Tampilkan postingan dengan label pengendalian hama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengendalian hama. Tampilkan semua postingan

3/30/2010

Gen Tawon Dapat Kendalikan Hama



ADA
temuan menarik seputar gen tawon. Bagian binatang penghasil madu itu ternyata bisa membasmi hama. Awalnya, tim peneliti hanya ingin mengetahui gen dari tawon-tawon tersebut. Namun, ketika ditemukan tawon dengan beberapa jenis hama, ternyata gen tawon tersebut bisa berfungsi untuk mengontrol serangan hama (Pest Management).

Kontrol dari tawon-tawon itu sangat tepat sasaran. Terlebih lagi ketika sampai pada tingkat genetik tawon. Gen tawon tersebut bisa membuat senjata yang cukup ampuh melawan hama-hama perusak pertanian.
Setelah berhasil mengontrol hama, tawon-tawon itu tidak berhenti begitu saja. Mereka akan meletakkan telur di dalam hama yang sudah menjadi "zombie" itu.

Hal tersebut dilakukannya agar bisa (Pest Management) mengatur populasi hama berikutnya.
Ilmuwan Amerika Serikat yang menemukan fungsi gen itu telah memakai tawon untuk membantu mempertahankan tanaman seperti California zaitun. Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan racun tawon sebagai obat medis baru. Para ilmuwan itu pun berharap bisa lebih mengarahkan tawon-tawon untuk mengatur kelompok mereka.

Dengan begitu, koloni tawon tersebut bisa lebih terkoordinasi. Hal itu mungkin terjadi ketika tawon-tawon mengalami modifikasi secara varian genetik.


jawapos.com

12/21/2009

Kontrol Hama Terpadu


Dalam proses budi daya pertanian tidak terlepas dari apa yang namanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), kerugian akibat serangan hama bisa mencapai 37 %, penyakit 35 %, gulma 29 %, dan bahkan akibat yang di timbulkan oleh serangan hama tikus bisa menyebabkan gagal panen (puso).

Kontrol Hama OPT bertujuan untuk mempertahankan produksi pertanian agar produksi tetap optimal, pengendalian hama adalah usaha –usaha manusia untuk menekan populasi hama sampai dibawah ambang batas yang merugikan secara ekonomi. Pengendalian dapat dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memilih suatu cara atau menggabungkan beberapa cara kontrol hama, sehingga tidak merugikan secara ekonomis, biologi dan ekologi. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi tentang lingkungan yang sehat dan pertnian yang berkelanjutan diperlikan cara pengendalian yang tepat.

Perangkap bubu termasuk kedalam komponen pengendalian fisik dan mekanik, yang merupakan teknik pengendalian yang palong kuno, dilakukan oleh manusia sejak manusia mengusahakan pertanian. Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan secara langsung dan tidak langsung, mematikan, mengganggu aktivitas dan merubah lingkungan sedemikian rupa sehingga lingkungan menjadi tidak sesuai bagi kehidupan hama. Kontrol hama dengan perangkap bubu aman akan kesehatan manusia dan lingkungan karena tanpa menggunakan bahan kimia yang berbahaya.

Kontrol Hama dengan penghalang/pagar atau barier adalah berbagai ragam factor fisik yang dapat menghalangi atau membatasi pergerakan hyama sehingga tidak menjadi masalah bagi petani. Cara ini menekankan aspek pencegahan terhadap hama yang dating atau yang menyerang, macam penghalang seperti pematang yang tinggi, lobang atau selokan jebakan, parit berisi air, pagar terbuat dari seng, atau lembaran plastic yang dipasang keliling.

Kontrol hama dengan perangkap terhadap hama adalah mengupayakan hama bisa masuk/ tertangkap dalam jebakan, sehingga tidak bisa keluar lagi. Macam perangkap bisa dengan zat-zat penarik dari tumbuhan / sintetik sepertieugenol yang dipasang pada aqua untuk menarikdan memangkap hama lalat buah, dengan lubang bubu untuk menangkap hama tikus.

ahmadsarbini.wordpress.com