Tampilkan postingan dengan label bunga pinjaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga pinjaman. Tampilkan semua postingan

4/28/2010

Tips Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Dari Bank



Dalam memulai berbisnis maupun mengembangkan bisnis. tentunya kita membutuhkan modal yang tidak sedikit. salah satu sumber modal yang dapat kita pakai adalah meminjam di bank, untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank tidak semudah seperti kelihatannya. berikut ini tips untuk mendapat pinjaman modal dari Bank.

1. Berkonsisten untuk menjadi orang baik
2. Berkenalan dengan banyak orang-orang bank
3. Memperkenalkan bisnis atau usaha yang anda jalani
4. Menjaga Hubungan dengan rekan-rekan yang terkait
5. Terus mengembangkan bisnis atau usaha yang sedang dijalani
6. Menabung Properti untuk pinjaman bank menggunakan agunan
7. Jaga transaksi bisnis anda dengan menggunakan perbankan
8. Mengajukan kredit ke banyak bank
9. Pergunakan dana pinjaman modal yang anda peroleh dengan hati hati.

wildan.eltika.net

3/22/2010

Mengenal Jenis Pinjaman Modal



Sebagian besar dari Anda, ketika mendengar kata pinjaman, pasti langsung mengasosiasikannya dengan kredit bank. Tidak salah memang, tetapi yang dimaksud dengan pinjaman jauh lebih luas dari sekadar kredit bank. Sebagaimana telah ***las dirubrik ini, mencari pinjaman untuk berinvestasi bukanlah hal buruk, sepanjang kegunaannya untuk kegiatan produktif dan dari kegiatan tersebut pinjaman bisa dibayar kembali.

Memang, kelazimannya, pinjaman dalam bentuk nonkredit lebih sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan. Misalnya, perusahaan menerbitkan obligasi atau surat utang jangka panjang dan kemudian dijual kepada masyarakat atau pihak yang berminat. Namun, pinjaman model seperti itu hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah berjalan dan memenuhi berbagai persyaratan yang cukup rumit. Lantas, bagaimana dengan perusahaan baru atau bahkan perusahaan perorangan? Apakah tidak ada alternatif lain dalam mencari pinjaman, selain dalam bentuk kredit bank? Jelas ada.

Dalam konsep manajemen keuangan, pencarian modal untuk berbisnis sebenarnya bisa dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah dengan modal sendiri. Ini yang sangat lazim terjadi. Selanjutnya, jika perusahaan sudah mulai jalan, untuk mencari modal tambahan bisa saja menggunakan modal ventura (venture capital).

Dalam realitasnya, apa yang dipaparkan di atas tentu saja tidak semudah dibayangkan. Untuk mencari modal dari venture capital, misalnya, pemilik usaha harus mempunyai konsep usaha dan bisnis yang jelas. Selain itu, proyek atau bisnis yang hendak dikembangkan memang memiliki prospek yang bagus.

Oke, lantas bagaimana jika ternyata alternatif sumber dana dalam bentuk Pinjaman Modal dari berbagai lembaga tersebut sulit untuk diperoleh? Apakah kemudian pasrah? Jelas tidak. Ada beberapa alternatif sumber dana untuk memperoleh pinjaman yang sebenarnya relatif paling mudah, tetapi sering kali luput dari perhatian. Salah satunya adalah lembaga pegadaian. Lembaga ini dulu sering kali ditafsirkan hanya melayani ”orang-orang susah” yang butuh uang. Dan, kalangan ini, demi memperoleh pinjaman boleh menggadaikan apa saja, mulai dari emas, motor, radio, televisi, sampai sarung.

Yang harus diperhatikan dalam memperoleh pinjaman dari pegadaian sebenarnya adalah bahwa pinjaman tersebut mesti bersifat sementara. Artinya, jangan dijadikan sebagai sumber dana jangka panjang.

Apa yang dimaksud dengan sumber dana pinjaman yang bersifat lebih lunak? Pinjaman yang semata-mata didasarkan atas kepercayaan. Konkretnya, pernahkah Anda berpikir untuk mendapatkan pinjaman dari orang-orang terdekat Anda? Pinjaman dari om, tante, kakak, adik, sepupu, sahabat, dan lain sebagainya?

Sederhana saja. Dalam mekanisme Pinjaman Modal ada hak dan kewajiban. Hal tersebut mesti dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang berkekuatan hukum. Jadi, ada tanggung jawab hukum bagi kedua belah pihak. Mungkin, Anda akan bertanya, kok pinjaman sama teman saja mesti pakai kesepakatan tertulis? Anda bisa berpendapat seperti itu karena saat ini belum ada masalah. Coba kalau di kemudian hari ada masalah, pasti akan sangat merepotkan karena hak dan kewajiban yang diperjanjikan tidak tertuang secara tertulis. Jadi, sekali lagi, pinjaman kepada sanak saudara pun sebaiknya dituangkan dalam perjanjian. Lalu, disebutkan semua hak dan kewajiban, termasuk konsekuensi jika Anda wan prestasi dalam membayar kewajiban tersebut.

cetak.kompas.com

3/02/2010

Memahami Jenis Bunga Pinjaman Bank



Anda ingin mengajukan Pinjaman Modal untuk usaha anda ke bank? Sebaiknya Anda mengetahui jenis bunga pinjaman uang ke bank memang karena setiap pinjaman anda akan selalu diikuti dengan bunga. Sementara berbeda tipe pinjaman, beda pula tipe bunganya. Agar tak terjerat bunga pinjaman, kenali jenisnya:

1. Bunga tetap (fixed interest)
Suku bunga ini akan berubah selama periode tertentu sesuai kesepakatan. Jika suku bunga pasar berubah (naik atau turun), bank atau lembaga pembiayaan akan tetap konsisten pada suku bunga yang telah ditetapkan.

2. Bunga mengambang (floating interest)
Suku bunga akan mengikuti naik-turunnya suku bunga pasar. Jika suku bunga pasar naik, maka bunga kredit pun akan ikut naik. Demikian pula sebaliknya. Sistem ini diterapkan pada KPR, kredit Pinjaman Modal kerja, usaha, dan investasi.

3. Bunga flat (flat interest)
Pada sistem ini, jumlah pembayaran utang pokok dan bunga kredit besarnya sama tiap bulan. Bunga ini diperuntukkan kredit jangka pendek seperti kredit kendaraan dan KTA.

4. Bunga efektif (effective interest)
Perhitungan beban bunga dihitung setiap akhir periode pembayaran angsuran berdasarkan saldo pokok. Jadi, beban bunga akan semakin menurun setiap bulan karena pokok utang jadi berkurang.

5. Bunga anuitas (anuity interest)
Dalam perhitungan anuitas, porsi bunga pada masa awal sangat besar, sedangkan porsi angsuran pokok sangat kecil. Namun, mendekati akhir masa kredit, keadaan akan berbalik.

female.kompas.com

12/29/2009

Hal Yang Harus Di Perhatikan Saat Melakukan Pinjaman



Pada artikel yang lalu, anda telah 'diajak' untuk mengenal rupa-rupa produk
pinjaman dana / pinjaman dana tunai di bank. Sekarang, kita akan menelusuri lebih jauh tentang apa saja syarat-syarat untuk mengajukan kredit pinjaman dana / pinjaman dana tunai di bank.

Bank sebagai pihak yang meminjamkan dana disebut juga dengan kreditur. Sementara pihak yang
pinjaman dana usaha dari bank disebut debitur.pada umumnya, bank membagi debiturnya ke dalam dua golongan besar,yaitu debitur perorangan dan debitur perusahaan. Berikut ini adalah persyaratan dari bank dari sesuai golongannya debiturnya.

Debitur perorangan terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi. Nah, dari tiap-­tiap profesi, pasti memiliki ciri khas sendiri. Oleh karena itu, oleh bank dibedakan lagi menjadi tiga golongan, yaitu wirausahawan, karyawan, dan profesional. Adapun, syarat-syaratnya adalah sebagai berikut :
1. Kopi identitas diri (ktp , sim, atau paspor)
2. Kopi akte nikah (bagi yang sudah menikah)

Gunanya untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri atau bukan, sehingga baik istri atau suami debitur dapat dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank.

3. Kopi kartu keluarga.
Gunanya untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup orang lain selain dirinya sendiri.

4. Kopi rekekening koran/rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara 6 s/d 3 bulan terakhir. Gunanya agar bank bisa melakukan analisa keuangan calon debiturnya

5.kopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan buat calon debitur yang bekerja di suatu perusahaan, pemerintah maupun swasta. Gunanya untuk memastikan bahwa calon debitur memang bekerja di situ dan memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.
Debitur badan perusahaan
Debitur pinjaman dana usaha yang satu ini berbentuk perusahaan seperti cv atau pt. Adapun persyaratannya, antara lain adalah :
-kopi identitas diri dari para pengurus perusahaan (direktur & komisaris)
-kopi npwp (nomor pokok wajib pajak)
-kopi siup (surat ijin usaha perdagangan )-kopi akte pendirian perusahaan dari notaris
-kopi tdp (tanda daftar perusahaan)
-kopi rekening koran/giro atau buku tabungan di bank manapun selama 6 s/d 3 bulan terakhir.
-data keuangan lainnya, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan & pembelian harian, dan data pembukuan lainnya.
-kopi surat-sutar tersebut akan digunakan oleh bank untuk memeriksa keabsahan / legalitas antara apa yang tercantum di akte pendirian dengan bidang usahanya, segala surat perizinannya dan kewajiban pajaknya terhadap negara. Selain itu, surat tersebut juga berguna buat bank untuk melakukan berbagai analisa keuangan terhadap calon debiturnya.



Http://www.conectique.com