Tampilkan postingan dengan label catering makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catering makanan. Tampilkan semua postingan

6/08/2010

Membuat Usaha Catering Sendiri

Anda pintar memasak? Mengapa tidak memanfaatkan keahlian anda itu dengan membuka bisnis catering box. Selain, anda bisa menyalurkan hobi, kantong anda pun juga bisa menjadi tebal lewat usaha catering box yang satu ini. Tapi, sebelum memulai bisnis catering nasi box, ada baiknya melirik dulu panduannya

Pilih jenis bisnis catering nasi yang akan anda jalankan. Apakah katering yang bersifat khusus atau umum seperti Catering Pernikahan atau acara kecil lainya. Catering khusus berarti catering nasi anda hanya bisa disajikan untuk satu acara tertentu dengan menu khusus, misalnya, pesta kebun atau pesta formal. Sementara catering umum sangat fleksibel. Ia bisa digunakan untuk moment apapun.

Adakan survei kecil-kecilan untuk mengetahui kompetitor jasa catering anda. Cari tahu juga informasi soal harga, kualitas makanan serta kualitas penyajiannya. Makin banyak informasi yang bisa anda gali, akan makin matang pula anda menghadapi persaingan dalam bisnis catering nasi box.

Hitung ongkos produksi. Buatlah perbandingan dengan pemasukan yang anda terima. Berspekulasilah agar anda tidak merugi.Di awal anda membuka usaha jasa catering, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan.Untuk bisnis Catering Pernikahan, anda tidak perlu mempertimbangkan faktor lokasi. Karena pemesanan bisa dilakukan lewat telepon atau dari mulut ke mulut.

Manfaatkanlah anggota keluarga atau teman untuk membantu anda berbisnis catering nasi box. Percayalah, tindakan yang satu ini bisa meredam biaya produksi, dibandingkan jika anda menggunakan tenaga orang lain dimana anda harus membayar.Bila anda memang serius untuk membuka usaha katering, mengapa tidak anda merencakan dari sekarang.

Tertarik mulai membuka usaha katering?

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

12/14/2009

Kunci Sukses Franchise Makanan Tradisional



Jika ingin mulai menjadi pewaralaba, berikut ini poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam memilih waralaba makanan tradisional:

1. PUNYA HASRAT
Memiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting. Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai bidang yang akan digeluti.
Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap tekun menjalaninya.

2. RISET DAN BERUNDING
Teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor /
pengusaha makanan, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.

3. CEK
Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi
pengusaha makanan, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.

4. HAK CIPTA
Teliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa bermasalah.

5. LAMA DAN KUAT
Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang masih baru, belum cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.

6. KONDISI KEUANGAN
Sebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu, minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan terwaralaba

7. BAYAR DI MUKA
Hati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu, kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur. Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa dilakukan bertahap.




http://tabloidnova.com