC ini dapat bekerja lebih baik daripada menggunakan pipa besi yang perlu disolder, juga tahan terhadap hampir semua alkalin atau zat beracun serta mudah dipasang.

PVC memiliki banyak keuntungan, yakni:

▪ Penginstalannya mudah.
▪ Tahan terhadap bahan kimia
▪ Sangat kuat
▪ Memiliki daya tahan korosi.
▪ Daya konduksi panas yang rendah
▪ Biaya instalasinya rendah
▪ Hampir bebas pemeliharaan (virtually free maintenance)

Pemotongan dan alat-alat sambungan (Cutting and Fitting)

PVC dapat dipotong dengan mudah. Anda dapat memotong dengan gergaji besi, tetapi penggunaan abrasive disk sangat dianjurkan untuk mendapatkan potongan yang baik dan lurus. Dan ingat, rangkaian pipa (Pipe Distributor) yang potongannya tidak lurus bisa menyebabkan rangkaiannya mudah terlepas.

Cobalah untuk mengukur dua kali dan potong sekali. Setelah pemotongan, bersihkan semua serutan ***jung pipanya baik dari dalam maupun luar. Setelah pipa dipotong dengan ukuran yang tepat, taruhlah beserta alat2 sambungannya di permukaan lantai untuk menentukan apakah panjangnya sudah benar. Jika panjangnya sudah benar, siap untuk melanjutkan instalasi.

PVC Cleaners dan semen
Untuk menghubungkan pipa PVC satu sama lain diperlukan semen khusus yang biasa kita sebut lem PVC. Pertama, pipa harus dibersihkan sampai benar-benar bersih, lalu olesi bagian dalam alat sambungannya dengan semen, segera memasukkan pipa PVC, dan putar pipa 1/4 lingkaran untuk memastikan kalau semen sudah betul-betul menutupi pipa. Pastikan arah joinnya sudah terpasang benar.

Setelah pipa ditaruh di tempat yang telah ditentukan dan anda sudah memastikan ukuran panjang pipanya dengan tepat, pasanglah gantungan untuk menyangga pipa. Ini mengurangi beban di sendi yang mungkin dapat menyebabkan kebocoran. Ikuti standarisasi pengukuran jarak dari gantungan ke gantungan, pastikan untuk dapat di ekspansi dan kontraksi dan pastikan juga untuk melindungi pipa dari paku, screws atau bahan-bahan abrasive.

dannyprijadi.wordpress.com

2/18/2010

Tips Memilih Material Pipa




Pipa dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pipa dari logam dan non-logam yang biasa di jual di pipe distributor. Logam terdiri dari carbon steel, stainless steel, aluminium, nickel dan lainnya. Berikut ini adalah contoh dalam desain pipa untuk pabrik industri gas alam, minyak, atau pabrik kimia lainnya.
Pertama, insinyur proses harus menghitung apa dan berapa banyak macam kandungan yang akan melewati pipa yang ada di pipe distributor. Pada dasarnya, semua pipa untuk proses biasanya harus memakai pipa logam dan dimulai dari material carbon steel yang paling murah.
Problem disebabkan korosi dapat diatasi dengan menambah ketebalan pipa sebesar kecepatan korosi dikali tahun lamanya pabrik didesain. Tetapi, jika total ketebalan yang dibutuhkan untuk mengatasi korosi itu terlalu tebal, pipa akan menjadi sangat tebal dan tidak efektif dalam pembangunannya. Untuk keadaan ini, pipa dari stainless steel menjadi pilihan selanjutnya.
Selain korosi, suhu fluida juga menentukan material pipa. Semakin rendah suhu, logam akan menjadi mudah mengalami retakan. Ini karena sifat brittle (getas) logam bertambah pada suhu rendah . Stainless steel merupakan salah satu yang tahan akan suhu rendah. Karena itu, untuk cryogenic service (fluida dengan suhu operasi dibawah -196 degc) stainless steel adalah material yang cocok dibandingkan dengan carbon steel.
Stainless steel sering disebut juga corrosion resistance alloy (campuran logam tahan korosi) dan tentunya lebih mahal dibandingkan carbon steel. Stainless steel bisa dibagi menjadi beberapa jenis, contohnya austenitic, feritic, martenistic, duplex dan high alloy stainless steel (campuran tinggi logam stainless steel). Sayangnya, stainless steel tidak tahan terhadap semua jenis korosi, terutama korosi yang disebabkan oleh klorida, sulfida serta fluida asam (sour fluid) lainnya.
Pemilihan material di pipe distributor ini bukan hanya untuk pipa, tetapi juga berlaku untuk bejana (vessel), katup (valve) dan elemen pipa lainnya. Untuk katup, walaupun material dari badan katup bisa memakai carbon steel, tetapi bagian dimana korosi tidak diperbolehkan untuk menjaga kemampuan katup untuk menyekat (sering disebut sebagai trim, seperti bagian valve seat, stem dan lainnya), maka penggunaan stainless steel atau logam tahan korosi lainnya menjadi keharusan.
Pada saat melakukan pemilihan material yang sebenarnya, mungkin tidak akan semudah yang dijabarkan diatas, tetapi secara umum, begitulah proses pemilihan material pada saat mendesain pabrik industri.



Http://www.infometrik.com

1/25/2010

Tips Memilih Material Pipa



Material pipa ada berbagai jenis. Bagaimana cara menentukan material yang harus digunakan? Untuk menentukan material, terutama untuk industri, faktor yang paling penting adalah fluida apa yang mengalir didalamnya dan sisi ekonomisnya.

Pipa dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pipa (pipe distributor) dari logam dan non-logam. Logam terdiri dari carbon steel, stainless steel, aluminium, nickel dan lainnya. Berikut ini adalah contoh dalam desain pipa untuk pabrik industri gas alam, minyak, atau pabrik kimia lainnya.

Pertama, insinyur harus menghitung apa dan berapa banyak macam kandungan yang akan melewati pipa

Akibat aliran fluida, bagian dalam pipa mengalami korosi, dan salah satu cara untuk menetapkan kecepatan korosi adalah memakai grafik de Waard – Milliams nomograph. Grafik ini membantu untuk menentukan berapa kecepatan korosi (mm/tahun) yang disebabkan adanya kandungan CO2 dalam fluida.

Problem disebabkan korosi dapat diatasi dengan menambah ketebalan pipa (pipe distributor) sebesar kecepatan korosi dikali tahun lamanya pabrik didesain. Tetapi, jika total ketebalan yang dibutuhkan untuk mengatasi korosi itu terlalu tebal, pipa akan menjadi sangat tebal dan tidak efektif dalam pembangunannya. Untuk keadaan ini, pipa dari stainless steel menjadi pilihan selanjutnya.

Selain korosi, suhu fluida juga menentukan material pipa (pipe distributor). Semakin rendah suhu, logam akan menjadi mudah mengalami retakan. Ini karena sifat brittle (getas) logam bertambah pada suhu rendah . Stainless steel merupakan salah satu yang tahan akan suhu rendah. Karena itu, untuk cryogenic service (fluida dengan suhu operasi dibawah -196 degC) stainless steel adalah material yang cocok dibandingkan dengan carbon steel.

Stainless steel sering disebut juga corrosion resistance alloy (campuran logam tahan korosi) dan tentunya lebih mahal dibandingkan carbon steel. Stainless steel bisa dibagi menjadi beberapa jenis, contohnya austenitic, feritic, martenistic, duplex dan high alloy stainless steel (campuran tinggi logam stainless steel). Sayangnya, stainless steel tidak tahan terhadap semua jenis korosi, terutama korosi yang disebabkan oleh klorida, sulfida serta fluida asam (sour fluid) lainnya.

Untuk sistem pipa (pipe distributor) yang mengalirkan fluida asam (piping system for sour service) biasanya di desain berdasarkan standar NACE (National Association of Corrosion Engineers) MR0175. Mulai tahun 2003, standar NACE MR0175 bersatu dengan ISO 15156 dan yang memiliki syarat desain yang sulit dibandingkan edisi tahun sebelumnya.

Semakin tahan terhadap berbagai korosi, semakin mahal harga material tersebut. Untuk mengurangi biaya, pengaplikasian cladding atau overlay merupakan salah satu alternatif. Misalnya menggunakan pipa dari carbon steel dengan dilapisi logam mahal pada bagian dalamnya saja yang bersentuhan langsung dengan fluida sumber korosi akan bisa menekan biaya tanpa mengurangi ketahanan terhadap korosi.

Pemilihan material ini bukan hanya untuk pipa (pipe distributor), tetapi juga berlaku untuk bejana (vessel), katup (valve) dan elemen pipa lainnya. Untuk katup, walaupun material dari badan katup bisa memakai carbon steel, tetapi bagian dimana korosi tidak diperbolehkan untuk menjaga kemampuan katup untuk menyekat (sering disebut sebagai trim, seperti bagian valve seat, stem dan lainnya), maka penggunaan stainless steel atau logam tahan korosi lainnya menjadi keharusan.

Pada saat melakukan pemilihan material (pipe distributor) yang sebenarnya, mungkin tidak akan semudah yang dijabarkan diatas, tetapi secara umum, begitulah proses pemilihan material pada saat mendesain pabrik industri.

infometrik.com

1/06/2010

Tips Memilih Pipa



Dalam memilih Pipa dibutuhkan pemahaman yang cukup (Pipe Distributor). Baik bahan baku, fungsi maupun aplikasinya. Sesuaikanlah dengan kebutuhan seperti, untuk saluran air bersih, kotoran atau pembuangan limbah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, faktor tekanan air. Semakin besar tekanannya, maka haruslah menggunakan Pipa yang memiliki kekuatan lebih.

Jika ada penyambungan, perhatikan cara penyambungannya. Biasaya satu batang pipa memiliki system penymbunya sendiri. Perhatikan daerah penyambungan ketika akan di lem, harus bersih dan bebas kotoran. Selain itu juga jangan melalukan penyambungan (lem) dengan dua material yang berbeda.

Pilihlah produk pipa yang merknya sudah terkenal, harga kompetitif dan fungsi yang sesuai dengan kebutuhan. Para produsen (Pipe Distributor) yang termasuk kedalam kelas atas tidak akan sembarangan memproduksi pipa berkualitas rendah. Mereka memberikan garansi produk berkualitas tinggi.

unilon.co.id

11/30/2009

Kiat-kiat Memasang Pipa Air Panas



PADA musim penghujan, Anda mungkin ingin mandi air hangat. Temperatur air yang hangat kuku menjadikan mandi di musim dingin itu nikmat. Badan tak akan menggigil ketika air mengguyur sekujur tubuh.

Kita mengenal banyak cara menyediakan air hangat untuk mandi. Cara konvensional: rebus air hingga mendidih, tuang air panas itu ke dalam bak mandi dan campur dengan air dingin hingga cukup hangat. Pada rumah modern, cara ini mulai ditinggalkan karena tidak praktis.

Solusi lain: pasang pemanas air pada instalasi air bersih di rumah. Sistem ini mempercepat upaya penyediaan air hangat untuk mandi atau mencuci sekaligus. Jika ingin memperoleh air hangat untuk mandi atau mencuci, Anda pun cukup membuka keran. Air hangat langsung mengucur. Cara ini lebih cepat dan praktis, bukan?

Jika Anda ingin menginstalasi air panas untuk rumah tinggal, ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan. Biasanya, yang menjual alat pemanas air ini berikut pemasangannya. Namun, Anda dapat mengawasinya dan memilih alat atau pipa (Pipe Distributor) yang terbaik.

Kiat Memasang

Sebaiknya instalasi air panas dipasang bersamaan waktu dengan memasang instalasi air bersih atau saat pembangunan rumah. Berikut, 4 kiat agar mendapatkan hasil terbaik:

1. Tentukan titik keran air panas. Penentuan titik ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya air panas dibutuhkan di kamar mandi, dapur, dan wastafel. Setelah itu, tentukan pula lokasi alat pemanas air. Tahap ini penting untuk menghitung kebutuhan pipa instalasi air (pipe distributor) dan menentukan jalur instalasinya. Untuk menekan biaya, tentukan jalur/jarak terpendek antara titik keran dengan mesin pemanas air.

2. Tentukan model alat pemanas. Memilih alat pemanas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika hanya untuk keperluan mandi dan wastafel, cukup pilih tangki yang berkapasitas 10 liter. Alat ini dapat dipasang di dalam kamar mandi sehingga menekan kebutuhan pipa. Kapasitas tangki lebih besar (lebih dari 30 liter) dibutuhkan jika titik keran air panas lebih banyak. Alat ini sebaiknya ditempatkan di luar ruangan. Terlebih jika Anda memilih pemanas gas (pipe distributor)

3. Memilih material pipa instalasi. Temperatur air yang tinggi berpotensi merusak beberapa jenis material. Untuk air panas, sebaiknya gunakan material yang tahan panas dan tekanan tinggi. Untuk panas sedang dapat menggunakan pipa PVC (pipe distributor). "Ini pun mesti dipilih pipa PVC yang tebal dan kuat. Tapi saya enggak jamin pipa bakal kuat selamanya," kata Jamilon, seorang mandor, yang sering menginstalasi air panas. Menurutnya, yang paling baik adalah menggunakan pipa tembaga khusus instalasi air panas. Pipa tembaga (pipe distributor) merupakan material yang paling populer diaplikasikan sebagai pipa instalasi air panas. Selain tembaga, masih ada material besi yang lebih tebal dan kuat. Namun, kata Sutono Hartanto, General Manager PT Bojong Wesplast, besi memiliki kelemahan juga. "Besi tidak fleksibel. Sambungannya rentan bocor. Bagian dalamnya juga bisa berkarat, sehingga air kotor dan bau," ujarnya. Ia mengusulkan sebagai penggantinya bisa digunakan pipa jenis XLPE/PEX.

4. Menghubungkan pemanas dengan instalasi pipa (pipe distributor). Setelah pemanas terpasang pada dinding, hubungkan lubang input/output pemanas ke instalasi air. Hubungkan lubang input ke pipa instalasi pensuplai, sedangkan lubang output (buangan air panas) ke pipa instalasi air panas. Gunakan pipa (pipe distributor) fleksibel agar lebih praktis dan mudah. Sebaiknya pasang stop keran di antara kedua pipa fleksibel dengan kedua instalasi air. *

property.kompas.com

11/18/2009

Pemerintah Bangun Jalur Pipa Gas di Kota Besar



Pemerintah akan memperkuat sistem distribusi gas bumi dengan membangun jaringan pipa gas (Pipe Distributor) di sejumlah kota di Tanah Air. Hal ini disampaikan Kepala Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas Tubagus Haryono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (11/11) di Jakarta.

Tubagus menjelaskan, hasil kajian pembentukan kota gas (pipe distributor) tahun 2009 masih dalam proses. Beberapa kota yang sedang dikaji adalah Pekanbaru, Muara Enim, Bandar Lampung, Cilegon, Subang, Bojonegoro, Bangkalan, Tenggarong, dan Sengkang.

Menurut hasil kajian, ada 27 kota yang berpotensi menjadi kota gas karena dekat dengan sumber gas (pipe distributor). ”Penggunaan gas kota bagi konsumen rumah tangga jauh lebih murah dibandingkan jika memakai minyak tanah dan elpiji,” ujar Tubagus.

Dari hasil kajian, gas di Kota Tarakan, misalnya, harga jualnya sesuai keekonomian untuk rumah tangga, yakni Rp 3.287 per meter kubik. Adapun harga minyak tanah nonsubsidi Rp 6.620 per liter, harga elpiji 12 kilogram Rp 9.583 per kg, dan harga elpiji bersubsidi tabung 3 kg sebesar Rp 4.670 per kg.

Pembangunan jaringan distribusi gas kota (pipe distributor) untuk Kota Tarakan, Depok, Bekasi, dan Sidoarjo direncanakan tahun 2010,” kata Tubagus. Pada tahun ini, pihaknya memperkirakan ada 9 kota gas yang akan direalisasikan.

Kebutuhan dana pembangunan kota gas sekitar Rp 2 triliun. Kebutuhan setiap daerah tidak sama. Untuk Jambi, misalnya, butuh Rp 200 miliar yang diperkirakan akan kembali dalam 3 tahun. Ada juga daerah yang hanya menelan dana Rp 90 miliar.

Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo mengatakan, aksesibilitas rakyat terhadap bahan bakar gas yang bersih akan meningkat.

Rencananya, total sambungan rumah dalam jaringan gas kota (pipe distributor) akan mencapai 80.000 rumah tangga tahun 2014.

bisniskeuangan.kompas.com

10/28/2009

Pengusaha Korsel Tertarik Bangun Pipa Gas Sulsel



Salah seorang pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) menyatakan ketertarikannya untuk membantu pembangunan proyek pipa gas bumi (Pipe Distributor) di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua rombongan asosiasi pengusaha Korsel, Kim Jong di Makassar, Kamis, mengatakan, salah satu rekannya tersebut memang mengetahui beberapa informasi mengenai kandungan minyak dan gas yang dimiliki Sulsel dan telah mengungkapkan ketertarikannya tersebut saat bertemu Gubernur Sulsel.

Namun Kim Jong yang memimpin delegasi yang terdiri dari 28 pengusaha yang menemui gubernur Sulsel, belum menyebutkan identitas pengusaha tersebut.

Ia hanya mengatakan, pengusaha tersebut diklaim sebagai pengusaha terbesar di Korsel untuk bidang pembangunan infrastruktur minyak dan gas (pipe distributor) di negaranya. Salah satu, proyek yang berhasil dirampungkannya adalah pembangunan pipa gas di Afrika sepanjang 12 ribu km.

Menanggapi keinginan para pengusaha (pipe distributor) tersebut, Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyatakan, ada sekitar 9 lokasi kandungan gas di Sulsel, terutama di Kabupaten, Wajo, Sengkang yang telah digunakan sebagai tenaga listrik.

Sisanya memang belum dikelola dan mempersilakan kepada investor (pipe distributor) untuk mengelolanya. Berbeda dengan dua lokasi kandungan minyak bumi di Sulsel yang telah dikelola oleh Amerika Serikat.

Menurut Gubernur Sulsel itu, Korsel bukan yang pertama kali menawarkan investasi pembangunan infrastruktur minyak dan gas bumi (pipe distributor). Sebelumnya, ada empat atau lima investor lain yang menawarkan diri.

Salah satu yang telah merencanakan investasi adalah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang menargetkan produksi gas di lapangan laut dalam Makasar, pada tahun 2016.

antara-sulawesiselatan.com