Tampilkan postingan dengan label logistik supply chain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label logistik supply chain. Tampilkan semua postingan

12/23/2009

Perkembangan Distributor Logistik Supply di Indonesia


Perkembangan Logistik Supply di Indonesia semula diawali munculnya perusahaan-perusahaan pengiriman ekspres. Perusahaan pengiriman ekspres menawarkan jasa pengiriman barang dari satu pihak ke pihak lain yang bisa diartikan pendistribusian barang dari produsen ke konsumen. Dalam logistik supply chain management, aktivitas ini dikenal sebagai physical distribution outbond logistic. Hal ini dikarenakan pada masa itu masih berlaku sistem physical distribution. Perusahaan pada waktu itu masih belum memikirkan intuk menyatukan kegiatan inbound dan outbound. Kegiatan inbound maksudnya suatu kegiatan pengiriman atau pengangkutan atau pendistribusian bahan mentah (raw material) dari pemasok satu sumber bahan mentah (raw material source) yang kemudian dibawa ke pabrikuntuk diolah.

Potensi Pasar Logistik Sangat Besar

Industri logistik di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini membuat potensi pasar logistik nasional sangat besar, mencapai Rp 268 triliun per tahun. Persaingan bisnis logistik supply pun sudah sangat ketat. Untuk menghadapi persaingan itu, dibutuhkan rantai pasokan yang efisien guna menyediakan pelayanan lebih cepat. Dalam Asosiasi Jasa Titipan, sebanyak 635 perusahaan bergabung, dan dalam Asosiasi Logistik Indonesia terdapat lebih dari 300 perusahaan. Itu hanya untuk wilayah Jakarta. Pendapatan PT Pos Indonesia dari bisnis logistik supply mencapai Rp 1,4 triliun-Rp 1,7 triliun per tahun.

Meski demikian,masih banyak masyarakat belum benar-benar memahami bisnis logistik. Logistik dianggap hanya menangani gudang. Padahal cakupannya lebih luas, seiring dengan perkembangan dunia usaha, yaitu meliputi pemindahan barang dengan aktivitas penanganan yang diperlukan. Misalnya, bahan mentah. Barang dipindahkan lalu disimpan. Kalau perlu, diproses lagi kemudian diantar ke tujuan.. Jawa Barat menjadi daerah dengan potensi pasar logistik yang sangat besar. Sebab, keberadaan beragam industri di Jabar, seperti otomotif, elektronik, dan perbankan, memacu aktivitas perdagangan.

Kendala Bisnis Logistik di Indonesia

Kendala besar pada saat sekarang bagi usaha jasa logistik supply adalah infrastruktur-jaringan jalan yang kurang aman. Sulitnya mendapat gudang sesuai dengan persyaratan pergudangan internasional. Termasuk kendala komunikasi mobile dan masalah inflasi dalam bentuk bahan bakar naik, tarif listrik dan telepon naik, tarif angkutan naik, serta di atas segala ini, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Khusus jaringan jalan raya, perjalanan truk kurang aman jika beroperasi di malam hari. Misalnya dari Jakarta ke Surabaya oleh berbagai gangguan seperti pungli, bahkan pembajakan dan perampokan. Sementara mengirim barang atau logistik supply dari Jakarta ke Medan, jalan-jalan di daratan pulau Sumatera dalam keadaan memprihatinkan.

Hal ini berdampak pada harga sebuah barang. Misalnya harga mie instan di sebuah desa seringkali lebih mahal daripada di kota. Hal tersebut terjadi karena biaya transport ke desa lebih mahal, membutuhkan waktu yang lebih lama pula. Oleh sebab itu perlu dibuat suatu sistem Logistik Supply yang murah dan efisien sehingga harga mie instan di desa sama dengan di kota.

aristonblog.co.cc

12/07/2009

Hadapi Tantangan Bisnis Logistik dan SCM di Indonesia


Bisnis Logistik dan Supply Chain Management di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang sangat berat dari para operator (provider/pemain) bisnis Internasional. Memang bisnis Logistic Supply di bidang ini sangat menggiurkan dan pangsa pasar yang ada di Indonesia masih besarnya

.

Dari besarnya peluang bisnis tersebut, baru 25% tergarap oleh para Courrier Service/pemain bisnis logistik Dalam Negeri (termasuk juga PT Pos Indonesia). Hal ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh United States Postal Service (USPS) bahwa nilai transaksi industri jasa perposan ekspres nasional tahun 2005 mencapai US$ 193.143 juta, 70% di antaranya dikuasai oleh jasa pengiriman asing, sedangkan 30% sisanya diperebutkan oleh jasa pengiriman domestik Logistic Supply (Bahagia, Investor Daily Online, 13 Januari 2006). Sedangkan berdasarkan hasil riset SWA menyatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir rata-rata pertumbuhan ekspres di Indonesia sebesar 15%-20% dengan total besarannya adalah Rp.7,5 Trilyun.

Terlebih lagi di era globalisasi ini, tahun 2013 nanti persaingan antar pelaku bisnis kurir dan logistik akan lebih gencar lagi, mengingat para pelaku bisnis dari Luar Negeri akan ikut menikmati lezatnya kue bisnis logistic supply di Indonesia, yang saat ini pun sebenarnya sudah mulai terasa.

Melihat itu, para operator/pemain di Indonesia seyogyanya mulai saat ini tidak dapat lagi berpangku tangan (karena keran regulasi bidang bisnis kurir, logistic supply dan SCM sudah terbuka). Menghadapi hal itu, para operator/pemain Dalam Negeri harus sudah bersiap diri, melakukan pembenahan kualitas layanan, mempersiapkan SDM yang handal, dan perlu memperkuat persatuan dan kesamaan gerak antar para pelaku bisnis itu sendiri yang ada di Indonesia (dengan kata lain "merapatkan barisan"), serta perlu terpadunya program yang dirancang oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Titipan Indonesia (ASPRINDO) sebagai wadah para Anggotanya dalam mengembangkan bisnis kurir, logistik, dan SCM (logistic supply).

Hal ini terungkap dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh ASPRINDO Wilayah Jawa Barat pada hari Sabtu, 25 Juli 2008 di Gedung Pos Jln. Banda 30 Bandung.

Seminar dengan tema "Kiat Sukses Bisnis dalam Melayani Pelanggan di Era Globalisasi" tersebut tergolong sukses dan mampu menarik perhatian sekitar 250 orang peserta dari berbagai pelaku bisnis logistic supply kurir dan logistik se-Jawa Barat. Dengan antusiasnya para peserta mengikuti materi seminar dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul, yang cukup menguras pemikiran para pemateri/fasilitator seminar.

Dari seminar sehari tersebut terbesit niatan para pemangku jabatan ASPRINDO Jawa Barat untuk lebih meningkatkan lagi aktifitas kordinasi antar Anggota melalui program-program terpadu yang bermanfaat langsung bagi para pelaku bisnis kurir dan logistik di Jawa Barat khususnya dan Dalam Negeri umumnya (logistic supply).

Salah satu bentuk program tersebut adalah kerjasama pemanfaatan Politeknik Pos Indonesia (selaku institusi pendidikan yang memiliki Jurusan Logistik Bisnis satu-satunya di Indonesia).

ken-sukses.blogspot.com