Tampilkan postingan dengan label depot isi ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label depot isi ulang. Tampilkan semua postingan

3/09/2010

Memulai Bisnis Baru “Air Minum Isi Ulang”



Mencoba bisnis baru dibidang air minum isi ulang, untuk berbisnis air minum isi ulang ini ternyata tidak dibutuhkan modal yang terlalu besar, hanya saja dibutuhkan tempat yang strategis. Tempat yang strategis ini ternyata dapat mendongkrak penjualan air minum isi ulang sampai 50 % selain harga tentunya yang lebih kompetitif, karena orang sangat interest sekali untuk mendapatkan perbedaan harga walaupun kalau kita lihat perbedaan harga itu tidak signifikan berbeda, bisa dibilang bisnis ini mirip dengan jual voucer isi ulang, orang akan mencari tempat pengisian walaupun perbedaan harga bisa dikatakan tipis dan hampir ngga jauh beda. Bisnis air minum isi ulang ini entah siapa penggagas duluan, dikarenakan harga air minum a*q*a makin kesini semakin tinggi saja, dan bahkan air kemasan botol sekali minumpun makin keseni makin mahal saja walaupun kandungan mineral yang terdapat pada air minum ini boleh dibilang tidak jauh berbeda.
Pengambilan air dari kaki gunung manglayang memang dapat membatu banyak kepada para penjual air minum isi ulang ini, selain airnya jernih test lab pun menunjukan kadar mineral air dari kaki gunung manglayang ini cukup dan bahkan sangat bagus untuk dikonsumsi.

Http://hendriadi.wordpress.com

1/20/2010

Hati-hati Memilih Depot Isi Ulang Galon Air!



Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kotamadya Jakarta Barat tahun 2008 terhadap 640 depot isi ulang Galon Air, yang tersebar di delapan kecamatan wilayah Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 60 persen diduga tercemar bakteri E-coli.

Bakteri E coli memiliki nama panjang Escherichia coli. Bakteri ini adalah salah satu spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini biasanya hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya.

Apakah air minum isi ulang bisa langsung diminum?

Pada prinsipnya, air minum isi ulang yang banyak dijual itu layak dikonsumsi. Tapi, yang aman diminum adalah yang kualitasnya sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kotamadya Setempat.

Intinya, air yang layak diminum harus melewati 3 persyaratan kelaikan, yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, depo tersebut akan diberikan sertifikat izin dari Dinas Kesehatan tersebut.

Nah, agar tidak ragu, sebaiknya minta diperlihatkan sertifikat tersebut sebelum membelinya. Perhatikan juga masa waktu berlakunya, karena izin ini tidak berlaku selamanya. Tiap 6-12 bulan depo harus memeriksakan produknya.

Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata?

Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih)

Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (Hg), timbal (Pb) dan Au) aluminium, besi, serta klorida.

Sedangkan, dari segi mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya AMIU dapat langsung dikonsumsi.

Apa bahayanya mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi bakteri E. coli? Kehadiran bakteri coliform (E.coli tergolong jenis bakteri ini) yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air.

Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri Shigella (penyebab muntaber), S. typhii (penyebab tifus), kolera, dan disentri.

Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis bakteri coliform dan bakteri lain yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan diare, diare berdarah, kram perut, dan rasa mual.

Jadi, bagaimana agar tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang?

Perhatikan sanitasi botol kemasan atau Galon Air. Berikut langkah-langkahnya:

* Cuci botol kemasan dengan sabun pembersih alat dapur yang tidak beraroma. Tujuannya agar tidak mempengaruhi rasa air yang akan diisi nanti.
* Setelah bersih dari air sabun, bilas botol dengan air panas (suhu 80 derajat Celcius).
* Lalu, tutup botol dengan rapat dengan plastik bersih. Buka tutup tersebut, tepat sebelum botol diisi air minum isi ulang, sehingga debu tidak mudah masuk.

Selain itu, lakukan usaha-usaha desinfeksi sendiri di rumah, misalnya rebus air minum isi ulang tersebut di atas api hingga mendidih selama minimum 2 menit.

vanbun.blogspot.com